
kiara terbangun dari tidur nya ia mengucek mata nya dan pipi nya tiba tiba saja memerah saat mengingat kegiatan yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu
"udah bangun?"kiara tersentak ia mendongak menatap mata leo yang juga kini tengah menatap nya penuh cinta? apa cinta?
cup
leo mengecup bibir kiara sekilas ketika ia tak mendapat kan respon apapun dari kiara
"kenapa hmm?"ujar nya sambil mengerat kan pelukan nya pada kiara
kiara menunduk menenggelamkan wajah nya di dada bidang leo berharap rona merah di pipi kiara tak terlihat oleh leo
drrt drrt drrt
kiara yang sedari tadi masih menenggelam kan wajah nya di dada bidang leo yang tak terlapisi oleh sehelai benang pun, buru buru melepas tangan dan kaki leo yang membelit nya seperti memeluk guling
leo merenggang kan pelukan nya membiar lan kiara mengangkat panggilan yang mengganggu mereka itu
ia terus memperhati kan kiara tanpa melewat kan sedikit pun pergerakan dari sang empunya
kiara meletak kan ponsel nya lalu menoleh menatap leo penuh sesal"kak... emm... aku harus pergi, karena aku memiliki jad-"
"gak boleh"leo yang mengerti kemana arah pembicaraan kiara cepat cepat menyahut
kiara bingung apa yang harus ia lakukan, sebenar nya malam ini kiara memiliki jadwal untuk menghadiri sebuah acara tv nanti sekitar jam delapan malam dan sekarang sudah jam tujuh lewat lima belas jadi ia harus cepat bersiap siap sementara suami nya melarang diri nya untuk pergi
"tapi.."
"tidak ada tapi tapian, sekarang kita harus turun makan malam kau harus makan karena kita tadi melewat kan makan siang kita karena bekerja keras untuk membuat baby"tegas leo dengan di akhiri godaan yang membuat pipi kiara semakin memerah bak kepiting rebus
"tapi..."
"oh ya! kau juga tak ku perboleh kan keluar dari mansion. kau akan bersekolah di rumah saja nanti aku akan menyuruh seorang guru datang ke mansion untuk mengajar mu"sela leo lagi
"tapi..."
__ADS_1
"dan juga kau tak perlu bekerja lagi biar aku yang menafkahi mu, kau hanya cukup berdiam diri di mansion"lagi dan lagi leo memotong ucapan kiara"kita hanya tinggal dua minggu saja di mansion ini setelah nya kita akan pindah ke apartemen milik ku"
mata kiara berkaca kaca saat mendengar penuturan dari leo yang sangat overprotectiv, bagaimana bisa leo melarang nya untuk bekerja lagi sementara pekerjaan nya itu sangat berarti bagi nya. pekerjaan menjadi seorang bintang itu adalah ke inginan seseorang yang menyuruh nya menjadi bintang
"tapi aku tidak bisa meninggal kan pekerjaan ku, itu sangat berarti bagi ku dan menjadi seorang bintang adalah janji ku kepada seseorang"ujar kiara mencoba untuk menjelas kan
leo mengangguk mengerti ia sudah mengetahui siapa seseorang yang bisa membuat kiara bisa berjanji begitu sungguh sungguh pada nya
"aku tahu, tapi aku yakin orang itu tidak akan keberatan jika aku yang meminta mu untuk meninggal kan pekerjaan mu"
kiara diam tak menanggapi lagi ucapan leo sekarang diri nya tengah berfikir keras apa maksud dari perkataan leo itu
"oh iya! ponsel mu juga aku tahan untuk sementara"
kiara menganga tak percaya, hel no! sudah tak di perboleh kan keluar megang hp aja gaj boleh
°
°
°
°
"sayang.... kok kamu gak ikut makan siang sih tadi?"dengan genit nya seorang wanita yang memiliki paras cantik itu bergelayut manja di lengan kanan leo yang dengan cepat di tepis leo
"LEO! JAGA SIKAP KAMU!"bentak arya ayah leo
leo berdecak kesal"pah! sudah ku katakan berapa kali kalau aku hanya mau menikah dengan perempuan yang memang sudah di jodohkan dengan ku! bukan dengan perempuan yang tiba tiba datang dan meminta untuk di nikahi dengan embel embel memberikan salah satu perusahaan nya pada kita"ujar leo emosi dengan pandangan menusuk yang terus saja di layang kan nya pada wanita cantik itu
"lagian papa sudah memiliki banyak perusahaan dan juga memiliki kekuasaan besar di sini! tapi kenapa papa masih serakah?"sambung nya lagi dengan wajah memerah berusaha menekan emosi nya yang sebentar lagi akan meledak
arya hanya terkekeh sinis mendengar nya, lalu berjalan meninggal kan meja makan karena memang ia telah selesai makan begitu juga dengan wanita tadi langsung beranjak menuju kamar nya sendiri
leo sendiri menggeram mengacak rambut nya frustasi"bagaimana kalau kiara sampai tahu, aku takut dia akan meninggal kan ku. aku sangat mencintai nya aku tak mau kehilangan diri nya, sudah lama aku menunggu waktu ini supaya kami bisa bersama tapi apa? papa malah dengan seenak nya menyuruh ku untuk menikahi wanita itu! dengan ancaman papa tak akan merestui hubungan kami!"teriak leo frustasi dengan mata yang memerah menahan tangis
__ADS_1
kana ibu leo dengan segera menenag kan anak nya, ia memeluk leo sambil terus menggumam kan kata maaf karena ia tak bisa membela anak nya pada saat itu
"udah, kamu makan dulu"perintah kana dengan suara parau nya
namun leo menggeleng"gak mah. leo makan di kamar saja dengan kiara"ucap nya sembari berjalan mengambil beberapa makanan di meja
kana tampak mengerut kan kening nya ia ingin bertanya tapi langsung di sela oleh anggun
"hayoo.... kau apa kan adek ipar ku itu"goda nya sambil mengerlingkan mata ke arah leo
frans tertawa"berapa ronde yo?"frans bertanya dengan wajah tengil nya yang mengudang ke inginan rojer untuk menampol wajah tersebut
plak
"Bhuahahah...."tawa adi meledak ketika menyaksikan adegan kdrt live di hadapan nya
leo sendiri hanya menarik sebelah sudut bibir nya dengan cepat ia meminta izin ke pada sang ibu dan juga kepada para bibi nya untuk pergi ke kamar nya karena kiara sedang menunggu nya
ceklek
kiara menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka ketika ingin beranjak kiara kembali meringis"sssth... sakit"
"jangan banyak bergerak"tegur leo sambil meletak kan nampan berisi makanan tersebut di atas meja kecil yang berada di kamar mereka berdua lalu ia berjalan mendekat ke arah ranjang dan menggendong kiara ala bride stlye, giamana sih tulisan nya author lupa
lalu di duduk kan nya di atas sofa dekat meja kecil itu
jangan heran kmar leo memang terbilang cukup besar dengan ranjang yang begitu besar yang bisa di tempati oleh lima orang dan jangan lupa kan juga sofa, meja dan juga tv yang berada dalam kamar tersebut dan hal yang paling kiara sukai adalah jendela kamar yang begitu besar dan juga terbuat dari kaca yang memudah kan kiara memandang keluar ke arah bintang bintang yang bertebaran di atas sana
dan juga balkon kamar yang juga bisa di pakai berduduk santai
"kak! gimana kalau kak naila marah?"sedari tadi kiara terus kepikiran kepada naila yang akan marah dan juga kecewa kepada diri nya yang dengan tiba tiba saja berehenti menjadi artis
leo menoleh"kau tenang saja aku sudah mengatakan padanya dan juga dia tak marah pada mu"jawab leo dingin dan mengambil satu piring makanan dan menyodor kan nya kepada kiara"makan!"titah nya tegas
kiara menurut ia hanya memakan makanan nya dalam diam setelah selesai ia mengambil segelas air yang telah tersedia di atas meja
__ADS_1
"tapi kenapa aku tak boleh keluar apalagi memegang hp? itu sangat menyiksa ku"lagi lagi kiara menyeru kan protesan nya