
Hari ini aku sudah memutuskan untuk pergi ke tempat tasting seni peran di salah satu gedung teater yang sudah di booking oleh penulis Jack juga semua kru film mereka, aku sudah mempersiapkan diriku sendiri dengan sangat baik, juga sudah belajar untuk bicara dialog seorang diri sebelum aku pergi ke sana, aku sudah berusaha untuk berlatih membaca dialog yang aku buat sendiri yang aku pikir itu akan ada dalam adegan film romantis seperti yang akan di tayangkan oleh sang penulis Jack, lagi pula aku sangat mengagumi penulis itu, dia sangat keren dan masih muda, aku pikir dia selalu mendedikasikan dirinya dengan seni dan setiap karya yang dia buat tidak pernah meleset, selalu dicintai semua penggemarnya dan selalu mengagetkan semua orang, aku sendiri selalu menunggu-nunggu karya barunya tiba.
Namun sepertinya saat ini dia lebih fokus untuk menayangkan semua karya dia sebelumnya untuk menjadi film dan bisa lebih dikenal oleh banyak orang, juga dalam banyak kalangan di dunia ini, setelah berdandan rapih aku segera pergi ke tempat itu dan ini adalah perjuangan pertamaku untuk berusaha kembali ke titik awal lagi.
Aku harus mengantri dengan para aktor pemula dan yang baru sepertiku juga, kami harus berdiri di bawah terik matahari, menunggu nomor urut yang kami miliki di panggil untuk melakukan tes di dalam ruangan sana, ada banyak sekali orang yang berkerumun disana dan aku bertemu dengan seorang wanita yang cukup lucu dan memiliki tubuh yang imut, dia mengantri di hadapanku dan dia terlihat begitu bersemangat, dia juga memulai pembicaraan kepadaku lebih dulu dengan membicarakan dirinya saat itu.
"Ehh...kamu mirip Ros deh, aktris terkenal itu." Ucap gadis tersebut yang memiliki rambut keribo dan mengembang cukup besar.
"Aahh... Aku memang Ros." Balasku menjawabnya.
Dia langsung membelalakkan matanya sangat lebar kemudian tertawa sangat ringan kepadaku dan dia sama sekali tidak mempercayai apa yang aku katakan saat itu, padahal aku memang mengatakan yang sebenarnya, dia malah mengira aku mengaku-ngaku atas identitas yang aku katakan kepadanya.
__ADS_1
"Ahahah...kau Rosalina? Yang benar saja, dia tidak mungkin akan mengantri dibawah terik matahari dengan peserta remahan rengginang seperti aku dan yang lainnya, dia juga tidak mungkin keluar sendirian, hahah kau ini yang benar saja, wajahmu memang mirip dengannya dan sama cantiknya, tapi kau jangan berani mengaku-ngaku sebagai dia ya, dia itu idolaku, aku tidak suka jika ada orang yang mengaku-ngaku sebagai dia, kau juga idolanya kan, makanya kau mengaku sebagai dia." Ucap gadis keribo itu kepadaku.
Aku hanya bisa terperangah dan sedikit kesal mendengar ucapan gadis tersebut tapi sayangnya meski aku sudah mencoba untuk menjelaskan bahwa aku sungguh Ros yang dia maksud, tapi dia tetap saja tidak memberikan aku kesempatan untuk bicara menjelaskan semuanya dengan selesai, malah menganggap aku sebagai idola bagi diriku sendiri itu benar-benar terdengar sangat konyol sekali.
Tapi karena dia begitu, aku pun hanya bisa menurutinya saja, dan tidak mau lagi berdebat dengan orang asing yang baru aku temui hanya karena sesuatu yang sepele seperti ini.
"Iya..iya deh, terserah kamu saja aku memang mengidolakan Ros itu, dia sangat cantik dan berbakat bukan?" Balasku kepadanya dan sengaja memuji diriku sendiri dengannya.
Ini adalah pertama kalinya aku bisa bicara dengan fansku sendiri, yang ternyata mereka tidak benar-benar membenci diriku sepenuhnya, setidaknya jika pun hanya tersisa satu orang saja fans yang menungguku dan mempercayai aku seperti gadis ini, aku sudah merasa cukup dan dia sudah menjadi alasan kenapa aku benar-benar harus kembali ke dunia hiburan, aku terus saja tersenyum dan berbicara sangat banyak dengan gadis tersebut, hingga tidak terasa gilirannya pun di panggil, gadis keribo dengan kulit gelap itu langsung masuk ke ruang tasting lebih dulu, sementara aku terus mempersiapkan diri dan berlatih dalam diam sendiri, sembari menunggu giliranku selanjutnya akan di panggil, hingga beberapa menit kemudian, kini giliranku pun tiba, aku menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan segera saja aku masuk ke dalam ruangan testing tersebut dan mulai melihat ke arah juri.
Yang membuat aku kaget adalah diantara jajaran tiga juri yang duduk di depan panggung, salah satunya adalah Mike yang aku tahu dia dulu adalah mantan pemimpin agensiku, yang selalu meratukan aku dan kini telah membuang ku bak sampah, di sisi lain ada penulis Jack dan ada juga sang investor di sebelahnya yang tidak aku kenal, jantungku langsung merasa sakit ketika melihat ada Mike diantara juri itu, aku langsung berkecil hati karena aku tahu Mike tidak pernah menyukai aku lagi setelah kejadian di restoran sebelumnya, apalagi dia sudah tahu jika aku sudah menikah, aku terus diam termenung sendiri hingga penulis Jack mulai menyadarkan diriku.
__ADS_1
"Hei, kenapa kau diam saja, ayo cepat lakukan adegannya!" Ucap sang penulis Jack kepadaku.
Segera aku mengesampingkan semua pikiran gugup dan rasa takut yang menghantui diriku dan mencoba untuk fokus dengan peran yang akan aku dalami saat ini, aku mulai memperagakan semua adegan yang diberikan oleh penulis Jack hingga selesai dengan baik, sesuai dengan apa yang aku rencanakan.
Sebuah tepukan terdengar dari penulis Jack dan dia langsung bangkit dari kursi jurinya sambil berjalan ke arahku. "Wah.... Tadi itu sangat bagus, kau adalah peran utama yang aku cari, aku akan memilihnya, bagaimana?" Ucap penulis Jack yang membuat aku sangat senang sekali.
Tetapi seperti yang sudah aku duga sebelumnya, Mike pasti tidak akan membiarkan semua ini terjadi, dia selalu membuat aktrisnya yang akan mendapatkan semua tempat paling tinggi di dunia hiburan ini, terlebih ini adalah kerjasama yang sangat besar bersama dengan penulis nomor satu di negara ini dan produsernya pun akan di kelola langsung oleh sang penulis jadi semua ini sangatlah bagus dan akan menguntungkan.
Dia langsung ikut bangkit berdiri dan berkata lantang menyepelekan diriku.
"Tidak penulis Jack, dia ini sama sekali tidak memiliki popularitas dan kau tahu dia itu Rosalina yang memiliki rumor sangat jelek di masa lalu, bagaimana mungkin cerita sebagus ini harus dinodai dengan aktor yang memiliki jejak jelek sepertinya, Desi tetap lebih bagus dibandingkan dirinya." Ucap Mike membandingkan aku dan kakakku sendiri.
__ADS_1