Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Bertengkar Dengan Teguh


__ADS_3

"Om siapa kau? Kembalikan ponsel ibuku!" Bentak Teguh kepada tuan Jenson saat itu dengan kedua tangannya yang berkacak pinggang sambil menatap tajam dengan kedua alis yang dikerutkan dengan kuat saat itu.


Tuan Jenson yang mendapatkan tatapan seperti itu dari seorang anak kecil yang berani membantahnya, tentu saja dia tidak bisa menerima perlakuan dari Teguh kepadanya, meski Teguh anak kecil tetap saja tuan Jenson tidak terima mendapatkan perlakuan seperti itu dari nya, sehingga tuan Jenson mulai menarik tangan Teguh dan dia terus saja berbicara menasehati Teguh dengan wajahnya yang dingin dan begitu menyeramkan.


Bahkan Roy sendiri saja sudah memperingati tuan Jenson agar tidak terlalu kasar kepada anak kecil, namun sayangnya tuan Jenson yang sudah terlanjur kesal dia tidak bisa di hentikan lagi.


"Heh...dasar kau bocah nakal beraninya kau bicara seperti itu kepadaku, apa kau tidak tahu siapa aku hah?" Bentak tuan Jenson sambil menarik tangan Teguh dengan kasar hingga membuat Teguh meringis kesakitan saat itu.


"Tuan jangan terlalu kasar dengan anak-anak, dia hanya tidak mengenalmu wajar jika dia seperti itu." Ucap Roy kepada tuan Jenson saat itu.


"Tetap saja dia ini memang sudah jelas terlihat bak anak yang nakal buktinya lihat saja, sekarang dia terus memberikan tatapan tajam kepadaku dan sama sekali tidak takut, apa kau pikir dia ini anak biasa." Balas tuan Jenson yang malah balik membentak Roy saat itu.


Sehingga Ros pun sudah tidak mau ikut campur lagi dengan urusan mereka, sehingga dia hanya bisa diam saja dan terus menghembuskan nafas dengan lesu dalam menghadapinya, sebab Roy sudah tahu jika dia mulai bicara lagi, bisa saja tuan Jenson akan menyemprot dirinya juga.


"Huuhh ... sudahlah dia memang tidak akan mendengarkan aku juga." Gerutu tuan Jenson saat itu.


Sementara tuan Jenson kini kembali beralih kepada Teguh, dan terus saja menarik tangannya lagi dengan kuat sembari mengangkat tangannya ke atas dengan tinggi, tuan Jenson terus saja menjauhkan ponsel milik Teguh agar Teguh tidak dapat mengambilnya saat itu.


"Heh ...kau aku peringatkan dirimu ya. Jangan pernah berani-beraninya kau menatap aku seperti itu, apa kau sama sekali tidak takut denganku? Hah!" Bentak tuan Jenson kepada Teguh sambil terus saja menarik kerah pakaian Teguh terus menerus.

__ADS_1


"Heh, om jelek, aku sama sekali tidak takut deganmu, jadi lepaskan tanganmu dari kerah pakaianku, kau hanya akan merusaknya!" Bentak Teguh sambil terus saja berontak dengan kuat.


Sayangnya tuan Jenson memang tidak pernah pandang bulu kepada siapapun, sehingga meski Teguh sudah berontak dan meminta untuk dilepaskan terus saja tuan Jenson tidak melakukannya dan dia malah semakin membentak Teguh.


"Dasar kau, aku bilang padamu, aku ini pria yang yang tampan aku sama sekali tidak jelek, kau yang jelek, beraninya kau meniru wajahku, kau harus ikut denganku untuk mengoperasi wajahmu itu, supaya kau tidak memiliki wajah yang mirip lagi denganku!" Bentak tua Jenson sambil menarik Teguh dan hampir saja akan membawanya pergi dari cafe dengan paksa saat itu.


Namun untungnya salah satu pelayan disana melihat hal itu da dia segera memberitahu aku mengenai hal tersebut.


"Ros ... Ros....dimana kau?" Teriak salah satu teman kerjaku saat itu.


"Aku disini, ada apa kamu berteriak mencariku, apa ada pesanan yang salah?" Tanyaku kepadanya saat itu.


"Ada apa dengan putraku, ayo cepat bicara, jangan membuat aku mencemaskannya." Ucapku kepadanya saat itu.


"Dia mau dibawa pergi dengan seorang pria yang memakai jas, kau harus menyelamatkan Teguh." Ucap dia membuat aku sangat kaget ketika mendengar hal tersebut.


Aku tersentak kaget dan langsung membelakkan mataku dengan sangat lebar saat itu, sehingga aku langsung saja berlari ke depan untuk mencari Teguh dengan perasaan yang cemas tidak menentu.


"Apa? Ya ampun...Teguh semoga dia baik-baik saja." Ucapku sambil segera berlari mencarinya dengan secepat yang aku bisa.

__ADS_1


Sampai ketika aku pergi ke depan aku sudah tidak melihat keberadaan Teguh di meja sebelumnya dan aku melihat Teguh yang berteriak memanggilku sambil tengah di gendong oleh seorang pria hendak dibawa keluar dari cafe tersebut.


"Ibu....Bu... Tolong aku bu!" Teriak Teguh memanggilku sambil menjerit dan melambaikan tangannya kepadaku.


Aku semakin kaget dan cemas ketika melihat Teguh yang meminta tolong dengan kondisinya seperti itu, sehingga aku langsung saja berlari mengejar dia dan untungnya aku masih berharap menahan dua orang pria yang hampir akan membawa masuk Teguh pada salah satu mobil hitam yang ada disana.


"Astaga ..Teguh...hei..berhenti, lepaskan putraku!" Teriakku sangat kencang sambil segera berlari mengejar kedua pria itu.


Mereka tidak berganti mungkin karena mereka tidak mendengar teriakkan dariku saat itu, sehingga aku terus berlari dan berhasil menahan jas bagian belakang salah satu pria itu lalu aku langsung saja memberikan tinjuan berkali-kali dari belakang secara bertubi-tubi kepadanya saat itu.


"Hei .. berhenti eugh...buk buk buk...mau kau bawa kemana putraku....hei...buk buk, lepaskan, cepat turunkan putraku!" Bentakku terus berteriak kencang sambil terus menunjuk bagian belakang pria tersebut hingga dia meringis kesakitan dan salah satu pria tiba-tiba saja menarik tanganku lalu memegangi kedua tanganku ke belakang dan menghentikan aku saat itu.


Sedangkan pria yang tadi menggendong Teguh dia mulai menurunkannya sambil menggerutu kasar dan meringis kesakitan memegangi punggungnya yang sudah aku tinju dengan sekuat tenaga berkali-kali.


"Eehh...siapa kau, hentikan, jangan lakukan itu hei.." ucap salah satu pria yang langsung menarik tanganku lalu menghentikan aku dengan cepat saat itu.


"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan dia itu putraku kau yang mau menculiknya kan, hei..lepaskan tanganku!" Bentakku sambil terus berontak kepada pria itu.


Tapi walau aku sudah berontak kepadanya tetap saja pria itu tidak mau melepaskan aku hingga Teguh datang dengan cepat dan dia langsung menginjak kaki pria itu sangat kuat dan aku berhasil melepaskan diri darinya, segera saja aku memeluk Teguh dan menggendongnya dengan cepat, karena aku tidak ingin jika dia sampai diambil kembali orang dia orang pria aneh itu.

__ADS_1


__ADS_2