Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Di Meja Makan


__ADS_3

Entah apa yang akan dilakukan oleh Desi saat ini, tetapi dia tentu tidak akan diam saja terlebih sejak dia mengetahui bahwa Ros telah kembali, dia selalu merasa cemas akan gelar dan karir yang dia miliki saat ini, meski dia telah berhasil mengalahkan banyak aktor lain dan selebritis lainnya, tetapi dia hanya merasa takut kepada Ros, sebab dia tahu bahwa penggemar Ros adalah yang paling banyak bahkan terdiri dari seluruh dunia.


Dimana-mana pasti dia akan menemukan penggemar Ros, dari pria hingga wanita, entah yang muda ataupun yang dewasa, jadi sulit untuk Desi mengambil perhatian dari para fansnya Ros terdahulu, sebab mereka terlalu banyak dan bahkan sebagian besar dari mereka, sampai sekarang masih sering meminta Ros untuk comeback, tapi semua komen dan pemberitaan apapun mengenai Ros selalu dihapus lebih cepat oleh team yang mendukung Desi, hanya itu yang bisa dia lakukan beberapa tahun ini untuk menghentikan semua kabar tentang Ros yang selalu dia benci, namun kini justru Ros sendiri yang kembali muncul dan berhasil menghantui pikiran Desi.


Di sebuah ruangan mewah yang besar, duduklah Desi dengan beberapa orang kepercayaan dia dan wanita kejam itu mulai memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Ros saat ini, setidaknya dia harus memperhatikan pergerakan yang dibuat oleh Ros agar dia bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi Ros bila mana suatu saat nanti Ros datang kembali ke dunia hiburan dan mengacaukan semua usahanya selama ini.


"Lihat saja Ros, aku tidak akan memberikan kau kesempatan sedikit pun untuk bisa kembali muncul di layar kaca ataupun menampakkan wajahmu di dunia hiburan lagi!" Gerutu Desi sambil memegangi gelas berisi win di tangannya dengan angkat erat.


...****************...


Disisi lain Ros yang tengah menikmati makan malam dengan Teguh juga tuan Jenson di ruang makan yang megah dengan bentuk persegi panjang dan banyak sekali menu makanan mewah diatas meja yang sudah disajikan para pelayan disana.


Tiba-tiba saja Ros terbatuk secara tiba-tiba karena dia tidak sengaja tersedak makanan yang dia kunyah sebelumnya.


"Ohok...ohok...ohok...." Suara Ros yang terus saja terbatuk saat itu.

__ADS_1


Secara refleks tuan Jenson langsung memberikan air kehadapan Ros begitu pula dengan Teguh, mereka memberikan air pada aku secara bersamaan dan membuat kedua pria itu langsung saling tatap satu sama lain dengan tatapan aneh yang terlihat begitu serius, namun karena tengah tersedak, aku sama sekali tidak memperhatikan dari siapa air itu diberikan, langsung saja aku mengambil gelas dari tangan tuan Jenson dan meneguk air itu hingga tinggal setengah, sampai tenggorokanku mulai terasa jauh lebih baik.


"Aahh... terimakasih banyak sayang, kamu baik sekali sangat memperhatikan mamah." Ucapku kepada Teguh sambil tersenyum lembut.


Tetapi wajah Teguh terlihat begitu berbeda dia melipatkan kedua tangannya di depan dada dan menatap padaku dengan mengerutkan kedua alisnya sangat kuat, aku tidak mengerti mengapa dia memberikan tatapan tidak menyenangkan itu kepadaku, padahal aku sedang berterimakasih kepadanya.


"Ehh.. Teguh sayang, kenapa kamu menatap mama begitu?" Tanyaku kepadanya dengan wajah yang penuh keheranan.


"Euuhh... Mamah lihat baik-baik air siapa yang sebelumnya mamah ambil, itu bukan air dari Teguh, mamah lebih memilih tuan Jenson daripada Teguh, Teguh tidak suka!" Ucap Teguh sambil memalingkan pandangannya dariku begitu saja.


Aku langsung terperangah kaget da segera memeriksa gelas yang ada di tanganku, lalu mulai menatap ke arah tuan Jenson yang saat itu malah tersenyum kecil sambil menaikkan kedua alisnya padaku dan barulah aku mengerti, apa yang membuat Teguh sampai merajuk seperti itu kepadaku, aku juga tidak sadar jika ternyata gelas yang aku raih sebelumnya adalah gelas dari tangan tuan Jenson bukan dari putraku Teguh.


Teguh sudah mulai tersenyum secara perlahan kepadaku dan aku pikir semua ini akan berhasil untuk membuat Teguh kembali membaik kepadaku dan berhenti mempermasalahkan tentang gelas yang salah aku ambil sebelumnya.


Tetapi bukannya berhasil, justru tuan Jenson tiba-tiba saja menyambung pada percakapan diantara aku dan Teguh yang membuat Teguh kembali merajuk sampai dia pergi meninggalkan meja makan.

__ADS_1


"Iya, kasih sayang ibumu akan begitu besar untukmu, karena kau putranya tetapi cinta ibumu tetaplah untukku, karena aku akan menjadi suaminya." Balas tuan Jenson begitu saja.


Aku sangat kaget sekali mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut tuan Jenson, begitu juga dengan Teguh, dia justru semakin merajuk lagi setelah mendengar ucapan tersebut.


"Mamah, apa kau akan menikah dengan tua Jenson? Kenapa tidak memberitahu Teguh tentang ini, mamah bilang mamah tidak akan pernah menikah lagi dan hanya akan merawat Teguh hingga Teguh besar dan tinggi, kenapa sekarang mamah mau menikah dengan tuan Jenson, meski Teguh suka tuan Jenson tapi Teguh tidak setuju, Teguh tidak mau mamah mengingkari janji pada Teguh, aku kecewa pada mamah!" Bentak Teguh kepadaku dan langsung pergi meninggalkan meja makan.


Dia berlari menaiki tangga dan aku segera mengejarnya namun tuan Jenson menahan tanganku dan membiarkan Teguh pergi ke dalam kamarnya seorang diri sambil membanting pintu itu dengan kencang.


"Teguh...tidak begitu sayang, Teguh kamu salah paham. Teguh tunggu mamah!" Teriakku berusaha untuk mengejar dia saat itu.


Tapi sayangnya tanganku malah ditarik oleh tuan Jenson yang membuat aku tidak bisa mengejarnya lagi dan tertahan di depan tangga oleh tuan Jenson.


"Tuan apa yang kamu lakukan, kenapa kau menahan tanganku? Lepaskan!" Bentakku kepadanya sambil segera menghempaskan tangan dia saat itu juga.


"Ayo ikut aku ada yang mau aku bicarakan denganmu." Ucap tuan Jenson kepadaku saat itu, aku menolak untuk ikut dengannya dan sama sekali tidak mendengarkan ucapannya.

__ADS_1


Sehingga saat itu aku langsung saja berjalan menaiki tangga berniat untuk pergi menghampiri Teguh dan mau membujuknya saat itu, tapi tuan Jenson justru malah langsung menggendong aku dan membawa aku secara paksa begitu saja.


"Aishh... Kau tidak mau mendengarkan aku ya, baiklah jangan salahkan aku jika bersikap kasar denganmu." Ucap tuan Jenson sambil langsung saja menggendong tubuhku dan membawaku pergi dari sana secepatnya.


__ADS_2