Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Rencana Liburan


__ADS_3

Aku pun segera saja memasak nasi goreng sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Teguh, tak lupa juga menyediakan makanan yang sama untuk tuan Jenson, saat aku baru selesai memasak tiba-tiba saja di depan meja sudah ada tuan Jenson yang terus menatap lekat ke arahku sambil tersenyum, dia mengenakan pakaian santai dan Teguh terus menatap serius dengan mengerutkan kedua alisnya kepada tuan Jenson saat itu.


Aku hampir saja dibuat ingin tertawa lebar saat melihat ekspresi dari Teguh yang nampak begitu serius menatap tuan Jenson saat itu.


"Sudah kalian ini kenapa sangat aneh sih, ayo kita sarapan dulu ini makanannya untuk Teguh, makan yang banyak yah sayang." Ucapku sambil terus saja memberikan seporsi nasi goreng dengan telur juga sosis yang banyak di piring milik Teguh saat itu.


Sedangkan tuan Kaiden mulai perotes denganku karena nasi goreng miliknya terlihat lebih sedikit dibandingkan dengan yang aku berikan kepada Teguh saat itu.


"Ada apa tuan, kenapa tidak mulai makan, apa kamu tidak suka dengan makanannya, atau mau aku buatkan makanan yang lain?" Tanyaku kepadanya dengan wajah yang heran sebab saat itu dia hanya terus menatap nasi di depannya dengan wajah yang cukup aneh menurutku.


"Tidak, tapi kenapa kau malah memberikan aku nasi gorengnya yang sedikit? Tapi yang punya Teguh justru malah lebih banyak seperti itu, aku tidak senang padahal kan aku yang lebih besar daripada Teguh kenapa malah anak nakal ini yang mendapatkan makanan lebih banyak dari ayahnya sendiri." Balas tuan Jenson yang membuat aku langsung tertawa pelan mendengarnya saat itu.


"Ahaha...tuan tuan, jadi hanya karena itu kami sedari tadi cemberut dan menekuk wajahmu seperti itu, ya ampun aku pikir karena apa." Ucapku kepadanya di iringi dengan sedikit tawa saat itu, sedangkan Teguh sendiri justru malah tersenyum kecil dan dia terus saja merasa sangat puas melihat ayahnya cemburu seperti itu.

__ADS_1


"Ahaha.. tentu saja aku kan kesayangan ibu, jadi akulah yang akan mendapatkan lebih banyak dibandingkan ayah, lagi pula selama ini ayah itu selalu jahat dengan aku dan itu porsi segitu terlalu kebanyakan untukmu." Balas Teguh yang semakin membuat Tuan Jenson kesal juga mulai marah besar dibuatnya.


"Apa kau bilang? Aishh dasar anak ini, awas saja kau ya, aku tidak akan membawamu liburan nanti." Ucap tuan Jenson membuat Teguh langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar karena memang hal itu yang ingin dia dengar dari tuan Jenson.


"Apa, jadi ayah benar-benar mau membawaku untuk liburan, kita akan liburan kemana yah? Dan berapa lama libur sekolahku dua Minggu loh, kitu bisa berlama-lama liburannya." Ucap Teguh yang terlihat begitu antusias padahal tuan Jenson juga belum menjelaskan detail yang benarnya saat itu.


"CK... mendengar liburan saja matamu langsung begitu cerah, aku tidak akan membawa putra yang keras kepala sepertimu, aku hanya akan pergi liburan dengan ibumu saja, ku sebaiknya diam di rumah dan jangan mengganggu." Ucap tuan Jenson yang membuat Teguh langsung perotes dengan keras, dia terus saja menarik tangan tuan Jenson dengan cukup kuat dan meminta kepadanya, agar mau membawa dia juga untuk liburan karena sudah sejak lama Teguh tidak pernah merasakan liburan setiap kali libur sekolah, maka dari itu dia sangat mengusahakannya saat ini agar dia juga bisa ikut dengan ayahnya tersebut. "Aaahh ayah ayolah aku ini kan juga putramu, bagaimana mungkin kau mau meninggalkan aku di rumah seorang diri, lagi pula ibu juga tidak akan tega meninggalkan aku sendiri iya kan ibu?" Ucap Teguh sambil memasang wajah yang menyedihkan dan sangat menggemaskan sekali padaku, sehingga aku juga tidak bisa mengelak dengannya. Apalagi jika melarangnya untuk ikut.


"Tuan apa yang dikatakan oleh Teguh memang benar, lagipula aku tidak berniat mau liburan, Teguh yang sejak awal sangat menginginkannya jadi aku harap jika kamu punya waktu luang tolong temani Teguh liburan, setidaknya sampai dia memiliki potret denganmu ketika dia liburan nantinya." Balasku berusaha untuk membujuk tuan Jenson demi Teguh, aku tidak mungkin tidak membantu anakku sendiri yang sangat aku cintai.


Teguh benar-benar merasa sangat senang, selama menunggu waktu dimana kita akan pergi liburan, Teguh terus saja terlihat sangat ceria dan begitu antusias untuk berkemas dan menata semua barang juga pakai untuknya ke dalam koper padahal tuan Jenson sendiri belum mengatakan kemana pastinya kita akan pergi nanti.


Hingga saat tuan Jenson pulang lebih awal dari kantornya, dia langsung berteriak memanggil Teguh dan langsung menunjukkan tiga tiket pesawat kepadanya menunjukkan bahwa dia sudah mendapatkan tiket pesawat untuk ke Jepang dimana itu adalah negara yang sangat ingin di kunjungi Oleh Teguh selama ini, sebab langit Jepang sangatlah indah baginya, dan Teguh sangat menyukainya.

__ADS_1


"Teguh...kemarilah Teguh!" Teriak tuan Jenson terus saja berteriak sangat kencang.


Aku yang tengah berada di dalam kamar bahkan juga bisa mendengarnya, aku pun segera saja menghampiri asal suara itu dan mulai menuruni tangga sedangkan Teguh sendiri yang tengah bermain di ruang tengah dia langsung meloncat dari sofa dengan segera dan terus saja berlari ke arah tuan Jenson dengan cepat.


"Ayah ada apa kau memanggilku?" Tanya Teguh dengan wajahnya yang polos.


"Tada....ini dia tiket pesawat untuk kita liburan ke Jepang." Ucap tuan Jenson memberitahunya dan menunjukkan tiga tiket tersebut sekaligus.


Mata Teguh langsung terbuka sangat lebar dan dia begitu senang mendapatkan kabar bahagia seperti ini, Teguh berjingkrak ria dan terus saja memeluk tuan Jenson dengan sangat erat, tuan Jenson juga terus mengangkat Teguh sambil terus memutar tubuhnya dan berteriak sangat senang sekali.


"Aarrkkhahahaha... terimakasih banyak ayah, aku sangat senang, Jepang adalah negara yang paling ingin aku kunjungi, darimana kau tahu kalau aku ingin pergi ke sana?" Ucap Teguh sangat senang sekali.


"Ada deh, ayah ini kan orang hebat, tentu saja akan tahu apa yang putranya inginkan meski dia tidak mengatakannya, ayo cepat kita pergi beritahu ibumu." Ucapnya yang langsung diberikan anggukan oleh Teguh saat itu.

__ADS_1


Mereka berbalik dan bertemu denganku, Teguh terus berlari menghampiri aku sambil terus saja menarik tanganku dengan gembira dia mengatakan semuanya dengan begitu terburu-buru, saking senangnya bisa pergi liburan ke Jepang dengan keluarga yang lengkap, sama dengan apa yang dia bayangkan selama ini.


"Ibu? Ibuuuu kemarilah, lihat ini, kita akan pergi ke Jepang loh bu, seru sekali... Ayah yang membeli tiketnya, kita bisa liburan di Jepang bu, aku bisa pergi ke DisneySea Tokyo, aku bisa bermain sepuasnya disana, seru sekali bukan." Ucapnya terus saja merasa sangat gembira sambil terus saja berjingkrak kegirangan.


__ADS_2