Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Kecemasan Desi


__ADS_3

Sedangkan disisi lain tuan Jenson terus saja menunggu di dalam mobil sampai Roy datang dan membawanya kembali ke kantor, dia terlihat tersenyum sendiri di belakang dan membuat Roy merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada tuan Jenson sampai bisa membuat tuannya itu tersipu seperti itu.


"Ekm... Tuan sepertinya kau terlihat begitu senang hari ini, apa itu karena kau berhasil membawa nona Ros ke rumahmu?" Tanya Roy kepadanya.


"Ahh..tidak, aku senang karena semua rencanaku berhasil, dengan dia tinggal di rumahku, maka Teguh juga bisa aku pertemuan dengan nenek, dia tidak akan mendesak aku lagi untuk menikah, karena aku sudah memiliki putra yang tampan dan jenius seperti Teguh, ditambah aku sudah mempersiapkan semuanya untuk masa depan putraku, jadi tidak ada yang perlu aku khawatirkan lagi sekarang." Balas tuan Jenson masih saja menutupi perasaannya sendiri.


"Apa benar begitu, aku rasa kau terlihat senang dan tersipu karena nona Ros yang memelukmu dan memohon kepadamu sebelumnya, bukankah wajahnya begitu manis saat seperti itu?" balas Roy yang sengaja malah menggodanya.


Dengan cepat tuan Jenson langsung menatap ke arah Roy dan memberikan tatapan tajam sebagai ancaman yang kuat kepadanya.


"Roy dia ibu dari putraku, jangan macam-macam kau!" ucap tuan Jenson yang berani mengancam Roy sampai seperti itu.


Roy bahkan kesulitan menelan salivanya sendiri, dia tidak menduga juga tuan Jenson akan begitu sensitif jika mengenai nona Ros.


"Ekm... bukankah sebelumnya kau bilang tidak perduli dengan nona Ros, kau hanya membutuhkan Teguh kan, jadi kenapa kau sampai harus memberikan ancaman se menakutkan ini padaku tuan?" balas Roy lagi.


"Diam, fokus saja dengan jalanmu, atau gajimu aku potong!" ucap tuan Jenson yang seketika membuat Roy mengunci rapat-rapat mulutnya.

__ADS_1


Dia memang memiliki gengsi yang sangat tinggi sejak awal dan tidak pernah mau mengakui perasaannya yang sesungguhnya, jadi terus saja bersikap kembali datar disaat Roy sudah bertanya seperti itu kepadanya, Roy juga sudah tidak mau membahasnya lagi dia sudah mengenal bagaimana karakter tuan Jenson sehingga dia tidak ingin mengganggu bosnya tersebut.


Itu mungkin sebuah kabar baik dan rencana yang sangat berhasil dengan mulut bagi seorang tuan Jenson, namun tanpa mereka ketahui disisi lain Mike yang mengetahui jika ternyata Ros masih berada di negara ini dan dia masih terlihat begitu cantik nan segar, tentu dia masih memiliki perasaan yang sangat besar terhadap Ros.


Terlebih perasaannya dahulu yang belum terbalaskan, rasa dendam dan kekesalan di dalam hatinya semakin menumpuk terlebih saat dia tahu jika sekarang Ros sudah memiliki suami, dia merasa tidak terima ketika melihat hidup Ros sudah membaik tetapi dirinya sampai sekarang masih lajang dan hanya berhubungan dengan Desi yang tidak pernah dia cintai dalam hatinya.


Dia berhubungan dengan Desi hanya demi keuntungan perusahaan dan popularitas yang harus dia capai dalam karirnya, sebuah kerjasama yang mengatas namakan cinta dan pasangan, padahal di lubuk hati terdalamnya Mike sampai sekarang masih menginginkan Ros untuk menjadi pendamping hidupnya, sebab Ros adalah cinta pertama baginya.


...****************...


Di sebuah ruangan rumah sakit Mike menjalani perawatan pada tangannya yang patah dan beberapa jari tangannya yang mengalami keseleo sebab di injak oleh tuan Jenson sebelumnya, dia harus memasang gips pada tangannya dan tidak bisa menggerakkan satu tangannya untuk satu bulan penuh penyembuhan, sebab retak yang terjadi cukuplah parah dan akan mengalami trauma pada tulangnya tersebut jika dia tidak mau memasang gips itu sebagai penyanggahnya.


Selain itu Desi yang baru saja mendapatkan kabar tentang Mike yang mengalami patah tulang dia juga segera datang untuk memeriksa keadaan Mike, pria yang sangat dia cintai tersebut, dengan wajah panik dan cemas Desi langsung menghampiri Mike dan memeriksa keadaannya secara langsung.


"Sayang ada apa denganmu, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa sampai seperti ini, ayo katakan padaku, siapa orang yang berani menyerangmu sampai seperti ini, aku tidak akan memberikan ampun padanya." Ucap Desi di hadapan Mike.


"Siapa lagi jika bukan adik sialanmu itu." Balas Mike dengan wajah kesal.

__ADS_1


Desi langsung mengerutkan kedua alisnya dia merasa heran dan kebingungan dengan apa yang baru saja dikatakan oleh kekasihnya tersebut, karena dia belum mengetahui jika Ros sudah kembali muncul di hadapan Mike.


"Tunggu, adikku? Siapa? Tidak mungkin Ros kan, dia itu sudah menghilang di telan bumi, aku tidak tahu dia kemana, mungkin dia sudah mati sekarang ini, kenapa kau mengatakan semua ini karena ulahnya?" Tanya Desi keheranan.


"Siapa bilang dia sudah mati, dia masih hidup dan dia sudah kembali, hal yang paling kau benci dan paling kau takutkan selama ini sudah terjadi, Ros kembali dia bahkan sudah menikah dengan pria sialan yang menginjak kakiku sampai seperti ini!" Balas Mike menjelaskan semuanya kepada Desi.


Mendengar kembalinya Ros, Desi masih saja kesal dan merasa sangat tidak senang, dia seakan masih belum puas untuk menghancurkan hidup adiknya sendiri disaat dia sudah mengambil seluruh hal yang disukai adiknya dahulu.


"Apa? Dia kembali dan sudah menikah? Ahaha.. ayolah Mike sayang, kau jangan bercanda seperti ini denganku, mana ada pria yang mau pada mantan selebriti yang sudah tidak perawan sepertinya, belum lagi pemberitaan tentangnya sudah menyebar di seluruh kota, semua orang akan tahu siapa dia, tidak mungkin jika masih ada pria yang mau menikahinya." Balas Desi yang masih saja tidak mempercayai ucapan dari Mike.


"Terserah apa yang ada di kepalamu, tetapi aku benar-benar bertemu degannya, dia akan mulai menjadi ancaman untuk kita, apalagi jika sampai dia berusaha mencari tahu tentang kasusnya di masa lalu, jika sampai semuanya terkuak dan diangkat ke layar kaca, maka nasib kita akan habis, kau tahu kan apa yang harus kita lakukan untuk mencegah semua itu terjadi?" Ucap Mike yang sengaja memanasi Desi.


Desi pun menatap dengan begitu lekat, dia mulai merasa cemas dan takut, sejak dulu dia memang selalu merasa tersaingi dengan adanya Ros dalam hidupnya, dan sekarang dia kembali merasakan hal yang sama setelah bisa merasakan ketenangan sebelumnya karena sudah mengira Ros hancur dalam hidupnya.


Sementara Mike terus tersenyum kecil, sengaja dia terus memanasi Desi agar dia tidak perlu mengotori tangannya sendiri untuk menyingkirkan orang-orang yang berpotensi untuk menghancurkan karir dan usahanya tersebut.


Dia tahu Desi sangat membenci Ros dan dia sengaja melakukan semua itu agar Desi yang bertindak dan dia yang akan menikmati hasilnya nanti, termasuk ingin kembali merebut Ros untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Lihat saja, aku akan membuat mereka berdua jatuh dalam permainanku, haha mudah sekali untuk mengatur wanita bodoh ini." Batin Mike menatap lekat pada Desi saat itu.


__ADS_2