Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Menyembunyikan Dahulu Identitas


__ADS_3

Aku terus saja terperangah lebar dengan tangan sedikit gemetar karena masih belum bisa menduga sepenuhnya jika ternyata aku masih dicintai banyak orang, dan mereka tidak benar-benar membenci aku seperti yang aku pikirkan selama ini, mataku mulai berkaca-kaca dengan perlahan aku meneteskan air mata di pipiku, karena aku merasa sangat terharu sekali melihat semua kebenaran ini, ternyata begitu banyak orang yang memberikan dukungan kepadaku dengan sangat tulus.


Bahkan disaat mereka tahu rumor buruk tentangku dan ada beberapa aku yang memang masih tidak menyukai aku tetapi masih ada pula fans yang mau membela aku, padahal jika melihat sudut pandang logikanya, mereka bahkan tidak mengenali aku, tidak tahu kejadian apa yang sebenarnya terjadi padaku, tetapi dengan segelintir orang yang mengatas namakan fansku itu, mereka tetap mempercayai aku dan membela aku tanpa kata pamrih sedikit pun, membuat aku semakin perduli dengan para penggemar dan lebih bersemangat lagi untuk segera kembali ke dunia hiburan dengan mengeluarkan semua tenaga serta kemampuan terbaik yang aku miliki, agar dapat memberikan hiburan serta tontonan yang berkualitas bagi semua orang, dan kembali menjadi Ros sang superstar yang dulu lagi.


Saat aku tengah terharu tiba-tiba saja tuan Jenson mengusap air mata yang tersisa di pipiku dengan tisyu yang ada di tangannya, dia juga menenangkan aku dengan kalimat penenang yang dia lontarkan saat itu.


"Lihatkan, banyak orang yang sudah menunggumu, kamu itu hebat dan begitu kuat, kamu luar biasa Ros, bakatmu sangatlah bagus, bahkan mereka tidak keberatan lagi sekalipun kamu sudah menikah dan memiliki putra, mereka justru mendoakan hubungan kita, jadi mulai sekarang kamu tidak perlu lagi untuk melangkah dengan penuh keberanian, kamu harus mengambil sesuatu yang memang seharusnya menjadi milikmu sejak awal." Ujar tuan Jenson sambil terus memegangi kedua tanganku dan memberikan kekuatan yang begitu besar bagiku.


Aku sangat senang mendengar jawaban darinya dan langsung saja aku memeluk tuan Kaiden dengan erat, rasanya benar-benar sangat senang bisa memilih sosok pendamping yang bisa saling mendukung sepertinya, dia juga telah membantu aku secara diam-diam seperti ini, hal yang tidak pernah aku bayangkan sedikit pun.


Tuan Jenson juga tidak marah saat aku memberitahunya bahwa aku mendapatkan peran pendamping tersebut, dan ternyata dia memang sudah mengetahui semuanya lebih dulu, kami saling berpelukan dan tidak lupa aku mengucapkan rasa bersyukur dalam diriku terhadapnya. "Terimakasih banyak tuan, kamu sangat sangat hebat, kau suami yang luar biasa, aku sangat menyayangimu." Ucapku kepada tuan Jenson untuk pertama kalinya mengatakan perasaan di dalam diriku yang selama ini sulit untuk aku katakan dengannya.


Aku selalu merasa berbicara seperti itu terlalu alay dan lebay, maka dari itu aku tidak senang menyebut kata sayang kepada seorang pasangan, tetapi kali ini aku baru tahu jika panggilan seperti itu bisa membuat kami semakin dekat dan aku bisa menjadi diriku sendiri di depannya. Kami juga terus melanjutkan liburan kami dan berniat untuk memperkenalkan putraku Teguh juga suamiku kepada para penggemar di media sosial, karena ada banyak sekali orang yang meminta agar aku memperlihatkan wajah keluarga kecilku tersebut, tetapi disaat aku memintanya dan hendak melakukan itu, tuan Jenson langsung menolaknya dan dia melarang aku untuk memberitahu para penggemar tentang wajah dirinya termasuk wajah Teguh dengan jelas, dia tidak senang jika Teguh di pertontonkan di hadapan banyak orang seperti itu, karena dia hanyalah anak kecil bukan seorang selebritis sama sekali.


"Tuan kenapa tidak boleh, bukannya bagus jika mereka mengetahui yang mana suami dan putraku?" Tanyaku kepadanya dengan heran.

__ADS_1


"Itu memang bagus, tapi tidak sekarang, kita cari waktu yang tepat, oke, kamu tahu kan kita tidak pernah tahu manusia mana yang memiliki hati baik dan tulus atau pun manusia mana yang jahat dan membenci kita, ada baiknya jika kita rahasiakan semua ini terlebih dahulu, ini demi kebaikan karirmu juga. Jika mereka melihat wajahku mereka pasti akan dengan cepat mengetahui siapa aku." Ucap tuan Jenson menjelaskan alasannya kepadaku, aku mengangguk memahami apa yang dia katakan.


"Baiklah aku mengerti, karena ini keinginanmu aku akan menurutinya." Balasku kepadanya. Tuan Jenson seperti juga tidak keberatan dan kami sudah menyemakatinya bersama, bahwa masalah identitas itu akan kami sembunyikan dahulu.


Kami melanjutkan liburan yang sangat menyenangkan itu, dan Teguh juga sudah tahu siapa aku dimasa lalu, dia juga ikut mendukungku, dia lebih banyak mengetahui tentang aku di masa lalu dari tuan Kaiden yang ternyata mereka sudah saling dekat dan membicarakan tentang aku selama ini tanpa aku ketahui, aku yang tadinya kaget melihat Teguh menguping pembicaraan aku dan tuan Kaiden kini sudah bisa merasa senang, sebab mereka tidak ada yang merajuk sedikit pun.


Aku rasa kebahagiaan semakin mendekatiku dan semuanya menjadi jauh lebih baik, aku bisa merasakan rasanya di cintai oleh pasangan dan hidup bahagia bersama putraku Teguh, aku juga sudah bisa menjadi istri yang sesungguhnya bagi tuan Jenson, menyeduh dia kopi dan membantu menyiapkan makanan untuk mereka berdua selama kami liburan disana, hari demi hari selalu kamu lewati dengan penuh kebahagiaan dan canda tawa yang riang gembira, sudah beberapa tempat wisata terkenal yang kami kunjungi di Jepang, hingga saat ini aku sudah mendapatkan kabar dari Moris bahwa jadwal syuting kami akan di percepat secara mendadak oleh sang produser film.


Terpaksa aku harus memberitahukan semua ini kepada tuan Jenson yang pada akhirnya harus membuat kami pulang ke tanah air lebih awal dari jadwal liburan sebelumnya.


Teguh nampak lesu dan terus cemberut ketika mendapatkan kabar tersebut dariku, bahwa liburannya sudah akan berakhir.


"Hmm..ya sudah tidak masalah, kita pulang saja, lagi pula tiga hari juga sudah cukup aku sangat senang sudah mengunjungi tempat yang paling aku sukai." Balas Teguh tersenyum kepadaku dan ternyata begitu mudah untuk membujuknya.


Aku sangat senang dan langsung memeluk Teguh dengan erat, serta terus berterimakasih kepadanya, karena dia sudah mau memahami posisi ibunya tersebut.

__ADS_1


Aku segera bergegas membereskan pakaian kami, dan tuan Jenson juga bersiap untuk mendapatkan tiket penerbangan pesawat tercepat hari itu juga, sedangkan Teguh duduk di balkon sambil memandangi pemandangan di luar hotel, saat aku selesai berkemas aku berniat mengajak Teguh untuk pergi makan siang di luar terlebih dahulu sebelum kamu pergi ke bandara sekitar dua jam lagi, tapi tidak sengaja aku melihat putra kesayanganku itu nampak merenung sendirian di balkon, membuat aku merasa sangat bersalah kepadanya, karena aku tahu dia seperti itu pasti karena masih belum puas menikmati liburannya di Jepang yang sudah dia impikan sejak lama, tapi sekarang dia malah sudah harus pergi dari tempat yang indah itu.


Saat aku ingin menghampiri Teguh tuan Jenson tiba-tiba muncul dan menahan tanganku dia menyuruhku untuk membiarkan Teguh sendiri karena dia tahu bahwa Teguh sama sekali tidak kesal maupun marah dengan Ros, tetapi Teguh hanya merasa sedih saja sebab harus meninggalkan negara Jepang yang sangat dia inginkan sejak lama untuk dia kunjungi dan telah menjadi mimpinya selama ini.


"Tuan kenapa menahanku, aku mau membujuk Teguh." Ucapku kepadanya.


"Tidak perlu, biarkan saja, dia mungkin hanya sedih sedikit, lagi pula meski kita tetap liburan di Jepang hingga lima hari sesuai jadwal yang sudah dia inginkan saat pulang nanti dia akan tetap merasa sedih dan enggan untuk pulang, jadi biarkan saja, kau lanjutkan pekerjaanmu, biar aku yang bicara dengannya." Ucap tuan Jenson kepadaku dan dia terus berjalan ke depan menghampiri Teguh.


Aku pun menurutinya dan hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu, berusaha untuk mempercayakan semuanya kepada tuan Jenson, karena aku tahu mereka sudah sangat dekat sejauh ini, ku pikir mungkin Teguh akan bisa lebih mendengarkan tuan Jenson, karena dia adalah ayahnya.


Ternyata memang benar saja tuan Jenson bisa mendekatkan diri dengan sangat cepat dia langsung menepuk pundak Teguh sembari berbicara dengannya dan mengajak Teguh untuk pergi menyiapkan mobil dengan dia saat itu. "Hei, ayo bantu ayah menyiapkan mobil, anak laki-laki harus serba bisa baru kau bisa menjadi pria sejati seperti ayahmu ini." Ucap tuan Jenson yang membuat Teguh segera menoleh ke arahnya dengan kedua alis yang dia kerutkan sangat kuat.


"Aishh...pria sejati seperti apa, ayah saja dulu meninggalkan itu dan aku begitu saja, aku tidak mau sepertimu aku akan menjadi pria yang bertanggung jawab dengan wanita yang aku sukai, apapun halangannya nanti." Balas Teguh dengan penuh kepercayaan diri.


Membuat tuan Jenson sedikit kesal mendengar jawaban darinya, tetapi walau begitu dia masih harus menahan diri agar tidak emosi kepadanya, sebab dia tahu jika dia emosi maka akan lebih sulit lagi untuk bisa membujuk Teguh nantinya.

__ADS_1


Apalagi Teguh adalah tipe anak yang sangat mudah menyingkirkan siapapun dalam hidupnya, sekalipun itu ayahnya sendiri.


"Ahh...kau ini sudah jangan membahas hal itu, kau sudah cukup menjadi pria yang tangguh dan bertanggung jawab jika kau tidak membuat ibumu cemas, lihatlah dia membereskan semua pakaianmu sendiri, apa kau tidak mau membantunya, dia kan ibumu yang sudah menjaga dan merawatmu selama ini, pria sejati tidak akan membiarkan seorang wanita bekerja sendirian bukan?" Ujar tuan Jenson sengaja mengompori Teguh saat itu, sehingga dia mulai terpancing dan pergi menghampiri aku lalu membantuku memasukan semua pakaian ke dalam koper, hingga kami dapat berkemas lebih cepat dan segera pergi ke restoran luar yang dekat dengan hotel tersebut.


__ADS_2