Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Memberikan Semangat


__ADS_3

Tuan Jenson terus menarik tanganku dan membawa aku ke dalam salah satu ruang ganti yang ada di tempat tersebut dan dia langsung menutup pintunya sangat rapat, aku bahkan mulai merasa takut dan cemas karena melihat pandangan matanya yang begitu lekat dan tajam kepadaku.


"Tuan apa yang sebenarnya mau kau lakukan padaku? Aku kan sudah bilang sejak awal, aku tidak bisa kembali menjadi aktris, aku tidak bisa. Semuanya sudah banyak yang berubah sekarang." Ucapku kepadanya dengan terus menunduk lesu dan menghembuskan nafas begitu lemah.


"Aishh... Apa kau mau terus mengeluh seperti ini dan menjadi lemah? Apa kau sungguh tidak mau membalaskan dendam atas semua rasa sakit yang kau derita di masa lalu? Apa kau tidak ingin merebut kembali hak yang seharusnya menjadi milikmu?" Ucap dia bertanya seperti itu dengan sangat kuat padaku.


Aku hanya bisa diam saja, bukannya tidak ingin, tapi aku sudah tahu kemungkinan besar orang yang menjebakku di lima tahun yang lalu adalah saudaraku sendiri, lalu bagaimana mungkin aku akan menghadapinya.


"Aku ingin, aku sangat ingin kembali mengejar mimpiku, aku sangat mencintaimu profesiku saat itu, aku cinta para penggemarku, aku ingin bermain peran lagi atau bernyanyi di depan banyak orang, diatas panggung yang megah, tapi pernahkan kau berpikir bagaimana dengan Teguh? Dengan saudara perempuanku atau dengan semua rumor yang suda terlanjur tersebar? Namaku sudah terlanjur tercoreng, bagaimana aku bisa mengembalikannya?" Balasku dengan lantang pada tuan Jenson saat itu.


Terlihat tuan Jenson yang mengurut keningnya dan dia langsung memegangi kedua pundakku dengan begitu erat saat itu, dia terlihat menatapku semakin serius dan terus saja mendekatkan wajahnya dengan wajahku, aku tidak tahu apa yang mau dia lakukan padaku saat itu, tapi saat dia semakin dekat denganku, aku mulai merasakan pacuan jantungku yang berdecak semakin kencang, hingga tiba-tiba saja tuan Jenson langsung menjentikkan jarinya pada jidatku cukup kuat sekali, hingga membuat aku merasakan sakit di dahiku.

__ADS_1


"Peletak!" Satu jentiknya yang sangat sakit.


"Adududuh....tuan kenapa kau menjentik keningku? Aduhh..ini sakit sekali." Ringisku sambil terus saja mengusap keningku yang memerah saat itu.


"Sakit bukan, itulah kenapa aku menyadarkanmu, kau mau menyakiti dirimu sendiri hanya demi orang yang sudah membuat masa depanmu hancur seperti ini dan kau tahu Teguh sama sekali tidak akan senang melihat semua ini, aku yang akan melindunginya sekarang, aku akan menjaga kalian berdua, dan kau hanya perlu melakukan apapun yang kau inginkan." Ucap tuan Jenson membuat aku membelalakkan kedua mataku dengan sangat lebar.


Entah kenapa rasanya jantungku terus saja berdetak semakin kencang dan sulit untuk aku kendalikan disaat aku mendengar ucapan dari tuan Jenson yang mengatakan bahwa dia akan menjagaku, aku terus saja diam mematung dan tidak bisa berkata-kata lagi saat itu, dia terus meyakinkan aku untuk kembali pada apa yang seharusnya aku perjuangkan sejak dulu, tapi aku sendiri tidak yakin apa diriku mampu melewatinya atau tidak.


Tapi kini karena mendengar ucapan darinya, aku merasa jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.


"Hei, kenapa kau terus menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan otakmu setelah aku membentak mu barusan?" Ucap tuan Jenson kepadaku.

__ADS_1


Aku langsung saja tersenyum kepadanya dan langsung memeluknya saat itu juga, aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku kepadanya, karena berkat bentakkan dan dukungan yang kuat darinya aku mulai tersadar bahwa aku memang tidak bisa terus mengalah seperti ini dari Desi dan terus membiarkan dia merebut semua milikku, sekalipun dia saudara perempuanku sendiri, aku hanya ingin menyadarkannya, karena aku sangat mencintai saudaraku sendiri, aku ingin aku dan Desi bisa kembali seperti dulu lagi, bukan bermusuhan dan saling mengalahkan seperti saat ini.


"Terimakasih tuan, sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku akan kembali ke dunia hiburan dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku sejak lama, aku akan lebih semangat lagi, lihatlah aku akan segera menjadi bintang, seperti yang kau harapkan." Ucapku kepadanya setelah memeluk dia sesaat dan langsung saja keluar lebih dulu meninggalkannya disana.


Aku sangat senang sekali hari ini, bak mendapatkan transfer energi yang begitu besar, aku langsung berganti pakaian dan memilih kostum sendiri yang menurutku lebih nyaman untuk aku gunakan dan lebih cocok di tubuhku, mulai kembali membaca skrip yang sudah di siapkan dan kembali memulai rekamannya dengan penuh semangat dan mengesampingkan rasa canggung dalam diriku setelah berhenti dalam semua dunia hiburan selama lima tahun lamanya.


Sedangkan tuan Jenson sendiri justru masih saja terdiam di dalam ruang ganti sebelumnya, dia berdiri dengan memegangi dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berpacu sangat kencang, sampai jam digital yang dia gunakan untuk mengontrol detak jantungnya itu mulai mengeluarkan suara dan menunjukkan bahwa detak jantungnya melebihi kadar normal orang biasa, membuat tuan Jenson merasa sangat terperangah kaget dibuatnya.


"Aishh...ada apa dengan jantungku ini, aahh aku harus memeriksanya ke dokter dengan segera, tidak mungkin pengusaha muda sepertiku memiliki kejanggalan pada jantung kan?" Gerutu tuan Jenson sambil segera bergegas pergi dari sana.


Saat keluar dari ruangan itu, tuan Jenson dihampiri oleh Roy, untuk membahas mengenai pembuatan proyek film terbaru yang bekerjasama dengan salah satu penulis terkenal belakangan ini, filmnya itu sebuah film bergenre romantis yang menceritakan tentang kisah perjuangan cinta dua orang kekasih yang harus di pisahkan karena jarak dan garis keturunan yang berbeda.

__ADS_1


Cerita tersebut sangat terkenal di kalangan masyarakat akhir-akhir ini dan sudah dibuat dalam bentuk buku cetak, sehingga Roy mulai menawarkan kepada tuan Jenson untuk memproduksi ceria tersebut dan mengangkatnya menjadi sebuah film yang bisa memberikan keuntungan besar bagi perusahaan mereka ke depannya, sekaligus bisa mengalahkan persaingan ketat diantara perusahaan milik tuan Jenson tersebut dengan perusahaan entertainment yang di pimpin oleh Mike, musuh bebuyutan perusahaan G. Entertainment sejak beberapa tahun yang lalu.


Kedua perusahaan itu sering kali dianggap rival karena mereka berdua memimpin pasar saham dan selalu menciptakan tontonan yang sangat objektif dan menarik untuk dinikmati para penggemar di luar sana, tetapi bedanya perusahaan yang di pimpin oleh Mike adalah sebuah agensi besar yang menumbuhkan banyak selebritis terkenal dalam bidang tarik suara dan seni peran.


__ADS_2