Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Masa Lalu Desi


__ADS_3

Sehingga hal tersebut membuat Desi merasa kesal dan menyimpan dendam yang berkepanjangan terhadap Ros, paktor orang-orang yang ada di sekitarnya dahulu juga menjadi penyebab utama mengapa Desi bisa sebenci itu terhadap Ros, dan tanpa Ros ketahui sejak kecil disaat Desi selalu bekerja keras untuk bertahan hidup dan membesarkan adiknya seorang diri, orang-orang selalu membandingkan dirinya dengan Ros. Pernah suatu waktu Desi berada di titik yang paling menyedihkan.


#Flash Back On


Saat gadis yang baru saja menginjak usia 16 tahun harus di tinggalkan kedua orangtuanya, hidup bersama sang adik saja dan mereka tidak memiliki apapun untuk bertahan hidup, hal tersebut mengharuskan sosok Desi sebagai kakak perempuan pertama banting tulang bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menyekolahkan adiknya Ros, karena bayaran dari bekerja paruh waktu sangat minim dan tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya


Desi pun memutuskan untuk keluar dari sekolah dan dia tidak melanjutkan pendidikannya lagi, bahkan tidak memiliki ijazah kelulusan saat itu, dia memilih untuk bekerja disalah satu restoran besar sebagai buruh mengupas keras dan mencuci piring, dia bekerja sepuluh jam lamanya dan pulang hanya untuk memberikan makan dan membantu adik tercintanya mengerjakan tugas sekolah.


Mereka bahu membahu dan saling mencintai satu sama lain layaknya saudara kandung seharusnya, tetapi terkadang ucapan para tetangga dan beberapa orang di sekitar mereka terlalu menyakitkan terutama bagi Desi yang saat itu masih cukup muda dan lebih. Semua penghinaan dan perbandingan dimulai ketika Ros beranjak remaja dan dia berhasil memasuki dunia hiburan bersama Mike, walaupun semua itu termasuk keberuntungan bagi Ros, tapi jika bukan karena campur tangan Desi yang mau mengantarkan adiknya ke semua tempat dan membimbingnya sampai menjadi aktor dan penyanyi remaja yang hebat, mungkin Ros juga tidak akan bisa ada di titik ini sekarang.


Dan sayangnya orang-orang tidak melihat hal itu.


Suatu waktu dikala Ros berhasil menjadi juara pertama dari ajang pencarian bakat, semua orang mulai mengidolakan dia termasuk sebab asal usulnya yang begitu menyedihkan dan disitulah orang-orang mulai membandingkan antara Desi dengan Ros.


"Heh, kau ini tidak malu apa, adikmu sudah menjadi seorang penyanyi terkenal dan dia juara satu di ajang pencarian bakat, kau malah terus saja bekerja disini mengupas kerang dan mencuci piring, membuat semua orang merasa kasihan dengan nasibmu, apa kau tidak bisa bekerja keras seperti yang adikmu lakukan, dan berhenti mengupas kerang begini?" Ucap bos nya di restoran saat itu.

__ADS_1


"Maaf bos tapi jika aku tidak bekerja, adikku juga tidak akan bisa ikut lomba tersebut, kami masih membutuhkan biaya untuk rekaman album pertamanya jadi aku harus bekerja keras untuk membantu dia agar bisa sukses di kehidupan yang akan datang." Balas Desi yang terus berusaha tegar meski hatinya sangat terluka ketika mendengar hal itu, tapi sayangnya orang lain memang tidak akan mengerti dengan posisinya.


"Omong kosong bilang saja kalau kau itu pemalas dan tidak bisa apa-apa." Balas bosnya tersebut.


Mereka hanya melihat hasil tanpa mementingkan prosesnya, dan terus saja meremehkan Desi tanpa henti dengan ucapan yang cukup kasar juga menyakitinya.


"Alah...wanita seperti dia mana ada bakat, kalau ada uangpun memangnya dia bisa seperti adiknya yang memiliki paras cantik dan suara merdu? Sudahlah dia memang lebih cocok jadi babu saja." Tambah salah satu teman kerjanya di restoran tersebut.


Kalimat itu yang membuat Desi sakit hati dan dia langsung memutuskan untuk berhenti bekerja disana dan mengatakan bahkan dia akan membuktikan kepada mereka yang selalu merendahkan dirinya dan menghina dia seperti itu, bahwa dia juga mampu menjadi selebritis seperti adiknya tersebut.


Padahal Ros sendirilah yang di besarkan oleh Desi seorang diri, meski setiap kali wawancaranya atau di sorot oleh media Ros selalu mengatakan bahwa kakaknya orang paling berjasa dalam hidup dia dan menceritakan pada semua orang bahwa dirinya hanya beban bagi kakaknya tetapi pemikiran orang-orang tetap saja menyimpang dan masih mengira bahwa ucapan yang dikatakan oleh Ros hanya rasa kasihan dengan hidup kakaknya sendiri padahal Ros mengatakan semua itu karena dia ingin semua orang tahu bahwa kakaknya adalah pengganti orangtua yang sangat luar biasa bagi hidupnya.


Waktu demi waktu terus berlalu dan rasa benci serta kesal mulai tumbuh dalam diri Desi, akibat banyaknya hal buruk yang orang katakan dengannya, ditambah pertemuan dia dengan Mike membuat dia jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pria tersebut, mereka menjadi dekat karena apapun yang berhubungan dengan Ros harus melewati dirinya dahulu, sayangnya lagi dan lagi Desi tidak beruntung Mike malah menyukai adiknya yang membuat dia semakin hancur dan dendam itu semakin besar, hingga terjadilah kejadian malam itu hingga sampai saat ini.


#Flash Back Off

__ADS_1


Meski kini Desi sudah mendapatkan Mike, tetapi rasa benci dalam dirinya terhadap Ros masih belum hilang, dia masih belum mempercayai jika Mike sudah benar-benar mencintai dirinya, terlebih apa yang baru saja dilakukan oleh Mike seakan dia masih mau melindungi adiknya sendiri, membuat dia sangat kesal dan semakin mendendam dengan adiknya sendiri.


Bahkan kali ini dibelakang Mike, Desi diam-diam membuat rencana baru dia sengaja membuat Rasya babak belur di penjara dengan menyuruh beberapa orang suruhannya masuk ke dalam sel yang sama bersama Rasya lalu menghajarnya hingga tidak berdaya dan terdapat luka di kening serta ujung matanya.


Dia memotret penampilan Rasya yang amat buruk dan sengaja mengirimkannya kepada Nayla. "Haha...lihat saja nanti, aku akan menangkap mereka berdua sekaligus." Batin Desi setelah berhasil mengirimkan foto tersebut kepada nomor Nayla.


Disisi lain Nayla yang mendapatkan kiriman foto tersebut langsung tercengang, matanya berkaca-kaca dan dia tidak sanggup melihatnya wajah suaminya sendiri sudah habis dengan lebam dan darah di ujung bibir serta keningnya.


"Hah, apa yang sudah terjadi dengannya, tidak Rasya kenapa kamu menjadi seperti ini, hiks..hiks..aku tidak bisa diam terlalu lama, aku harus segera menyelamatkan suamiku dari wanita kejam itu." Ucap Nayla sambil segera bergegas untuk menemui sekretaris Roy yang ada di apartemen sebelah.


Nayla terus mengetuk pintu apartemen Roy dengan kuat dan memanggil namanya sangat kencang berkali-kali, tangisan Nayla tidak dapat dibendung lagi, saat sekretaris Roy membuka pintu Nayla langsung menangis dan bicara dengan cepat meminta diantarkan ke tempat Ros saat itu. "Nona Nayla apa yang terjadi denganmu, kenapa kamu menangis seperti ini?" Tanya sekretaris Roy yang tidak mengerti apapun.


"Roy..ayo cepat bawa aku ke rumah Ros, aku harus bertemu dengannya, ini kabar buruk, ayo Roy cepat hiks..hiks..hiks.." ucap Nayla dengan perasaan cemas dan tidak menentu.


Sekretaris Roy yang mendapatkan permintaan seperti itu dia pun segera menurutinya dan dengan cepat mereka pergi menuju kediaman tuan Jenson secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2