Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Memberikan Nama


__ADS_3

Di negara yang asing, dan tidak ada siapapun yang aku kenali saat ini, aku berdiri di depan sebuah rumah susun dengan harga sewa terendah yang aku dapatkan saat itu, aku akan mengurus bayiku sendiri, tinggal dengan damai dan menjadi orang biasa, hanya di negara ini aku bisa kembali melepaskan penyamaranku, ku lepaskan wig yang selalu aku kenakan untuk menyamar selama ini, melepaskan semua kesedihan yang pernah aku rasakan.


"Huuuh..... selamat datang dunia baru, penampilan baru, udara yang baru dan kehidupan baru yang akan aku jalani, aku akan menjadi manusia yang lebih baik, melupakan semua kenangan buruk ku sebelumnya dan aku adalah Ros dengan kelahiran kembali dan seorang putra yang tampan akan menjalani hidup dengan lebih baik lagi daripada sebelumnya." ucap Ros berbicara dengan cukup keras sambil memandang rumah susun di hadapannya saat itu.


Dia mulai menghirup udara baru yang lebih segar, membuka lembaran baru dalam hidupku di temani dengan bayi kecil yang sangat tampan dan aku sayangi, sejak saat itu aku mulai memutuskan dan menegaskan pada diriku sendiri, bahwa aku akan menjadi ibu yang tangguh, wanita yang kuat dan akan mendidik anakku dengan sangat baik, memberikan dia kasih sayang sebagai seorang ibu sekaligus ayah yang akan menafkahi dia dengan penuh kekuatan dalam diriku sendiri.


"Aku akan menamai anakku Teguh, sebab dia yang akan menjadi alasan aku berdiri dengan kokoh meski seorang diri di negri yang tidak aku kenali ini.


"Teguh...ibu akan menjagamu dengan baik, ibu akan memberikan semua yang ibu miliki hanya untukmu sayang." Ucapku bicara pada bayi kecilku yang baru saja aku beri nama.


Aku mengecup keningnya yang sangat lembut dan harum.


Aku juga segera pergi memeriksa rumah singgah yang aku sudah pesan sejak lama, meski ukurannya kecil dan hanya memiliki satu kamar tidur, aku tidak keberatan dengan hal itu, sebab aku hanya tinggal berdua saja dengan putraku Teguh.


Selama ini aku sudah menabung cukup banyak, dan aku pikir aku bisa membiayai hidupku sampai beberapa tahu ke depan hingga Teguh bisa tumbuh lebih besar dan aku bisa meninggalkan dia untuk bekerja nantinya, meski demikian aku juga masih tetap mencari pekerjaan secara online di internet, mulai dari menjadi penjual pamflet dan menjadi editor untuk beberapa artikel yang akan di terbitkan pada salah satu platform online yang aku ketahui.

__ADS_1


Setidaknya penghasilan dari pekerjaan itu bisa aku gunakan untuk menambah tabunganku, agar aku tidak sampai kehabisan uang jika saja terjadi sesuatu yang tidak bisa aku prediksi ke depannya.


Walaupun aku mengalami kesulitan sebab masih harus mengurusi Teguh dengan intens seorang diri, tetapi aku selalu menyempatkan waktu yang terbaik agar bisa tetap bekerja dan mengurusi bayi kecilku ini.


Sedangkan disisi lain Rasya sudah menunggu Ros cukup lama dia bahkan ingin mencarinya, namun tidak ada petunjuk yang bisa dia temukan selain dari surat perpisahan yang di tinggalkan oleh Ros untuk dia dan Nayla, sampai dua tahun sudah berlalu dengan begitu cepat, Rasya yang kini sudah sukses menjadi seorang pengusaha kaya raya, dia bahkan masih menunggu Ros padahal cafe yang dia diriku sudah berada di berbagai wilayah, dan Nayla juga sudah bisa menggapai cita-citanya sebelum dosen di salah satu universitas terkenal yang ada di kota tersebut.


Mereka masih terus bersama-sama sejauh ini, dan Nayla masih mengejar Rasya dengan penuh keberanian dan kesabaran.


Bahkan saat dia tau bahwa ternyata Rasya menyukai Rosa, dia tidak pernah berkecil hati sedikit pun, terlebih dia tahu bahwa Rosa telah pergi dan sekuat apapun Rasya mencari keberadaannya dia tetap tidak pernah berhasil untuk menemukan jejak kepergian Rosa.


Hal itu mulai membuat Rasya merasa senang dengannya, dia juga semakin nyaman dengan Nayla, hingga Rasya pikir ini sudah waktunya dia melupakan masalah Ros, dan harus mulai membuka lembaran baru juga bersama Nayla, mereka memutuskan untuk berpacaran setelah bertahun-tahun tertahan karena Rasya yang malah menyukai Nayla.


Namun usaha dan kesabaran seorang Nayla benar-benar terbalaskan, kini Rasya membalas perasaannya meski belum sepenuhnya tetapi itu sudah cukup membuat Nayla merasa senang, sebab setidaknya dia tahu bahwa Rasya sudah mau berusaha melupakan Rosa dan membuka hati dia untuk dirinya.


"Rasya terimakasih karena sudah mau membuka hati untukku, aku sangat menyayangimu Rasya dan aku janji aku tidak akan pernah mengecewakan dirimu." Ucap Nayla sambil tersenyum manis dan memeluk tangan Rasya dengan sangat erat saat itu.

__ADS_1


"Iya kau tenang saja, aku sudah benar-benar melupakan Rosa sekarang, tatapi aku masih membutuhkan waktu untuk menumbuhkan perasaanku padamu, harusnya aku yang meminta maaf padamu, karena aku sudah membuatmu menunggu dalam waktu yang sangat lama, aku tahu kamu wanita yang baik Nayla, itu yang membuat aku mau memberikan kesempatan untukmu," balas Rasya kepadanya.


Meski Rasya belum seratus persen menyukai Nayla tetapi dia memperlakukan Nayla layaknya kekasih sungguhan, dia memberikan banyak perhatian kepada Nayla dan selalu mengutamakan Nayla diatas apapun, sehingga hal itu membuat rasa cinta di hati hati Nayla semakin besar untuknya dan Nayla tidak mungkin untuk melepaskan dia setelah seperti ini.


"Rasya aku harap kau tidak akan pernah meninggalkan aku, meskipun Rosa seandainya dia kembali suatu saat nanti." Ucap Nayla kepada Rasya saat itu.


Namun Rasya justru malah diam dan hal itu membuat Nayla merasa ragu dan takut, dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika sampai Rasya benar-benar akan meninggalkan dia jika seandainya Rosa kembali ke sisinya.


"Rasya kamu tidak akan pernah melakukan hal itu padaku bukan?" Tanya Nayla lagi untuk memastikannya.


"Aku tidak akan melakukan hal seperti itu Nayla dan kamu harus mempercayai aku." Balas Rasya yang sudah memutuskan.


Dia sudah yakin dengan dirinya bahwa dia tidak akan menyukai Rosa lagi meski dia akan bertemu dengan Rosa suatu saat nanti, ataupun jika mereka akan di pertemukan secara sengaja oleh takdir, entah apa yang membuat sosok Rasya begitu yakin dengan ucapan di dalam hatinya tersebut dan dia selaku mengira bahwa Ros memang tidak akan pernah kembali lagi ke negara tersebut.


"Lagi pula Ros tidak mungkin kembali lagi kemari, dia mungkin sudah memulai awal yang baru dan mungkin saja dia juga sudah melupakan aku, jadi untuk apa aku harus menunggu dia dan mencintai orang yang tidak mencintai aku balik." Batin Rasya memikirkan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2