Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Pergi Ke Lokasi Syuting


__ADS_3

Karena ucapan dari Desi, Mike mempercayai nya dan kini dia justru malah menyimpan dendam sekaligus kebencian kepada Ros, padahal semua itu hanyalah akal-akalan Desi, buktinya saat Mike terlihat kesal dan menampakkan ekspresi benci pada Ros, Desi malah tersenyum kecil sesaat dan terus saja merasa senang dalam hatinya, karena dia pikir semua ini bisa dijadikan senjata yang baik untuknya serta menguntungkan dia untuk seterusnya.


"Haha....rasakan itu Ros, mulai sekarang Mike tidak akan pernah perduli lagi denganmu, dia akan terus menjadi milikku selamanya." Batin Desi saat itu.


Dia pun segera diantar pulang dengan Mike dan di rawat dengan sangat baik, Mike memang sudah mulai mencintai Desi hanya saja dia mungkin tidak bisa menunjukkan semua rasa sukanya itu sebab Desi yang selalu lebih aktif di bandingkan dirinya dan selalu saja mengedepankan percintaan mereka, sementara Mike lebih banyak sibuk dan menghabiskan waktu di kantornya, jadi akhir-akhir ini mereka jarang sekali berdekatan.


Walau begitu Desi memang sudah memiliki Mike seutuhnya karena mereka sudah berhubungan menjadi pacar selama ini bahkan hal itu juga sudah di ketahui oleh para fans mereka berdua, hanya saja setiap kali Desi menginginkan lebih agar bisa dinikahi oleh Mike, sayangnya Mike tidak pernah setuju dengan hal itu dan dia tidak pernah memberikan kesempatan apalagi izin sedikit pun kepada Desi untuk melakukan hal terlarang diantara mereka sebelum mereka benar-benar menikah nantinya.


Jika di lihat dari apa yang Mike lakukan kepada Desi maupun Ros selama ini, dia juga tipe pria yang sangat menjaga wanitanya dia tidak akan merusak wanita yang dia cintai sebelum waktunya tiba, tapi Desi memang tidak memiliki pola pikir yang sama, dia hanya takut Mike akan diambil orang lain jika saja tidak segera mengikat apapun dengannya.


Ke esokan paginya hari dimana proses pengambilan syuting pertama di lakukan, aku diantara oleh sekretaris Roy dan Teguh yang hendak pergi ke sekolah terlebih dahulu pagi itu, kemudian menuju ke lokasi syuting pertama, seperti biasa sesuai dengan kesepakatan antara aku dan tuan Jenson sebelumnya, aku di sampingi dengan dua bodyguard di mobil belakang yang mengawal aku bersama sekretaris Roy di depannya.

__ADS_1


Hingga sesampainya di lokasi syuting, sekretaris Roy segera pergi ke kantor sedangkan dia bodyguard itu seger mengikuti aku, berjalan di samping kiri dan kanan diriku membuat beberapa orang yang kami lewati menata aneh sambil saling berbisik satu sama lain kala itu. "Aaahh aku sudah menduganya hal seperti ini pasti akan terjadi, mereka benar-benar terlalu mencolok untuk jadi bodyguard ku." Gerutuku merasa ada yang harus aku rubah dari penampilan kedua bodyguard tersebut.


Saat mengingat ide itu secara tiba-tiba aku merasa terinspirasi dan segera saja mengajak kedua bodyguard itu ke ruang ganti agar mereka tidak mengenakan jas hitam dan semua pakaian yang serba hitam bahkan berjalan tegak dengan kacamata hitamnya


"Kalian berdua ayo ikut aku, ada sesuatu yang mau aku lakukan pada kalian berdua." Ucapku kepada dia bodyguard tersebut yang nampak kebingungan.


Hingga sesampainya di ruang ganti aku ambilkan dua pakaian santai dan kemeja biasa untuk mereka berdua, lalu segera ku suruh untuk mengganti pakaian mereka secepatnya.


"Ini ayo cepat ganti pakaian kalian." Ucapku sembari memberikan dua pasang pakai itu kepada mereka, nampak wajah keduanya kebingungan dan terus membelalakkan mata mereka sambil saling tatap satu sama lain.


Saat mereka berdua keluar aku benar-benar merasa terpukau, karena ternyata mereka cukup tampan dan nampak masih muda untuk jadi seorang bodyguard yang sebelumnya terlihat menyeramkan dan sangat kaku. "Wahh...kalian tampan juga jika memakai pakaian seperti ini, aishh kenapa kalian harus memakai jas kaku itu jika bisa menjadi setampan ini saat mengenakan pakaian biasa?" Ucapku seraya memuji keduanya hingga mereka nampak salah tingkah dan terlihat gugup sekali.

__ADS_1


"Eheh.... sudahlah ayo kita pergi lokasinya ada di sana." Ucapku lagi mengajak mereka pergi, hingga di sana aku bertemu dengan Moris dan dia menyambut aku dengan hangat begitu pula dengan para pemeran lainnya yang baru datang maupun yang sudah duduk menunggu disana sejak beberapa menit yang lalu.


"Ros...kemari, ini aku sudah sisakan tempat duduk untukmu, khusus di sampingku." Ucapnya begitu antusias dan bersemangat saat aku baru saja tiba disana.


Aku juga segera duduk di samping Moris sedangkan kedua bodyguard itu berdiri di sampingku, memandangi aku terus menerus dan memeriksa ke sekeliling disana untuk memastikan bahwa disana aman bagi nona nya tersebut.


Moris yang melihat ada dua orang yang mengikuti aku sejak tadi, dia pun mulai penasaran dan sudah tidak tahan untuk menanyakan meski pun di depan sana sudah ada penulis Jack saat itu.


"Syutttt ..Ros....Ros...siapa kedua pria di sampingmu itu?" Tanya Moris kepadaku sambil berbisik pelan di samping telinga.


"Oh.. mereka itu asistenku, suamiku yang meminta mereka untuk menjadi asisten selama aku kembali ke duni hiburan sedangkan yang satunya itu supir tapi dia sengaja aku ajak kemari karena tahu syutingku akan sangat lama, kasihan jika dia menunggu di mobil berjam-jam, iya kan." Ucapku berusaha untuk beralasan dan menyembunyikan semuanya dahulu, walau begitu aku juga sudah membuat janji dengan diriku sendiri bahwa aku akan memberitahu Moris suatu saat nanti jika semua keadaan sudah memungkinkan dan tepat, jadi untuk saat ini aku rasa aku masih harus menyembunyikan identitas aku yang asli dengannya.

__ADS_1


Walaupun Desi dan Mike sudah tahu jika aku adalah Ros yang sama dengan Ros yang dulu, tetapi selain dari mereka, semuanya hanya mengenali aku dengan sebutan Rosa, seseorang rival yang mirip dengan Ros legendaris, itulah yang mereka pikirkan padaku.


Awalnya aku juga tidak tahu kenapa orang-orang bisa menganggap aku rival dari diriku sendiri, padahal aku sama sekali tidak melakukan permak wajah atau perusahaan bentuk tubuh, tapi mungkin saat ini semenjak aku memilih teguh berat badanku memang tidak se ideal dahulu, sekarang aku rasa tubuhku memang lumayan berisi walaupun tidak gendut, ku pikir mungkin itulah alasan kenapa mereka berpikir demikian. Aku juga berniat untuk diet agar berat badanku bisa kembali seperti lima tahu yang lalu dan bisa meyakinkan semua orang bahwa aku sungguh Ros yang dahulu bukanlah Rosa yang baru merintis karirnya saat ini.


__ADS_2