Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Diikuti


__ADS_3

"Aahhhh...ada apa ini, siapa mereka Roy?" Ucapku sangat takut dan begitu tidak tenang.


"Ya ampun sepertinya mereka sengaja melakukan ini agar kita berhenti, tapi nona Ros saya tidak mungkin menghentikan mobil di jalanan yang sepi seperti ini, mereka pasti bukan orang baik, aku harus tetap melajukan mobil ini selama mobil ini bisa melaju." Balas sekretaris Roy yang langsung aku balas anggukkan.


Dia pun segera menancap gas mobil lebih kuat lagi hingga mobil kami melesat di jalanan sepi tersebut dengan kecepatan tinggi, aku terus berpegangan dengan kuat sambil terus berdoa untuk keselamatan kami berdua, kedua pengemudi motor itu terus memepet kami dari kedua samping membuat aku sangat ketakutan ditambah salah satu dari mereka mulai berani mengetuk kaca mobil di sampingku sambil menyuruh kami untuk berhenti.


Namun untungnya sekretaris Roy adalah pengemudi yang handal dia langsung menyeret salah satu motor di sampingku hingga membuat pengemudi motor tersebut kehilangan keseimbangan dan jatuh ke samping jalan, kini hanya tinggal satu lagi orang yang mengikuti kami dari belakang dan mereka tetap tidak mau menyerah.


Situasinya semakin menegangkan karena aku tidak tahu kemana sekretaris Roy akan membawaku saat itu, sedangkan aku lihat motor yang mengikuti kami semakin dekat dengan mobil yang aku tumpangi, mereka bahkan melemparkan batu lagi ke kaca belakang hingga batu tersebut berhasil memecahkan kaca mobil.


Wajah sekretaris Roy juga mulai menegang padahal sebelumnya dia terus menyuruhku untuk tenang dan berpegang yang erat.


"Sekretaris Roy kita harus bagaimana sekarang, mereka terus mengikuti kita." Ucapku kepadanya.


"Hanya ada satu cara nona Ros." Ucap sekretaris Roy dengan wajahnya yang sangat serius sekali, membuat aku semakin panik dan takut.


"Cara apa Roy, cepat katakan dengan benar?" Tanyaku lagi dengan kencang.


"Kita harus menyenggol mereka lagi seperti sebelumnya atau kita yang akan masuk ke jurang di depan." Balas sekretaris Roy membuat aku sangat kaget.


Dia benar-benar membawa aku ke wilayah jalanan yang di sampingnya adalah jurang ada ada sungai besar di bawah jembatan yang akan kami lewati saat ini, aku tidak tahu seberapa dalam sungai itu dan aku rasa kita akan kehilangan nyawa jika dengan sengaja menjatuhkan diri beserta mobil kita ke dalam sana.

__ADS_1


"Apa? Roy apa kau sudah gila? Mana mungkin kita akan menjatuhkan diri ke sana, kita bisa mati Roy!" Bentakku tidak setuju dengan idenya tersebut.


"Aku tahu nona Ros, jadi biarkan aku menyerep mereka, biarkan mereka semakin dekat dengan mobil kita dan kamu tidak perlu takut atau cemas, tutup saja matamu nona Ros, aku janji aku akan menyingkirkan mereka dan menjagamu, seperti janjiku pada tuan Jenson." Ucap sekretaris Roy kepadaku.


Aku menelan salivaku dengan sangat susah dan segera mengangguk sambil menutup mataku perlahan.


Aku sudah mempercayakan semuanya kepada sekretaris Roy dan berserah diri kepada tuhan untuk takdirku saat ini, ku pegang ponselku dengan sangat kuat dan berusaha untuk meyakinkan diriku sendiri saat itu, hingga aku mulai merasakan mobil yang kami tumpangi mulai melamban dan suara teriakan dari dua orang yang mengejar kami sedari tadi semakin terdengar jelas hingga tiba-tiba saja.


"Brakkk....." Suara keras terdengar dari sampingku membuat aku segera membuka mata dengan lebar dan menatap ke samping pengemudi motor itu sudah tidak ada, sekretaris Roy berhasil menjalankan rencananya meskipu kaca mobil nampak rusak parah, tapi aku sangat senang, mataku mulai berkaca-kaca dan terus menoleh ke arah sekretaris Roy.


"Hah? Roy kau berhasil, kita selamat, terimakasih banyak Roy, sungguh terimakasih kamu benar-benar melakukan yang terbaik untukku." Ucapku sangat merasa senang dan begitu terharu, Roy hanya tersenyum simpul sama seperti yang biasa dia lakukan dan dia juga terlihat mulai tenang, hingga kami segera pergi menuju mension tuan Jenson secepatnya.


Disisi lain tuan Jenson yang baru mengetahui video tersebut dari Teguh dia sangat kaget dan mulai mencemaskan istrinya tersebut.


"Ayah lihat kemari, ibu dikejar mereka, dan ini apa lara fans akan menggambar hal seperti ini untuk idolanya, apa kau pikir mereka menyukai ibu?" Tanya Teguh sambil menunjuk salah satu poster yang di bawa beberapa orang dalam rekaman video tersebut.


"Astaga...Teguh darimana kau mendapatkan video ini?" Tanya tuan Jenson dengan wajah yang sangat panik.


"Dari media sosial, dan ini sangat booming sekarang, banyak orang yang berkomentar dan mencemaskan ibu, bagaimana sekarang ayah, kita harus membantu ibu dia pasti dalam bahaya sekarang." Balas Teguh lagi dan terus menarik tangan tuan Jenson mengajaknya untuk mencariku saat itu.


Tuan Jenson berusaha untuk menenangkan Teguh dan dia juga segera berusaha menghubungiku tapi sayangnya ponselku kehabisan baterai sejak kami turun dari pesawat dan aku tidak menyadari hal itu, sekretaris Roy juga tidak membuka ponselnya karena dia fokus menyetir setelah kejadian menegangkan yang kami alami.

__ADS_1


"Sayang kamu tenang dulu, biar ayah coba hubungi mereka dahulu, kamu tenang oke, ibumu bersama Roy, dia pria yang hebat dia pasti aka menjaga ibumu dengan baik." Ucap tuan Jenson berlagak menenangkan Teguh padahal dirinya sendiri sangat panik tida karuan.


Berkali-kali dia mencoba menghubungi Roy dan aku tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari keduanya, sehingga dia memutuskan untuk pergi mencari kami.


Namun sebelum dia sempat pergi untungnya aku sudah sampai di kediamannya dan tuan Jenson serta Teguh yang mendapatkan kabar aku pulang dari pelayan, mereka segera berlari keluar untuk menamui aku.


"Tuan nona Ros sudah kembali, dia ada di luar bersama dengan sekretaris Roy." Ucap salah tua pelayan yang memberitahu tuan Jenson saat itu.


"Ibu....ayo ayo cepat kita lihat ibu." Ucap Teguh sambil segera berlari keluar dengan sangat cepat, disusul oleh tuan Jenson di belakangnya.


Baru saja saat itu aku turun dari mobil dengan Roy, tiba-tiba saja Teguh berteriak memanggilku membuat aku berbalik ke belakang dan dia langsung berlari memeluk aku sangat erat. "Ibu..." Teriaknya padaku.


"Ibu...apa kau baik-baik saja? Aku sangat mencemaskanmu, ibu maafkan Teguh karena tidak pergi denganmu, hiks..hiks.." ucap Teguh yang mulai menangis dalam pelukanku.


Aku mencoba untuk menenangkan dia dan memberitahu dia bahwa aku baik-baik saja.


"Sudah sayang ibu baik-baik saja, tidak ada yang terjadi dengan ibu, kenapa kamu menangis, sudah ya lihat ibu sehat, ibu baik-baik saja, jadi Teguh tidak perlu seperti ini." Balasku kepadanya sambil terus mengusap air mata yang berlinang di pipinya.


Kemudian tidak lama tuan Jenson datang dan dia sangat kaget ketika melihat kondisi mobilnya sudah setengah hancur seperti itu di tambah sekretaris Roy terus menunduk sambil menatap serius dengannya, aku mengerti apa yang ingin di katakan oleh tuan Jenson sehingga dengan cepat aku membawa Teguh masuk ke rumah dan menyuruhnya untuk istirahat dahulu ditemani dengan pelayan yang biasa mengasuhnya.


"Teguh sayang, kamu pasti capek kan ayo kita pergi ke kamar, kamu harus istirahat setelah perjalanan yang panjang." Ucapku yang langsung di turuti olehnya.

__ADS_1


__ADS_2