Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Bercanda Dengan Tuan Jenson


__ADS_3

Semuanya rencana liburan kami di hari pertama berjalan sangat lancar, Teguh juga tidak berhenti kagum dan selalu riang gembira menyambut semuanya, kemanapun tuan Jenson mengajak kami pergi, Teguh selalu suka dengan tempat maupun kuliner yang kami jelajahi di sana, bertemu para penduduk lokal yang baik dan ramah, itu adalah nilai plus kami saat berlibur disana, tidak lupa membeli beberapa buah tangan untuk Nayla juga Moris, dan aku juga membeli sesuatu yang bisa dijadikan kenang-kenangan bahwa aku pernah liburan ke Jepang dalam keadaan sebagai ini bersama suami juga putra kesayanganku Teguh. Masalah yang sebelumnya menghantuiku sudah tidak terlalu mengganggu pikiranku lagi, kini aku lebih fokus bermain dengan Teguh juga tuan Jenson.


Karena lelah Teguh langsung tidur sejak pulang dari jalan-jalan, sedangkan aku menghampiri tuan Jenson yang duduk sambil membaca sebuah buku di balkon hotel kala itu, aku juga segera menghampiri dia sambil membawa segelas kopi hangat untuknya tidak lupa dengan cemilan kesukaannya.


"Tuan ini untukmu." Ucapku segera memberikannya.


Tuan Jenson menatapku dengan terperangah dan dia terlihat cukup kaget saat aku memberikan dia cemilan juga kopi tersebut, aku hanya bisa menanggapi reaksinya dengan senyuman tipis saja kemudian duduk di sampingnya.


"Tumben sekali kamu mau membuatkan aku kopi dan memberikan cemilan seperti ini, ada apa?" Tanya tuan Jenson yang merasa sedikit heran.


Padahal saat itu aku hanya mencoba jadi istri yang baik saja bagi suamiku, tapi dia malah menanggapinya seperti ini, membuat aku merasa malu di buatnya, karena memang sejak awal, aku jarang bahkan tidak pernah bersikap manis seperti ini kepada dia.


"Ahh..aku hanya mencoba untuk jadi pasangan baik untukmu saja, dan anggap saja itu sebagai bentuk terimakasih dariku karena kamu sudah mau membawa aku dan teguh ke tempat secantik ini, aku sangat bersyukur kamu adalah suamiku." Ucapku sambil tersenyum lebar dan mengatakannya dengan penuh ketulusan.


Tuan Jenson terus menatapku dengan lekat dan dia mulai menampakkan sebuah senyum kecil lalu meminta aku untuk mendekatkan diri kepadanya dan aku menuruti itu hingga dia langsung memelukku dengan sangat erat.

__ADS_1


"Tuan.... kenapa tiba-tiba memelukku?" Tanyaku dengan heran dan sedikit kebingungan dengannya.


"Biarkan begini sebentar saja, aku sangat menyayangimu Ros, berjanjilah untuk tetap di sampingku, hidup denganku dan membesarkan Teguh bersama." Ujar tuan Jenson dalam pelukanku saat itu.


"Eum...aku janji denganmu sayang." Balasku untuk pertama kalinya memanggil tuan Jenson dengan sebutan sayang yang selama ini tidak pernah mau aku ucapkan karena merasa perkataan itu terlalu lebay, tapi kali ini aku mengungkapkannya sesuai dengan rasa sayangku yang teramat besar dengannya.


Tuan Jenson langsung melepaskan pelukan itu dariku dan memegangi kedua pundakku dengan kuat, dia membelalakkan matanya cukup lebar dan terlihat sangat kaget, langsung meminta aku untuk mengatakan kalimat yang aku ucapkan sebelumnya.


"Tunggu, apa kau baru saja memanggilku dengan sebutan sayang? Aahhh ayo katakan lagi, aku mau mendengarnya sekali lagi darimu." Ucap tuan Jenson yang terlihat sangat antusias meminta aku untuk mengulanginya lagi.


"Tidak, aku tadi hanya tidak sengaja mengatakannya dan kamu sudah mendengarnya bukan, jadi untuk apa di ulangi lagi?" Balasku menolak dengan lembut kepada-nya.


"Kau, aishh..aku kan suamimu sekarang, kita juga sudah menjadi pasangan suami istri yang sah lahir dan batin, kenapa kau harus perhitungan ini kepada suamimu sendiri sih, ayolah sayang katakan lagi aku ingin mendengarnya, sungguh." Ucap tuan Jenson memohon denganku, ini jelas seperti bukan tuan Jenson dan aku terus menahan tawa dibuatnya.


Dia terlalu menggemaskan untuk di tolak, aku pun mengangguk dan menyuruh dia agar mendekatkan telinganya ke arahku, suapaya aku bisa mengatakannya pelan dan dia bisa mendengarnya dengan jelas. "Baiklah, mendekatkan kemari." Ucapku kepadanya yang langsung diturunkan oleh tuan Jenson.

__ADS_1


Aku juga tidak menduga jika seseorang seperti tuan Jenson bisa begitu menuruti ucapan wanita seperti ini


Dia sangat patuh sekali, membuat aku tidak tahan lagi untuk tertawa, saat dia sudah mendekatkan telinganya ke arahku, aku langsung mengatakannya sangat pelan dan mengecup pipinya sekaligus, sambil segera berlari dan menjulurkan lidah ke arahnya untuk menggoda dia yang sangat menggemaskan itu.


"Suamiku sayang, muach!" Ucapku kepadanya dan terus tersenyum lebar sambil berlari masuk ke dalam kamar lalu segera menghindar darinya.


Karena aku sudah tahu tuan Jenson pasti akan mengejar aku, dan itu sungguh terjadi, setelah beberapa detik dia tertegun sambil memegangi pipinya, dia langsung mengejarku sambil memanggil namaku cukup kencang, aku terus berlari berusaha menghindar darinya dan agar tidak tertangkap olehnya,tetapi karena ruangan hotel itu tidak terlalu besar dibandingkan rumah tuan Jenson, pada akhirnya aku tetap tertangkap dari belakang, karena tuan Jenson memeluk aku sangat erat.


Dia malah sengaja menaruh dagunya di sebelah pundakku, dia juga mengecup pipiku beberapa kali membuat aku merasa geli di buatnya.


"Ah...mau kemana kau, sekarang kau tidak bisa kabur lagi dariku, beraninya kau melakukan itu padaku, kau sudah pandai menggoda suamimu sendiri ya?" Ucap tuan Jenson saat pertama kali berhasil menangkap aku.


"Ahaha... tidak-tidak, itu hanya keceplosan saja aku tidak bermaksud begitu kok, ayol lepaskan aku tuan." Balasku dengannya sambil tertawa dan berusaha untuk melepaskan kedua tangan tuan Jenson yang melingkar di pinggangku saat itu.


"Tidak, aku tidak akan melepaskan istri yang nakal sepetimu, rasakan ini...muach...muach...muach." Balas tuan Jenson yang malah mengecupku berkali, jauh lebih banyak dari apa yang aku lakukan kepadanya.

__ADS_1


Aku terus berusaha untuk menghindar dan melepaskan tangannya itu, tetapi dia sangat kuat dan malah terus menggelitik pinggangku membuat aku semakin geli dan kehilangan keseimbangan hingga jatuh ke ranjang bersama dengannya.


__ADS_2