
Semuanya kembali sukses dan tibalah momen dimana aku harus beradu peran dengan Desi, karena disini aku mendapatkan peran sebagai adik tirinya Desi, untuk pertama kalinya aku beradu peran dengan kakak kandung sendiri yang selama ini aku impikan namun sayangnya Desi tidak pernah menginginkan hal yang sama denganku dan dia selalu tidak menyukai aku sekarang ini, membuat aku sangat hingga untuk bertindak kepada-nya, dan sulit bagiku untuk marah apalagi membentak kakakku sendiri.
Tapi karena ini kepentingan syuting film yang tidak dapat aku hindari, aku pun tetap mencoba dan memberanikan diri untuk tumbuh menjadi orang jahat sama persis dengan apa yang ada dalam cerita tersebut, aku mulai membentuk Desi dan terus mengancamnya sesuai dengan dialog yang ada, Desi juga memerankan perannya sangat cantik, meski aku tahu bahwa sebenarnya dia tengah menahan sakit lebam di sekujur tubuhnya itu.
Tapi yang membuat aku kaget dan tidak menduga adalah ketika sang sutradara mengatakan break, karena semua syuting telah selesai dan tidak ada kendala apapun hari ini tiba-tiba saja Desi menghampiri aku dan saat itu aku merasa sangat senang karena ku pikir dia mungkin merindukan diriku juga dan ingin mengobrol padaku, tapi saat aku tersenyum menyambutnya dan berniat ingin memeluk dia, kak Desi malah mendekatkan bibirnya ke telingaku dan membisikkan sesuatu yang sangat menusuk hatiku dan tidak pernah aku duga perkataan itu akan keluar dari mulut kakak tercintaku.
"Kakak aku sangat me..." Ucapku yang tidak sampai selesai saat itu.
"Bodoh kau tahu akulah orang yang sudah berbohong kepada Mike kalau kau yang melukai aku semalam dengan anak buahmu, dan satu lagi akulah yang membuat akun fake untuk menghujatmu dan menghapus semua komen dukungan dari fansmu, aku juga yang sengaja menjebak kau tidur dengan om-om buncit di hotel saat itu, sayangnya aku salah sasaran tapi setidaknya kau mendapatkan pria muda bukan, apa kau sudah punya anak darinya? Bagaimana obatnya manjur bukan?" Bisik kak Desi pada telingaku yang langsung membuat aku diam mematung dengan tatapan kosong dan sama sekali tidak tahu harus berbuat apa saat itu, kak Desi hanya tersenyum sinis dengan ujung bibirnya yang terangkat sebelah laku berdecak dan pergi meninggalkan aku begitu saja.
__ADS_1
"CK dasar lemah." Ucapan terakhir yang dia berikan kepadaku.
Aku pun langsung menjatuhkan diriku sendiri dengan mata yang mulai berkaca-kaca hingga Moris berlari menghampiri aku dan menanyakan apa yang sudah terjadi kepadaku saat itu.
"Ya ampun Ros...Rosa kenapa kau duduk di tanah begini, apa kau sakit? Rosa kau kenapa diam saja, kenapa menangis?" Tanya Moris yang kebingungan dan panik sendiri saat itu, dia sampai berteriak memanggil dia bodyguard ku dan menyuruh mereka untuk membawa aku pulang saat itu karena Moris takut sesuatu yang buruk terjadi kepadaku.
"Hei kalian berdua cepat bawa Rosa pulang sepertinya dia tidak baik-baik saja, aku tidak tahu kenapa dia menangis tapi tadi ku lihat dia bicara dengan senior Desi, mungkin dia mengatakan ucapan kasar atau apapun yang membuat Ros seperti ini, cepat kau bawa saja dia pulang untuk menenangkan dirinya." Ucap Moris yang langsung dianggukkan oleh kedua bodyguard tersebut.
"Tuhan kenapa? Kenapa kak Desi melakukan semua itu denganku, apa dia benar-benar membenci aku selama ini? Kesalahan apa yang sudah aku lakukan kepadanya hingga dia dapat membenci aku sampai sebesar itu." Batinku terus saja berusaha untuk bertanya-tanya dengan diriku sendiri dan penuh dengan keheranan tiada jawaban.
__ADS_1
Kedua bodyguard yang duduk di kursi depan terus saja merasa cemas dan berkali-kali memerhatikan wajah serta kondisi Ros yang duduk di kursi belakangnya dengan tatapan mata kosong yang terus saja melamun dengan air mata mengalir keluar membasahi pipinya, mereka berdua tentu saja merasa cemas dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan saat itu. "Nona apa anda baik-baik saja?" Tanya salah satu bodyguard tersebut memberanikan diri untuk bertanya kondisinya.
"Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan apapun." Balasku kepadanya dan langsung menghapus sisa air mata yang ada di pipiku saat itu.
Aku tidak mau membuat tuan Jenson, Nayla ataupun Rasya melihat kondisi wajahku yang seperti ini jadi aku pun meminta pada dua bodyguard tadi agar tidak mengantarkan aku langsung pulang ke mension, karena aku ingin menyembunyikan dahulu semua ini dari mereka, aku harus mendinginkan kepalaku dahulu dan berusaha untuk menenangkan diri sebelum aku pulang dan akan mencemaskan orang lain nantinya.
"Bisakah kita pergi ke tempat yang tenang dahulu sebelum pulang?" Ucapku kepada-nya.
"Tapi nona bagaimana jika nanti tuan Jenson menanyakan anda yang belum pulang?" Ucap mereka kepadaku saat itu.
__ADS_1
"Tenang saja itu urusanku, aku tidak mau membuat tuan Jenson dan yang lain mengetahui kondisiku saat ini, dan aku mohon pada kalian untuk menjaga rahasia tadi, kalian bisa aku percayai kan?" Balasku lagi kepada kedua bodyguard tersebut, yang untungnya mereka berdua mau membantuku untuk menjaga rahasia ini.
"Baik nona, kami akan merahasiakan semuanya dari tuan Jenson tetapi kami tidak bisa janji jika tuan Jenson mungkin sudah tahu dengan sendirinya." Balas mereka berdua yang aku anggukan dengan cepat, aku tidak masalah jika tuan Jenson mungkin akan mengetahui semuanya lebih dulu sekalipun aku menyembunyikannya, tetapi aku lebih senang jika tetap diam dan tidak memberitahukan semua ini dari mulutku, aku hanya takut tua Jenson akan mencemaskan diriku dan nantinya justru tidak mengijinkan aku lagi untuk melanjutkan syuting selanjutnya.