Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Sangat Kaget


__ADS_3

Sampai di ke esokan paginya, Ros bangun lebih dulu dan dia mendapati dirinya sendiri yang tengah memeluk tuan Jenson di sampingnya, juga kepalanya yang tidur di atas tangan tuan Jenson.


"Eumm.... Kenapa gulingku jadi besar begini?" Gerutuku yang masih belum menyadari sesuatu yang janggal.


Ku buka mata dengan perlahan dan menatap ke depan, betapa kagetnya aku saat sadar rupanya sesuatu yang semalaman aku peluk adalah tubuh tuan Jenson, dan aku berada begitu dekat dalam dekapannya, langsung saja aku berteriak sangat kencang saking kagetnya melihat hal tersebut, bahkan aku langsung terperanjat bangkit dari ranjang dan menendang tubuh tuan Jenson dengan kuat.


Namun sialnya bukan tubuh dia yang jatuh ke lantai tetapi malah aku yang terhempas ke belakang dan jatuh tersungkur sangat kuat.


"Aaarrkkk...bruk!" Suara teriakkan ku di pagi hari yang sangat kencang.


Tuan Jenson juga langsung terbangun karena mendengar teriakkan dariku, dia bangkit dengan perlahan dan malah menertawakan aku dengan begitu puas.


"Ehh, kenapa kau ada dibawah, ahahaha... Kau jatuh ya?" Ucap dia menertawakan aku sangat puas.


Sudah tahu dia melihat aku tersungkur di lantai, sambil meringis kesakitan memegangi bagian belakangku yang terasa sakit, tapi dengan begitu santainya dia malah bertanya apa aku terjatuh, hal itu membuat aku sangat membenci dia bahkan lebih besar dibandingkan sebelumnya.


"Aishh... Apa kau buta, sudah tahu aku jatuh masih saja bertanya begitu, dan berhenti tertawan dengan lebar!" Teriakku membentak dia dengan sangat kencang.


Dia pun langsung berhenti tertawa dan langsung saja diam sambil kembali merebahkan tubuhnya di kasur miliki ku, menarik selimut sampai ke dadanya dan malah kembali tertidur dengan begitu santai.

__ADS_1


Aku mengerutkan kedua alisku sangat kuat, benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di kepalanya, sampai dia bisa terus bersikap begitu tidak peduli dengan sekitarnya seperti ini.


Langsung aku hampiri dia dan menarik selimut milikku dengan kasar juga dengan sekuat tenagaku, agar dia tidak kembali tidur di ranjang kesayanganku ini.


"Eee ....e...ehh.. ngapain kau tidur lagi, cepat pergi dari sini, apa kau tidak sadar ini kamarku, kenapa kau tidur disini?" Bentakku sambil terus menariknya sangat kuat.


Pada awalnya aku pikir dia tidak sadar jika dirinya tidur di kamarku, makanya dia terlihat sangat santai tapi sialnya saat aku sudah memberitahu dia tetap saja tuan Jenson yang menyebalkan itu malah terlihat tidak perduli dan semakin santai.


"Aahh.. aku sudah tahu, ini akhir pekan biarkan aku tidur lagi, aku sangat lelah." Ucap tuan Jenson begitu saja.


Tentu aku semakin kaget dan terus berkacak pinggang di samping ranjang dan langsung saja mengambil air yang ada diatas meja lalu menyiramkannya pada wajah tuan Jenson, hingga dia mau bangun dari kasurku tersebut.


"Aku tahu siapa anda, kau tuan Jenson yang terhormat, CEO perusahaan besar di pusat kota yang merenggut kesucianku dan tidak menganggap anaknya sendiri, tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah dia lakukan kepadaku dan kini kembali membawa segudang kekacauan dalam hidupku, ingin mengambil putraku secara paksa dengan cara murahan seperti ini!" Balasku mengatakan semua hal tentang dia yang aku ketahui dan semuanya menyakitkan bagiku.


Mendengar jawaban dariku, seketika tuan Jenson yang sebelumnya memberikan tatapan tajam juga begitu marah, kini dia langsung terdiam membisu, mematung menatapku dengan tatapan cukup sayu, hembusan nafas kecil dari hidungnya mulai terdengar, hingga dia segera bangkit dari ranjangku kemudian mengambil jasnya yang tergantung di balik pintu lalu berpamitan pergi kepadaku begitu saja.


"Hahaha.. baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi, terimakasih atas tumpangannya malam ini." Ucap dia begitu saja hanya dengan melirikku menggunakan ujung matanya saja.


Aku lega dia telah pergi dari rumahku, dan terus saja menggerutu kesal karena malah kembali tidur dengan pria yang sangat aku benci di dunia ini.

__ADS_1


"Aaarrkkk... Kenapa sih pria itu bisa tiba-tiba tidur di kamarku?" Gerutuku sangat kesal.


Segera aku membersihkan diri dan keluar untuk memeriksa Teguh, namun ternyata saat itu Teguh masih tertidur dengan begitu lelap di kamarnya, aku tidak tega untuk membangunkan anak kecil yang tampan itu.


"Ternyata masih tidur, dia pasti sangat kelelahan karena semalam, ahh mamah tidak akan pernah membiarkan tuan Jenson mendekatimu lagi sayang, mamah janji." Ucapku begitu saja di balik pintu kamar putraku.


Sambil menunggu Teguh bangun, aku menyiapkan sarapan untuknya, memasak menu makanan kesukaan Teguh yang sudah lama tidak aku buatkan untuknya.


...****************...


Sedangkan disisi lain tuan Jenson sendiri segera pulang ke kediamannya, bertemu dengan Roy, dua orang itu duduk bersampingan di kursi santai yang ada di samping kolam berenang di rumah tuan Jenson.


Sambil menikmati segelas minuman dingin mereka mulai mengobrol membicarakan mengenai rencana selanjutnya yang harus mereka pikirkan agar bisa merebut Teguh dari Ros. Sebab mau bagaimana pun tuan Jenson sangat menginginkan putranya, anak dari benihnya sendiri yang bisa meneruskan perusahaan dan semua bisnisnya dimasa depan, terlebih dia juga sudah memberitahu sang nenek mengenai semua situasi yang tengah terjadi, dia harus mempertemukan mereka dalam waktu yang cepat, atau jika tidak, mungkin dia akan tetap menjadi pria tua yang tidak memiliki pendamping selamanya.


"Tuan ada apa anda menyuruh saya datang di akhir pekan seperti ini?" Tanya Roy dengan wajah yang cemberut karena dia tidak senang jika hari liburnya justru tetap dihabiskan dengan bosnya sendiri.


"CK... Jangan memasang wajah menyebalkan itu, atau aku akan memecatmu!" Ancam tuan Jenson yang seketika membuat Roy merinding ketakutan.


"Dasar kau, sedikit-sedikit mengancamku, sudah cepat katakan apa yang mengganggu pikiran seorang tuan Jenson sampai harus menyuruhku datang menemuinya di akhir pekan yang cerah ini?" Balas Roy kembali pada topik utamanya.

__ADS_1


"Apa kau sudah menemukan identitas asli wanita itu? Selain dia selebritis terkenal kau harus mencaritahu apa yang dia butuhkan, agar aku bisa menjadi pahlawan untuknya dan dia bisa memberikan putranya itu kepadaku." Ucap tuan Jenson kepada Roy.


__ADS_2