Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Rapat Bersama


__ADS_3

Selang beberapa saat ketika aku telah mengobrol kesana kemari dan membahas perjalanan hidup Moris dan semua kerja keras yang pernah dia lakukan untuk mendapatkan peran dan menjadi aktor pendamping seperti sekarang ini, akhirnya datang juga penulis Jack beserta sang produser dan di ikuti oleh Mike yang datang paling terakhir bersama dengan sang pemeran utama wanita yang tidak lain adalah Desi.


Saudara kandungku sendiri yang selama ini sangat aku rindukan tetapi dia menolak untuk mengenali aku, setiap kali melihat wajah Desi hatiku terasa sangat hancur dan rasanya aku hanya ingin menangis dan berlari menghampiri dia sambil memeluknya dengan erat dan mencoba untuk menyadarkan dia bahwa aku adalah adik kandungnya Ros yang selama ini terpisah dengan dia hanya karena sebuah kesalah pahaman semata, meski aku tahu bahwa Desi pasti akan tetap membenci aku dan kecewa atas apa yang pernah terjadi denganku kala itu, tetapi bagaimana pun dia adalah kakakku, aku masih ingin menjaga kebaikan dan hubungan keluarga diantara kami berdua, sekalipun kak Desi akan terus menghindar dariku.


Tetapi tetap saja aku ingin terus melihat dia melakukan semua aktifitas dalam kehidupannya dengan di permudah oleh Allah dan diberikan keberkahan dalam segera rejeki yang tuhan berikan kepadanya.


Seperti yang terjadi saat ini dimana kak Desi sama sekali tidak menoleh sedikitpun ke arahku dan dia terus saja duduk di samping Mike, mereka terlihat sangat dekat dan tangannya saling bergandengan sejak pertama kali mereka masuk ke dalam ruangan ini hingga duduk di hadapan kami semua, aku hanya bisa terus menatapnya dengan lekat dari jauh dengan pikiran yang bercabang kemana-mana dan terus merasa campur aduk sedari tadi. Sampai tiba-tiba saja ada Moris yang mengagetkan aku dengan menepuk pundakku cukup kuat saat itu. "Hei, Rosa apa yang kamu lakukan, Rosa apa kau baik-baik saja?" Ucapnya membuat aku langsung terperanjat dengan cepat.


Aku terus memperbaiki posisi dudukku dan segera saja menjawab ucapan darinya, aku tidak mau Moris akan mengetahui apa yang sebenarnya tengah aku pikirkan sedari tadi.


"Aahh...tidak ada aku hanya.." ucapku merasa sangat gugup dan bingung untuk membuat alasan sendiri.

__ADS_1


"Ehhh..jangan bilang kalau kau terpesona dengan selebritis sombong itu, aku sangat membencinya dan tidak suka dengan wanita seperti dia." Ucap Moris yang membuat aku menaikkan kedua alisku sabat tinggi, dan terus saja menghadap ke arahnya dengan lurus.


Aku tidak menduga jika ternyata temanku sendiri malah membenci kakakku, tidak tahu apa yang akan terjadi bila seandainya Moris tahu bahwa orang yang sangat tidak sukai itu adalah kakak kandungku. "Kenapa kau tidak menyukainya? Bukankah dia cantik dan baik dia juga sangat berbakat dalam akting." Balasku menanyakan alasannya.


Nampak Moris berdecak pelan dan terlihat menyepelekan Desi, dia terus berbicara sangat banyak kepadaku tentang siapa Desi dan bagaimana dia selama di belakang layar selama ini, yang tidak di ketahui oleh banyak orang beserta dengan para penggemarnya yang lain. "CK... Apanya yang berbakat dan baik, dia itu wanita jahat dan licik, mungkin jika di depan kamera dia memang terlihat anggun dan sangat ramah kepada semua penggemar, tapi kau tidak tahu bukan bagaimana dia di belakang kamera?" Balasnya terlihat sangat sinis dan mengeratkan giginya kepadaku saat menceritakan tentang Desi padaku.


Aku semakin merasa bingung dan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia maksud tentang Desi kepadaku, sampai bicara seperti itu dan terlihat begitu benci kepada Desi, padahal yang aku tahu selama ini Desi memanglah orang yang sangat baik, buktinya dia merawat aku sejak aku kecil dan terus menjaga aku selama aku menjadi selebritis, dia juga selalu membantu aku dalam meraih mimpi yang aku inginkan, dia selalu mendampingi aku disaat susah dan senang, meski pun saat ini Desi memang membenci aku dan nampak begitu kesal padaku, tetapi aku tahu semua itu hanyalah karena dia salah paham terhadap diriku bukan karena dia orang yang jahat seperti yang di sebutkan oleh Moris barusan.


"Memangnya bagaimana Desi di belakang kamera?" Tanyaku karena sangat penasaran.


Akhirnya Moris pun tidak jadi bercerita kepadaku karena kami langsung harus menatap ke arah sang produser termasuk dengan penulis Jack yang duduk di samping Mike juga Desi di depan sana. Aku juga ikut membenarkan posisi duduk dan kursiku, sambil terus saja mendengarkan pembahasan yang akan di mulai segera.

__ADS_1


Semua orang diam, hanya penulis Jack yang menjelaskan mengenai alur ceritanya nanti dan proses syutingnya yang akan segera di laksanakan mulai di Minggu depan, aku pun terus memperhatikan dengan seksama dan entah kenapa aku terus saja merasa sangat tidak nyaman ketika Mike mulai menatap ke arahku saat itu.


Gara-gara mendapatkan tatapan seperti itu darinya, aku pun menjadi tidak bisa fokus untuk mendengarkan penjelasan dari penulis Jack, tapi untungnya Moris membantu aku untuk menyadarkan diriku sendiri agar bisa kembali fokus pada ucapan dari penulis Jack hingga acara pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu selesai.


Aku bersiap untuk pergi dan berniat untuk pergi ke kamar mandi dahulu karena merasa tidak tahan untuk buang air kecil, Moris menunggumu di luar gedung dan aku kembali masuk ke dalam karena sudah tidak tahan, awalnya semua lancar-lancar saja dan tidak ada sesuatu apapun yang terjadi, sampai ketika aku baru saja keluar dari kamar mandi sambil merapihkan pakaianku, tiba-tiba saja tangan seseorang menahanku ke dinding dan orang itu adalah Mike.


"Aahhhh ..Mike? Apa yang mau kau lakukan denganku, minggir jangan menghalangi jalanku!" Bentakku sangat kencang dengan wajah yang mulai tidak senang dengannya.


Mike menatap sinis padaku dan dia terus saja mendekatkan dirinya kepada aku terus menerus membuat aku semakin merasa sangat tidak nyaman dibuatnya.


"Ros... Aku memiliki sebuah penawaran yang sangat menarik untuk wanita cantik sepertimu, bagaimana jika kau kembali denganku dan menikah denganku, tinggalkan pria itu dan kembalilah menjadi selebritis bersamaku, aku janji akan memberikan semuanya kepadamu dengan begitu mudah." Ujarnya tiba-tiba saja menawarkan hal seperti itu kepadaku. Membuat aku merasa kesal dan sangat emosi saat mendengarnya.

__ADS_1


Aku langsung menginjak kakinya dengan kencang menggunakan sepatu high heels yang aku pakai saat itu, sambil terus menjawab ucapan darinya dengan sebutan peringatan keras saat itu. "Aww.....apa yang kau lakukan? Aahhhh beraninya kau menginjak kakiku?" Bentak dia meringis kesakitan sambil terus memegangi kakinya.


"Rasakan saja, semua itu balasan yang pantas untuk pria bajingan sepertimu, dan perlu kau tahu Mike, aku bukanlah wanita yang bisa kau beli dengan janji bodohmu itu, apalagi uangmu yang tidak seberapa, karena suamiku jauh lebih kaya daripada dirimu!" Balasku sambil menyenggol sebelah pundaknya dan langsung pergi meninggalkan dia dengan cepat.


__ADS_2