Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Rahasia Rasya


__ADS_3

Setelah saling melepas rindu bersama, kami pun duduk berkumpul dan saling berhadapan di ruang tengah, aku dan Nayla benar-benar merasa penasaran dengan bagaimana cara tuan Jenson dan sekretaris Roy bisa menyelamatkan Rasya dengan begitu mudah, bahkan tanpa waktu yang lama, padahal kami semua tahu dengan jelas bahwa Desi bukanlah orang yang dapat di bujuk atau dilawan dengan mudah.


Sambil menunggu Rasya membersihkan dirinya dan diobati oleh Nayla di kamar mereka, aku pun memberanikan diri untuk bertanya kepada tuan Devon secepatnya.


"Tuan apa yang sudah kamu lakukan kepada kakakku, sampai dia memberikan kamu pergi dengan membawa Rasya begitu mudahnya." Ucapku kepadanya dengan penuh rasa kepenasaranan saat itu.


Tuan Jenson awalnya tidak mau bicara tapi setelah aku memaksanya terus menerus akhirnya dia mau angkat bicara juga dan menjelaskan semuanya kepadaku dengan begitu rinci sampai aku mengerti.


"Untuk apa kau ingin tahu, sebaiknya kau tidak tahu, yang terpenting saat ini kan sahabat kamu itu sudah aman, dan biarkan saja mereka tetap tinggal disini untuk sementara waktu, itu kan yang kau mau sejak lama." Ucap tuan Jenson kepadaku saat itu.


"Ehhh..kenapa aku tidak boleh tahu? Aku kan sahabatnya juga, terlebih Desi kakakku aku berhak untuk tahu bagaimana kondisi dia saat ini setelah apa yang sudah kamu lakukan kepadanya." Ucapku terus berusaha untuk mendesak tuan Jenson terus menerus.


Aku terus menatap dengan wajah yang sangat serius kepada tuan Jenson dan sedikit memaksa dia, karena aku tidak bisa merasa tenang hingga dia bisa memberitahu aku apa cara yang telah dilakukan oleh tua Jenson kepada Desi, walau aku tahu kak Desi mungkin jahat, entah kepada aku ataupun kepada sahabatku dan orang lain yang tidak dia sukai, tapi walau begitu aku tetap tidak bisa melupakan fakta bahwa dia adalah kakak kandungku, satu satunya anggota keluarga yang masih hidup, dan orang yang selalu ada di samping aku selama ini, terutama saat aku kecil, dia yang selalu memberikan aku susu dan menyuapi aku makan setiap kali sarapan.


Dia juga yang pernah mengantarkan aku ke sekolah dan bekerja untuk menghidupi diriku, aku tidak akan pernah melupakan jasa besar yang pernah dia lakukan kepadaku, aku akan terus mengingatnya dan menyayangi dia meski dia berubah menjadi jahat denganku.


Setelah aku terus mendesaknya dan sudah memaksa tuan Jenson sembari terus menerus menarik tangannya dengan paksa, akhirnya tuan Jenson pun mau angkat bicara dan mencoba untuk menjelaskannya kepadaku, aku merasa sangat senang karena akhirnya dia mau menjelaskan semuanya kepadaku, sebuah senyum kecil aku pancarkan kepadanya dan langsung saja tuan Jenson mulai menyuruhku untuk diam sebab dia mau mulai bercerita kepadaku saat itu.


"Aishh..iya iya, aku akan ceritakan semuanya, kau diam dulu dan berhenti terus menarik kemejaku, kau ini seperti macan saja!" Bentak tuan Jenson sambil menarik tangannya dariku dengan cepat, aku hanya bisa tersenyum kecil kepadanya sembari memasang wajah menyedihkan agar tuan Jenson bisa benar-benar menceritakan semuanya kepadaku dengan jujur.


Sampai akhirnya tuan Jenson benar-benar bisa menceritakan semuanya kepadaku, aku pun tahu jika ternyata tuan Jenson sama sekali tidak menyakiti kakakku, dia bisa menyelamatkan Rasya dengan rencana cerdik yang dia miliki dalam kepalanya itu, aku benar-benar terpukau dengan apa yang dia lakukan, dia mampu untuk bersikap bijaksana dan bisa menjadi pria yang tegas dalam situasi yang sangat diperlukan seperti saat ini.


"Begitu, jadi dia baik-baik saja sekarang atau mungkin kini dendamnya kepadamu akan semakin besar, karena dia tahu bahwa pria itu di selamatkan olehku, meski dia tidak tahu wajahku, tetap saja dia pasti tidak akan tinggal diam dan kau harus lebih berhati-hati lagi, apa kau mengerti." Ucap tuan Jenson sembari memegangi kedua tanganku dan mengusapnya dengan erat, aku pun langsung mengangguk kepadanya dengan cepat.

__ADS_1


"Eumm aku mengerti, aku janji aku tidak akan pernah membuat kamu cemas, aku akan selalu menjaga diriku dan tetap di rumah jika tidak ada kepentingan apapun, aku juga akan selalu mengabari kamu kemanapun aku akan pergi, jadi kamu jangan cemas ya." Balasku kepadanya sambil memeluk tuan Jenson dari samping dia juga mengelus kepalaku lagi dengan lembut, aku senang dia bisa memperlakukan aku dengan sangat baik seperti itu, setidaknya aku mengerti bahwa tuan Jenson benar-benar menyayangi aku dan dia bisa melindungi aku dengan segenap tenaganya.


"Iya aku percaya denganmu, aku juga akan selalu ada untukmu kapanpun kamu membutuhkan aku." Balas tuan Jenson kepadaku dan mempererat pelukannya saat itu.


Sampai tidak lama tiba-tiba saja suara deheman dari belakang terdengar cukup nyaring membuat aku dan tuan Jenson segera saling mendorong dan menjaga jarak aman satu sama lain, ternyata orang yang berdehem tadi adalah Rasya dengan Nayla, mereka rupanya sudah selesai dan baru saja kembali kesana saat itu, tapi malah melihat aku dan tuan Jenson berpelukan, itu sangat memalukan bagiku membuat pipiku terasa sangat panas dan memarah padam, aku tidak tahu bagaimana harus menghadapinya saat ini.


"Ekm..." Suara Nayla menyandarkan ku saat itu.


"Ehh, Nayla Rasya, kalian sudah selesai ya, ayo silahkan duduk." Ucapku segera membenarkan pakaianku dan mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di salah satu sofa yang berhadapan dengan tempatku duduk bersama tuan Jenson kala itu.


Aku juga memanggil salah satu pelayan agar bisa menyajikan makanan serta minuman bagi mereka, dan kami mulai mengobrol tentang rencana apa yang akan kami buat bersama untuk ke depannya, ini bukan pembahasan untuk menyelamatkan seseorang lagi tetapi ini demi menyelamatkan semua yang seharusnya mereka miliki. Rasya juga mengakui sesuatu yang selama ini dia sembunyikan kepada kami semua bahkan tidak diketahui oleh Nayla selaku istri sahnya sendiri.


Dan rahasia yang diungkapkan oleh Rasya sangatlah mengagetkan kita semua yang mendengarkannya.


Terutama Nayla yang belum apa-apa dia sudah nampak panik dan menunjukkan wajah tidak senangnya terhadap Rasya, dia juga menjadi orang yang paling penasaran dengan apa yang ingin diakui oleh Rasya diantara kami yang ada disini.


"Apa, kamu punya rahasia apa sayang, kenapa kamu tidak pernah mengatakannya kepadaku jika kamu punya rahasia?" Tanya Nayla terlihat sudah tidak senang.


Rasya berusaha untuk menenangkannya dan dia terus saja memegangi tangan Nayla dengan lembut, berusaha untuk menenangkan dia agar tidak lebih dulu kesal seperti itu disaat dia yang bahkan belum mengatakan sedikit pun tentang rahasianya itu.


"Sayang dengarkan aku dahulu, ini bukan rahasia yang terlalu penting, aku juga tidak ingin membuat kamu banyak pikiran jika aku mengatakan semua ini kepadamu, jadi aku akan mengatakannya di hadapan kalian semua saat ini, awalnya aku juga sudah berniat untuk mengatakannya denganmu, tapi bisa mengatakan semuanya di hadapan orang yang telah menyelamatkan aku itu juga hal penting demi keselamatan kita ke depannya." Balas Rasya lagi yang membuat Nayla mempercayai dia saat itu juga.


Nayla pun bisa menjadi lebih tenang bahkan jauh lebih santai dibanding tatapan mata dia yang sangat kaget sebelumnya, jadi saat ini cerita itu pun segera di mulai.

__ADS_1


"Begini tuan Jenson, Ros dan kau sayang, sebenarnya yang menjadi alasan utama aku bisa masuk ke dalam penjara itu adalah diriku sendiri, Desi yang menawarkan perjanjian kepadaku dan dia terus saja membuat aku merasa sangat bersalah atas hal curang yang telah aku lakukan kepada tuan Jenson sebelumnya, tapi aku tidak ada pilihan lain lagi saat itu, aku melakukannya untuk membangun butik bagi istri kesayanganku, dia sangat menginginkan butik yang cantik dan indah, dan aku ingin mewujudkan keinginan dia dengan cepat, jadi terpaksa aku menyetujui kesepakatan dengan Desi, untuk membantu dia menggagalkan Ros dalam testingnya di beberapa stasiun tv." Jelas Rasya yang sangat mengagetkan semua orang terutama aku dan Nayla, kami berdua tidak habis pikir jika ternyata Rasya bisa berbuat sejahat itu dan begitu jauh dengan karakteristik dia yang sebelumnya sangat baik dan memiliki pemikiran yang bagus sekali.


Nayla membelalak matanya dan mengerutkan kedua alisnya dengan sangat kuat dia tidak menduga jika ternyata uang yang digunakan untuk membuat butik adalah uang yang dihasilkan dari kerjasama kotor antara suaminya dengan wanit jahat seperti Desi, dan Nayla benar-benar tidak habis pikir kepada Rasya mau maunya menjadi kaki tangan Desi seperti itu padahal sejak dulu dia yang paling tahu siapa Desi bagi Ros.


"Aku tidak menduga kamu bisa bekerjasama dengan wanita jahat seperti dia, terlebih di belakang aku, apa lagi yang kamu sembunyikan selama ini Rasya." Ucap Nayla yang langsung saku tenangkan, karena aku mengerti menjadi dia memanglah sangat sulit tapi aku juga belum mendengar semua penjelasan dari Rasya seutuhnya jadi aku pikir kita harus mendengarkan semua penjelasan yang dia berikan dengan jelas terlebih dahulu baru dapat menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Rasya bisa tergiur dengan kerjasama tersebut.


"Nay sudah Nay, kamu harus tenang dulu biarkan Rsya menjelaskan semuanya dahulu baru kita dapat menyimpulkan semuanya, jagan emosi dulu, oke. Kamu percaya kan Rasya bukan orang jahat dia tidak akan melakukan hal seperti itu tanpa alasan yang jelas." Ucapku sembari memegangi kedua tangan Nayla dan terus mengusap pundaknya dengan lembut beberapa kali saat itu.


Untungnya Nayla mau bersabar dan dia mau mendengarkan apa yang aku katakan dengannya, dia mulai mengambil nafas panjang dan membuangnya perlahan, dia berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dan tuan Jenson mulai meminta Rasya untuk kembali menjelaskan lagi apa yang belum selesai dia utarakan saat itu.


"Aku lanjutkan ucapanmu tadi, apa alasan lain yang membuatmu harus memilih bekerjasama dengan wanita kejam seperti dia?" Tanya tuan Jenson sangat serius dengan tatapan mata yang dia sipit kan kala itu.


Rasya nampak tertunduk dengan lesu, aku mengerti apa yang dia rasakan saat ini, dia mungkin bingung, takut dan tertekan, tapi aku juga tidak bisa menyalahkannya lagi pula dia sudah mau berkata jujur kepada kita semua saat ini dan apa yang terjadi juga sudah berlalu tidak akan bisa kita rumah dan kita ulangi lagi, jadi menurutku ada baiknya jika sekarang membiarkan Rasya berubah dan memberi dia kesempatan kedua, sebab aku sudah sangat mengenalnya dia bukan orang jahat sama sekali.


"Rasya ayo katakan, aku tahu kamu tidak mungkin bekerjasama dengan Desi hanya untuk membangun sebuah butik saja, karena aku tahu kamu juga sudah sukses saat aku pertama kali kembali ke negara ini bukan, tidak mungkin jika kamu tidak memiliki uang sama sekali." Ucapku kepadanya dan langsung dianggukkan oleh Rasya dengan cepat.


"Kamu benar Ros, tapi semua itu tidak cukup, aku memiliki banyak hutang, karena aku benar-benar memulai bisnisku dari nol, aku sudah mengkorupsi biaya projek pembangunan dari perusahaan tuan Jenson, dan aku...aku juga masih harus membiayai kamu dan Teguh yang tiba-tiba saja datang, aku tidak mungkin menelantarkan kamu, aku ada uang tapi itu tidak cukup, perusahaan ku juga tidak stabil, aku bingung mau mencari uang tambahan kemana lagi, hingga tiba-tiba saja aku bertemu dengan Desi dan dia mengajakku untuk bekerjasama dengan syarat aku bisa memastikan kalau kau tidak akan pernah kembali ke dunia hiburan lagi, itu juga alasan kenapa aku mendukungmu saat bekerja di butik dengan istriku." Balas Rasya membongkar semuanya dengan sangat jelas dan berhasil membuat aku terharu sambil menutup mulut mendengarnya, aku tidak menduga jika ternyata dia terjebak dengan Desi karena adanya aku juga.


Aku benar-benar merasa sangat tidak enak hati kepada Nayla dan Rasya seketika aku menjadi terdiam membisu dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, aku hanya bisa terdiam mematung dengan mata yang berkaca-kaca saat itu, rasanya ini begitu menyakitkan untukku.


"Ja..ja..jadi, jadi kamu melakukan semua itu karena aku juga? Aku aku benar-benar minta maaf ya, Nayla, aku tidak bermaksud membebani kalian berdua, aku mohon tolong maafkan aku, kalian selama ini begitu baik sama aku dan mau merwatku juga Teguh, aku janji aku akan selalu membantu kalian apapun yang terjadi, kita akan menjadi keluarga selamanya." Ucapku kepada Nayla dan terus menatap pada Rasya bergantian, aku benar-benar merasa sangat terharu dengan kebaikan yang sudah mereka lakukan untukku, terutama apa yang sudah Rasya korbankan demi menghidupi sahabat dan istrinya bahkan anakku Teguh.


Nayla juga berkaca-kaca saat mendengar itu, dia langsung memeluk Rasya dengan penuh rasa sayang, dia terus merasa begitu terharu sekaligus merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan kepada suaminya itu beberapa saat yang lalu, dimana Nayla malah mengedepankan emosi dia tanpa pikir panjang terlebih dahulu, tapi kini dia dapat memahami semuanya dan tidak mempermasalahkan semua itu lagi karena dia merasa sudah sangat percaya kepada suaminya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2