
Nayla terus saja memegangi tanganku dengan lembut dan dia terus saja berbicara untuk menenangkan aku saat itu, dan dia mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Ros, aku tahu dan mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini, tapi perlu kamu sadari juga bahwa tuan Jenson harus adil dalam hal ini, jika seandainya tuan Jenson hanya bisa membebaskan Rasya dan tidak bisa menyelamatkan kakakmu, kamu harus bisa menerima itu, karena perbuatan yang sudah dilakukan oleh Desi sudah sangat keterlaluan, dan tidak kah kamu curiga bahwa seseorang yang menyerang kamu ketik di perjalanan pulang dari bandara adalah anak buah Desi juga?" Ucap Nayla membuat aku kaget mendengarnya dan terus saja aku menyangkal hal itu karena sebelumnya aku dan tuan Jenson sudah menduga lebih dulu jika mereka kemungkinan besar adalah orang-orang dari perusahaan Mike.
"Nayla sepetinya dugaan kamu itu salah aku jelas melihat logo huruf M terbalik pada kemeja hitam yang mereka kenakan saat mereka mencoba memecahkan kaca mobil di sampingku saat itu, dan kamu tahu bukan bahwa logo itu hanya dimiliki oleh semua karyawan perusahaan. M. Entertainment, dimana Mike lah pemiliknya mereka hanya mendengarkan Mike saja bukan." Balasku menjelaskan semuanya kepada Nayla.
"Tunggu, jadi kamu kira itu anak buah Mike?" Tanya Nyala lagi dengan wajahnya yang terlihat semakin penasaran, aku pun segera mengangguk menanggapinya dengan cepat.
"Aahhhh..tidak mungkin, Ros aku tahu betul bahwa saat ini perusahaan Mike tengah berada dalam kondisi yang sulit, apa kamu yakin dia akan memiliki waktu untuk melakukan hal tidak berguna seperti ini? Lagi pula Mike kan menyukaimu, walaupun sekarang dia sudah menjadi tunangan kakakmu tetapi aku rasa Mike tidak akan berbuat sejahat itu pada wanita yang pernah dia cintai, apalagi itu adalah kau, aset yang ingin dia ambil kembali, aku pernah mendengarnya secara langsung, bahkan dia ingin kau masuk lagi di agensi miliknya." Balas Nayla menjelaskan semuanya kepadaku dan dia menyangkal semua dugaan yang aku curigai tentang Mike terhadap dirinya.
__ADS_1
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Nayla aku semakin berpikir keras dan entah kenapa kini hatiku menjadi semakin cemas dan tidak karuan, aku benar-benar tidak bisa mempercayai jika sampai apa yang di duga oleh Nayla sungguh terjadi atau fakta dari semua hal yang aku lewati selama ini. "Nayla aku tahu kamu membenci kakakku karena dia sudah menipu kamu dan memasukkan Rasya ke dalam penjara, tetapi Nay, bagaimana pun dia kakakku dia tidak mungkin ingin mencoba melenyapkan aku, dia yang membesarkan aku, untuk apa dia mau melenyapkan aku dengan cara yang kejam seperti itu!" Balasku dengan nafas yang kuat dan nada suara yang sangat tinggi saat itu.
Nayla nampak menatapku dengan tatapan yang kosong, kemudian dia beralih menatap ke langit, dengan kedua tangan yang dia gunakan sebagai penyanggah tubuhnya, dia simpan tangannya ke belakang dan terus saja menutup mata ke atas langit, seakan sudah pasrah dan terus saja seperti itu, membuat aku merasa bersalah karena sudah bicara keras dan membentak dirinya tadi, segera saja aku mengontrol nafasku dan terus saja berusaha untuk menghilangkan emosi dalam diriku.
"Maafkan aku ya Nayla aku tidak bermaksud membentak kamu seperti tadi, hanya saja aku...aku tidak bisa mempercayai bahwa kakakku bisa se jahat itu sekarang. Apalagi terhadap diriku." Balasku sembari menunduk dengan lesu.
"Hey..ada apa denganmu, aku sangat menyayangimu layaknya saudaraku sendiri, sejak pertama kali aku bertemu denganmu, kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri aku sangat menyayangimu Ros, aku tidak marah apalagi kesal padamu, aku diam karena aku berusaha memikirkan hal yang sama dengan apa yang kamu duga sebelumnya. Bagaimana bisa kak Desi melakukan semua ini kepada adik kandungnya sendiri yang dia besarkan dengan banyak pengorbanan." Ujar Nayla dalam memelukku saat itu.
"Aku pun tidak tahu, aku merasa gagal karena tidak berhasil menyelamatkan kakakku dan malah membuat kakakku sendiri menjadi orang yang sangat jahat seperti itu." Balasku lagi dengan hati yang terasa begitu sakit setiap kali mengingat kakaku Desi.
__ADS_1
"Sudah-sudah jangan dipikirkan lagi, yang terpenting saat ini kamu harus percaya denganku, sejahat apapun kakakku dia memang kakak kandungmu, tetapi kamu tidak bisa terus merasa kasihan dan mengatakan kamu sangat mencintainya sehingga membiarkan dia untuk melakukan apapun di dunia ini bahkan untuk melenyapkan dirimu sendiri, ingat Ros kau juga manusia, kau memiliki hak hidup yang sama dengan semua orang, kamu juga sangat terkenal dan memiliki bakat yang banyak, semua yang kamu gunakan tidak pernah gagal untuk terlihat cantik, kamu harus yakin kakakmu pasti bisa berubah dan kamu harus memberikan dia pelajaran terlebih dahulu agar dia mengerti bahwa menjadi jahat tidak ada untungnya meski duit dia lebih banyak dariku ataupun kamu." Balas Nayla yang mencerahkan otakmu dan dia membuat aku bisa berpikir luas serta bisa menerima semua masukan dari orang lain terhadap diriku.
"Terimakasih banyak Nayla kamu yang paling mengerti aku." Balasku kepadanya sembari membalas pelukan dari sahabat terbaikku tersebut.
Selama ini aku selalu cemas, aku takut jika apa yang sejak dulu di duga olehku juga oleh teman-teman di sekitarku adalah sebuah kebenaran, bahwa kak Desi lah yang sengaja menjebak aku dan menjual aku kepada seorang pria, dan kebetulan pria itu adalah tuan Jenson yang saat ini menjadi suamiku, aku takut jika semua itu adalah kenyataan.
Aku masih belum bisa mempercayai apa yang diucapkan seberapa banyak pun orang kepadaku jika aku belum melihat secara langsung bukti nyatanya, seperti chat wa nya atau pun bukti lainnya yang bisa menguatkan aku bahwa memang kakak ku lah yang menjadi dalam dalam semua kegaduhan yang terjadi sejak awal salam perusahaan tersebut. Tepi berkat ucapan penenang dari Nayla aku mulai jauh lebih tenang dan Nayla malah dengan sengaja mengajak Teguh untuk datang ke sana dan ikut berenang dengan dia di kolam renang yang berukuran luas serta cukup dalam itu.
Kami pun bermain bersama di kolam renang tersebut, tertawa riang gembira dan terus saja menikmati kebahagiaan serta kebersamaan antara Nayla aku dan Teguh, jarang sekali kita bertiga bisa bermain bersama seperti ini dan Teguh juga nampak sangat senang, apalagi di saat Nayla mengajarinya berenang, Teguh begitu antusias sekali walaupun beberapa kali dia hampir tenggelam dan sudah terminum air kolam ke perutnya, tetapi dia tetap saja tidak kapok dan sama sekali tidak marah ataupun kesal sedikit pun kepada Nayla, mereka seperti mudah sekali untuk dekat, memang Nayla sangat menyukai anak-anak jadi mudah baginya mencuri hati setiap anak kecil yang dia temui, apalagi ini Teguh yang sudah dia anggap sebagai keponakannya sendiri.
__ADS_1