Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Bersama Seutuhnya


__ADS_3

Sampai tiba-tiba saja tuan Jenson kembali melakukan hal yang sama dengan apa yang pernah dia lakukan kepadaku beberapa hari yang lalu, dia terus mendekati wajahku dan langsung saja mengecup bibirku beberapa kali membuat ucapanku terbata-bata dibuatnya.


"Muach..ahhh tuan apa yang kau lakukan muach..tuan muach...hentikan!" Ucapku kepadanya sangat kencang.


"Aku menyukaimu Ros, aku akui itu, sejak dulu aku sudah tertarik denganmu bahkan di malam pertama kita melakukannya, aku juga tidak diam aku terus mencarimu, tapi kau sulit sekali untuk aku temukan, aku di sibukkan untuk memperbesar perusahaan, tapi kau sudah menghilang dengan begitu cepatnya, aku juga tahu bahwa kau telah mengandung putraku, aku tau semua itu karena aku selalu meminta anak buahku untuk mencarimu, tapi sayangnya di hari kau melahirkan aku juga terlambat, aku benar-benar..." Ucap tuan Jenson langsung saja aku hentikan dengan memberikan sebuah ciuman kepadanya sebagai balasan dari apa yang dia lakukan kepadaku sebelumnya.


Tuan Jenson yang mendapatkan kecupan dariku dia langsung berhenti bicara dan terus menatap ke arahku dengan kedua mata yang terbuka sangat lebar, seakan dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia terima.


"Ros kau?" Ucapnya penuh dengan kebingungan saat itu.


Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil, karena hanya dengan mendengar sedikit penjelasan darinya aku sudah yakin dan tahu bahwa tuan Jenson memang orang yang bertanggung jawab, mungkin hanya ke salahpahaman saja diantara kami berdua selama ini, karena komunikasi yang buruk dan jarak yang terlalu jauh, maka hal seperti ini harus kami lewati dengan penuh keberanian dan ujian yang begitu keras.


"Aku percaya denganmu tuan, aku juga selalu menunggumu untuk menemuiku, karena aku ingin Teguh mengenal ayahnya meski aku selalu mengatakan bahwa aku membencimu, bagaimana pun kau tetaplah ayahnya." Balasku kepadanya yang mendapat senyuman lebar dari tuan Jenson saat itu.

__ADS_1


"Ros apa aku boleh melakukannya sekarang padamu? Sejujurnya sejak tadi aku sudah tidak tahan." Balas tuan Jenson yang terus saja membuat wajahku langsung tersipu dengan kedua pipi yang mulai merona.


Aku pun mengangguk pelan dan tuan Jenson terus melanjutkan aksinya yang terhambat sebelumnya, dia benar-benar melakukan semuanya dengan lembut dan sangat lihai, jauh lebih baik dibandingkan apa yang pernah dia lakukan sebelumnya denganku, aku akhirnya benar-benar bisa bersama dengan tuan Jenson, menjadi satu dan benar-benar terikat sebagai suami istri yang nyata, bukan lagi karena kontrak atau kesepakatan yang saling menguntungkan satu sama lain, tetapi untuk mencapai tujuan dan kebahagiaan bersama.


Malam itu pada akhirnya menjadi malah yang indah, malam yang tidak pernah terbayangkan olehku jika hal seperti ini akan aku rasakan lagi, hanya bedanya saat ini kami melakukannya dengan kesepakatan bersama dan adanya cinta diantara kami berdua, belaian tangan tuan Jenson yang menyusuri tubuhku terasa sangat hangat dan menyenangkan, aku bisa merasakan kelembutan dan ketulusan cintanya padaku dan kini aku telah benar-benar menyerahkan seluruh hidupku padanya, dan aku sudah memutuskan bahwa dia akan menjadi satu-satunya pria yang menjadi duniaku.


Hingga ke esokan paginya aku bangun dari tidurku yang begitu lelap malam ini, rasanya sangat enggan sekali mataku untuk terbuka, karena sekujur tubuhku terasa sangat sakit, terlebih bagian bawah miliku sangat ngilu, aku belum sadar jika semalam sudah melakukan hal yang menyenangkan dengan tuan Jenson, hingga saat aku mulai membuka mataku aku sangat kaget ketika melihat tuan Jenson memeluk tubuhku dengan begitu erat dan langsung saja aku tersadar dengan cepat.


"Aahhh astaga... Bagaimana aku lupa, semalam aku sudah melakukannya dengan tuan Jenson, aaahhhh memalukan sekali bagaimana aku menghadapinya sekarang?" Gerutuku pelan dan terus saja merasa sangat kebingungan.


Ros sungguh tidak bisa berkata-kata apapun lagi dan hanya bisa diam saja tanpa bisa melakukan apapun, hanya sebuah senyum kecil yang mulai tergambar dengan sedikit demi sedikit dari wajahku saat itu, rasanya benar-benar sangat senang tatkala bisa merasakan kasih sayang dari orang yang juga kita sayangi, aku pun terus saja kembali menutup mataku lagi, tapi sayangnya baru juga aku menutup mataku suara ketukan pintu terdengar dari luar begitu kencang berkali-kali, dan suara teriakkan Teguh mulai terdengar sangat jelas memanggil tuan Jenson dan aku saat itu.


"Tok....tok.... Ibu, ibu apa kau ada di dalam....ayah buka pintunya tok...tok..tok!" Suara ketukan pintu yang kuat dan teriakannya yang sangat kencang.

__ADS_1


Mataku kembali langsung terbuka dengan lebar dan terus saja aku mulai membangunkan tuan Jenson dengan pelan.


"Tuan...tuan..bangun, tuan lepaskan aku." Ucapku kepadanya hingga dia mulai membuka matanya dan mulai tersenyum lagi kepadaku.


"Ada apa, aku tidak akan berangkat kerja hari ini, aku mau denganmu saja." Ucap tuan Jenson kepadaku yang langsung saja aku balas lagi.


"Bukan itu tuan, tapi Teguh dia di luar menungguku, dia pasti akan minta sarapan aku harus memasak untuknya." Balasku menjelaskan kepadanya.


Tuan Jenson pun terus saja terlihat merubah ekspresi di wajahnya menjadi sedikit kesal dia mulai melepaskan pelukannya dari tubuhku, membuat aku segera pergi lebih dulu dan menghampiri Teguh dengan cepat setelah aku membersihkan diri di kamar mandi.


Saat aku membuka pintu rupanya Teguh sudah tidak ada di depan kamar dan saat aku mencarinya Teguh sudah duduk di depan meja makan dengan wajah cemberut dan kedua alis yang dia kerutkan dengan sangat kuat, menatap tajam denganku dan mulai bicara sangat tajam. "Ibu kenapa kau baru bangun, tidak biasanya kau bangun lebih dulu daripada aku, kenapa sekarang bangun se siang ini?" Tanya Teguh kepadaku dengan sangat tajam.


Aku hanya bisa membalasnya dengan sebuah senyuman kecil dan terus saja mendekati dia sambil mengusap kepalanya dengan pelan, dan mulai membuat alasan yang logis kepadanya. "Aahh.. ibu hanya lelah saja makanya ibu bangun kesiangan, maaf ya sayang, tapi kamu tenang saja sebagai balasannya hari ini ibu akan masak makanan yang banyak untukku, kamu mau makan apa biar ibu buatkan untukmu." Ucapku membujuk Teguh agar dia tidak marah, tetapi untungnya Teguh hanya meminta nasi goreng saja yang sangat mudah untuk aku buatkan.

__ADS_1


"Aku hanya ingin nasi goreng yang biasa ibu buatkan, aku sudah sangat rindu untuk memakannya, yang cepat ya bu, perutku sudah terus bersuara sangat kencang sedari tadi." Ucapnya yang langsung aku anggukan dengan cepat.


"Iya sayang, tunggu sebentar ya." Balasku dengannya.


__ADS_2