Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Bertemu Mike


__ADS_3

Semua makanan disana sangat enak sekali, aku bahkan tidak bisa menahan diri untuk menikmati semua makanan disana satu per satu dan langsung menyantapnya dengan begitu nikmat, namun sialnya disaat aku tengah asik menikmati semua makanan disana dengan penuh semangat, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang memanggil namaku dari samping yang ternyata itu adalah Mike, pria yang dulu pernah sangat menyukai aku dan selalu aku percayai dengan penuh, namun ujungnya malah mengecewakan aku dan membuang aku dengan begitu mudahnya, bak seperti sampah yang sudah tidak berguna.


"Eh... Ros apa ini sungguh kau?" Suara seseorang yang begitu menggelegar di telingaku dan begitu tidak asing untukku.


'Deg!'


Detak jantungku yang langsung saja seakan berhenti ketika mendengar suara yang sangat tidak ingin aku dengar, aku menoleh ke samping pada asal suara itu dengan perlahan, penuh kegugupan sampai akhirnya aku tahu bahwa orang yang memanggil namaku barusan sungguh Mike, pria sialan yang pernah membuang aku.


"M...mi..... Mike?" Ucapku sangat gugup dan menatap dengan tatapan kaget.


"Iya ini aku, kenapa kau terlihat sekaget itu?" balas dia sambil memasang senyum jahat sama seperti lima tahun yang lalu.


Tuan Jenson terus mengerutkan kedua alisnya bersama dengan Roy, mereka berdua terlihat begitu kaget dan heran ketika melihat Ros yang sangat ketakutan dengan tangannya yang gemetar cukup kuat ketika seorang pria yang berpakaian rapih itu mendatangi dirinya dan menyapanya.


"Ah... Ternyata benar, sudah lama sekali kita tidak bertemu Ros, kau terlihat semakin cantik sekarang, apa kau mau kembali lagi ke dunia hiburan? Aku bisa mengangkatmu lagi menjadi seorang bintang lebih dari sebelumnya, asalkan kau mau menjadi wanita simpananku, bagaimana apa kau tertarik?" Ucapnya begitu memandang rendah diriku saat ini.


Aku tidak bisa berkata-kata lagi, aku sangat benci dan begitu tidak ingin berhadapan dengan manusia keji seperti dirinya, tapi apa yang dia katakan barusan sangatlah di luar batas, aku tidak bisa diam saja, maka dari itu aku memaksakan diriku untuk berusaha melawan dia, aku bangkit berdiri dan langsung bicara dengan lantang kepadanya.


"Kau sudah diluar batas Mike, aku tidak akan bergabung lagi dengan orang sepertimu, bahkan jika aku ingin menjadi seorang bintang, aku tidak akan meminta bantuan atau bekerja sama dengan sampah murahan sepertimu!" Balasku kepadanya dengan mata yang terbelalak lebar penuh kebencian menatapnya sangat lurus.

__ADS_1


Mike tentu tidak terima dengan ucapan yang baru saja aku lontarkan terhadapnya, sehingga dia langsung saja hampir menamparku saat itu, namun untungnya ada tuan Jenson yang berhasil menahan tangannya dengan kuat, hingga menghempaskan dia sampai hampir tersungkur ke lantai.


"Beraninya kau bicara seperti itu padaku. Dasar kau j*Lang sialan!" Teriaknya sambil melayangkan tangan ke arah wajahku.


"Aa..aaarrkkk.... Siapa kau? Beraninya menahan tanganku dan menghempaskan aku seperti ini?" Ucap Mike kepada tuan Jenson sambil di bantu kembali berdiri oleh dua orang wanita yang tengah bersamanya saat itu.


"Tuan?" Tanyaku menatap penuh keheranan kepada tuan Jenson.


Dia langsung menggandeng tanganku dan memasang tubuhnya di hadapanku untuk melindungi aku dari Mike saat itu.


"Tenang saja, ada aku disisimu, aku tidak akan membiarkan siapapun melukai istriku." Ucapnya yang membuat aku sangat tersentuh sekali.


Tidak pernah aku bayangkan akan ada seorang pria yang memasang dada untuk melindungi aku dan berkata dengan begitu beraninya mengatakan bahwa dia akan melindungi aku sebagai istrinya, padahal kami sama sekali belum menikah dan dia baru bertemu denganku beberapa kali, selain itu aku juga selalu bersikap kasar dan menolak dia, aku selalu tidak menerima dia dalam hidupku dan membencinya begitu besar, tetapi dia masih mau menolong aku, setelah semua yang aku lakukan kepadanya.


Meski ucapannya pelan tapi aku yang berdiri di belakang tubuh tuan Jenson tentu masih tetap bisa mendengarnya, perkataan dari Mike sangat menusuk hatiku, aku mengerti aku memang bukan wanita suci sejak kejadian itu, tetapi semua ini juga bukan dari kehendakku, seseorang menjebak aku hingga terjadinya kejadian seperti itu, bahkan aku tidak tahu siapa orangnya sampai saat ini.


Dan aku memutuskan untuk tidak mencari tahu perka kejadian malam itu lagi, karena aku merasa orang itu adalah Desi sedangkan Desi adalah orang yang merawat aku sejak aku kecil dan selalu menjaga aku pada awalnya. Dia juga satu-satunya keluargaku di dunia ini yang masih tersisa.


Aku terus tertunduk dengan rasa malu yang teramat sangat besar dan rasa sakit yang tidak mampu aku gambarkan, sedangkan tuan Jenson sendiri langsung saja mengepalkan kedua tangannya begitu kuat dan dia melayangkan sebuah tinjuan begitu kuat, tepat mengenai perut Mike sampai dia benar-benar jatuh tersungkur di lantai kali ini.

__ADS_1


'Brugh!' hantaman tinju yang diberikan tuan Jenson kepada Mike saat itu.


Dia langsung tersungkur di tanah dan meringis kesakitan memegangi perutnya, aku sangat kaget dan refleks menutup mulutku dengan kedua tangan saat melihat apa yang baru saja dilakukan oleh tuan Jenson kepada Mike, aku tidak menduga bahwa dia akan bersikap begitu kejam, bahkan tanpa aba-aba dan tidak banyak bicara sama sekali.


Bahkan setelah memberikan tinjuan tuan Jenson yang seakan belum puas dan masih dikuasai amarah dalam dirinya, dia langsung berjalan menghampiri Mike yang masih tergeletak di lantai, menginjak tangan Mike dengan kakinya begitu kuat hingga terdengar suara tulang yang seakan patah kala itu, di iringi dengan jeritan Mike yang menahan sakit sekaligus meminta ampun kepada tuan Jenson.


'Krek!'


"Aarkk... Tanganku, tidak...hei hentikan... Aku mohon hentikan jangan patahkan hari tanganku!" Teriak Mike meminta ampun.


Aku tidak tega melihatnya, jadi segera saja aku menghampiri tuan Jenson dan memegangi tangannya, secepatnya aku minta agar dia menghentikan semua ini, bahkan memohon kepadanya karena aku tidak ingin dia di lihat atau di pandang orang lain sebagai orang yang jahat dan kejam seperti ini.


"Tuan, hentikan! Sudah cukup jangan lakukan ini kepadanya, aku mohon." Ucapku memohon kepadanya.


"Kenapa kau membela pria brengsek sepertinya? Apa kau menyukai dia?" Bentak tuan Jenson dengan tatapan tajam kepadaku.


Aku tidak tahu kenapa tuan Jenson terlihat begitu marah sekali, tangannya yang masih dia kepalkan kini menjadi semakin kuat, juga gigi yang terus dia keratkan serta wajahnya yang merah padam, terlihat begitu marah besar setelah Mike membisikkan kalimat itu kepadanya.


Bahkan ketika aku meminta dia menghentikan semua ini, justru dia malah semakin marah dan menginjak tangan Mike semakin kuat, hingga jeritan demi jeritan terdengar semakin nyaring, Mike sangat menderita saat itu.

__ADS_1


"Tuan hentikan! Aku tidak mencintai dia, aku sangat membencinya, tapi cara seperti ini tetap salah, kamu tidak perlu menjadi kejam untuk melawan orang yang kejam, tolong hentikan aku mohon padamu, tolong tuan, ini demi kebaikan dirimu juga." Ucapku memeluknya karena hanya itu yang bisa aku lakukan agar dia bisa berhenti dengan kemarahan yang menggebu di dalam dirinya.


Roy yang menyaksikan kejadian itu dia bahkan sangat kaget ketika melihat Ros mau memeluk tuan Jenson secara tiba-tiba seperti itu, sedangkan dia sama sekali tidak kaget ketika melihat tuan Jenson marah dan hampir meremukkan tangan Mike, karena Roy sudah terbiasa dengan hal tersebut, tapi tidak dengan tuan Jenson yang dipeluk seorang wanita di depan umum.


__ADS_2