Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Mengobrol Dengan Moris


__ADS_3

Aku langsung terdiam saat mendengar nama Desi di sebutkan olehnya, hatiku semakin yakin bahwa kak Desi dan Mike memang sudah bekerjasama sangat baik, mereka sudah seperti aku dahulu, tapi aku masih tidak percaya jika kak Desi akan termakan dengan semua rayuan dari Mike, tidak tahu siapa yang sebenarnya jahat selama ini, tapi aku tidak akan pernah menyerah apalagi mengalah dalam hal seperti ini, sekalipun kepada kakak kandungku sendiri. "Tuan Mike bagaimana anda bisa bicara seperti itu, aku yakin aku mampu memerankan peran ini." Balasku membalas ucapannya.


"Sudahlah, kau menyerah saja, penulis Jack tidak mungkin mengambil resiko tinggi dengan menjadikan kau pemeran utama, jika kau menjadi pemeran pendamping ataupun jadi pemeran sampingan itu mungkin masih bisa karena orang tidak akan terlalu fokus menyoroti dirimu." Balas Mike menawarkan peran lain kepadaku.


"Kita lihat saja hasilnya nanti." Balasku kepadanya dan langsung pergi dari sana dengan secepat yang aku bisa dan memasang wajah yang begitu kesal.


Aku keluar dengan wajah emosi dan kedua tangan yang aku kepalkan saat itu, sangat emosi dan merasa sangat benci sekali dengan Mike, dia bisa-bisanya melakukan semua ini kepadaku, terus saja aku menggerutu kesal sambil berjalan dan menghentak-hentakkan kakiku keluar dari ruangan testing tersebut.


"CK..dasar manusia menjengkelkan, sangat menyebalkan, awas saja kau Mike aku akan membalasmu dengan usahaku sendiri!" Gerutuku sangat kencang hingga aku tidak melihat jalanan dengan benar.


Aku berjalan terus dengan penuh emosi dan menggerutu tanpa henti, hingga tiba-tiba saja tidak sengaja aku malah menabrak seseorang di hadapanku yang tidak lain itu ternyata gadis yang ku temui saat mengantri untuk testing sebelumnya.


Rambut keribonya itu mengenai wajahku dan aku tidak dapat melihat ke depan, hampir saja aku jatuh tersungkur dibuatnya, namun untung saja gadis itu membantuku menahan tubuhku hingga aku tidak benar-benar jatuh ke lantai.


"Aaahh .. terimakasih sudah menolongku." Ucapku kepadanya sambil membenarkan pakaianku tersebut.


"Eehh...kau bukannya yang tadi mengantri di belakangku ya?" Tanya wanita itu kepadaku.

__ADS_1


Aku pun langsung mengangguk dan dia langsung saja kembali mengajak aku mengobrol dengan ramah dan baik seperti sebelumnya.


"Wahh... sepertinya hasil testingmu tidak berjalan dengan baik, kau sampai menabrakku seperti tadi, memangnya rambut keriboku yang mengembang ini tidak terlihat olehmu ya?, Balas dia sedikit bercanda denganku.


"Ahah...tidak bukan begitu, tadi aku sangat kesal dan melihat ke sembarangan arah jadi aku tidak sadar jika di depanku ada orang, bagaimana denganmu, apa testing mu lancar?" Balasku dan bertanya balik kepadanya.


"Ya begitulah, wanita dengan kulit gelap dan rambut mengembang sepertiku selalu saja di sepelekan dan di kesampingkan oleh mereka, katanya seorang aktor itu wajah bagi sebuah film, dan harus yang cantik dan terawat, padahal kau tahu? Aku selalu merawat diriku dengan baik, aku selalu menjaga kebersihan rambutku." Ucapnya membuat aku langsung menatap ke arah rambutnya yang terlihat kusut dan berantakan.


Aku sendiri saja merasa sangat ragu dengan apa yang dia katakan barusan, rambutnya sungguh sangat mengembang dan keribo, aku rasa sisir saja akan patah jika menyisir rambutnya tersebut, apalagi saat melihat dia menggaruk kepalanya aku merasa ada banyak sekali kutu di dalam rambut kribonya tersebut.


Langsung saja aku menggelengkan kepala dengan kuat sambil memalingkan pandangan ke arah lain, karena aku tidak mau membuatnya tersinggung dengan tatapanku sebelumnya, bagaimana pun aku harus menjaga perasaan orang lain.


"Aahh...tidak tidak, aku percaya denganmu, tapi memang penampilanmu ini tidak terlalu meyakinkan untuk jadi seorang aktor, tenang saja aku bisa membantumu mengganti penampilanmu ini menjadi lebih baik." Ucapku kepadanya untuk menghibur dia yang sudah memasang wajah cemberut dan ditekuk sangat jelek.


"Sudahlah tidak usah, lagipula mengganti penampilan itu akan menghabiskan uang yang banyak dan satu lagi jika aku mengubah gaya dan penampilanku, maka aku akan merasa itu bukan diriku lagi, setiap orang pasti memiliki ciri khasnya sendiri yang tidak akan di dapatkan dalam diri orang lain, maka aku juga harus mempertahankan rambut kriboku dan kulit hitamku ini, hanya dengan begini aku beda dengan yang lain dan punya ciri khas ku sendiri." Balas gadis keribo itu memberikan aku banyak sekali pelajaran, padahal kami hanya berteman beberapa saat yang lalu dan mengobrol sedikit saja.


Tapi aku merasa dia adalah orang yang keren karena meski mendapat kesulitan dan di hina karena penampilan luarnya ternyata dia memiliki hati dan pemikiran yang sangat bagus, dia tetap percaya dengan kelebihan yang dia miliki dan penampilan yang dia pakai saat ini. "Kamu benar, kamu juga tetap terlihat cantik kok." Balasku kepadanya sambil tersenyum dengan lebar.

__ADS_1


Kami mengobrol bersama semakin dekat dan pergi untuk makan siang bersama di salah satu cafe yang ada di dekat sana, setelah mengobrol semakin lama dengannya aku merasa memiliki kecocokan dengan gadis itu, selain dia yang memiliki karakter ceria dan humoris, dia juga selalu banyak bicara dan memudahkan aku yang lebih banyak diam untuk berinteraksi dengannya.


"Oh iya, kenalkan namaku Moris, siapa namamu? Sedari tadi kita mengobrol dan tertawa bersama tapi aku sama sekali lupa untuk memperkenalkan diri dan menanyakan namamu." Ucapnya memperkenalkan diri dan menanyakan namaku.


Disitulah aku mulai merasa bingung dengan apa yang harus aku katakan dengannya.


Karena sebelumnya saja saat aku mengaku bahwa aku Ros dia sama sekali tidak mempercayai ucapanku. "Aku Ros," balasku kepadanya saat itu.


Lagi-lagi dia tertawa sangat puas di hadapanku, bahkan sampai menepuk meja makan disana beberapa kali. "Ahaha..kau mulai lagi, aku kan sudah bilang aku tidak mungkin percaya jika kau Ros aktris terkenal itu, ahaha ayo cepat katakan saja siapapun namamu yang sebenarnya?" Balas dia diiringi dengan tawanya yang begitu keras.


Aku hanya bisa memasang wajah yang kesal dan tidak tahu lagi bagaimana caranya menjelaskan kepada gadis itu bahwa aku memanglah Ros, Rosalina sang aktris terkenal tersebut. "Hei namaku sungguh Ros tahu, lihat ini KTP ku, aku sungguh Ros." Ucapku menunjukkan KTP lama miliku, dimana disana terterana nama Rosa, KTP yang aku pakai di luar negeri sebelumnya dengan nama samaran ku.


"Wahh... ternyata kau dari luar negeri ya? Pantas saja kulitmu sangat putih seperti susu, dan wajahmu sangat cantik, aku tidak menyangka bisa bertemu orang luar negeri di tempat testing begini." Ucapnya sambil langsung mengambil KTP milikku dan menatapnya dengan lekat.


Dia pun akhirnya mempercayai aku dan mengenal aku sebagai Rosa, sebenarnya aku tidak bermaksud membohongi dia, tetapi dia sendiri yang selalu tidak mempercayai apa yang aku ucapkan dengannya, aku sendiri merasa heran dia mengaku sebagai fans diriku tetapi tidak mengenali wajahku dengan baik.


"CK...fans sejati macam apa yang tidak bisa mengenali wajah idolanya sendiri, dasar keribo." Batinku merasa sedikit kesal saat itu.

__ADS_1


__ADS_2