
Tuan Jenson langsung saja menepuk jidatnya dengan kuat dan dia menggelengkan kepada dengan keras saat itu, sambil berkacak pinggang dan mulai berbalik berjalan menjauhiku, dia langsung saja berteriak kepada pelayan di butik itu dengan sangat keras untuk membeli gaun tersebut tanpa membicarakannya denganku.
"Pelayan, aku pilih setelan ini dan gaunnya." Teriak tuan Jenson sangat kencang.
Aku langsung terbelalak sangat lebar menatap ke arahnya dengan kedua alis yang aku naikkan dengan sangat kuat, aku terus saja menarik ujung jas yang dia kenakan dan berusaha untuk mendapatkan penjelasan darinya.
"Tuan apa yang kau lakukan, aku kan sudah bilang kita tidak perlu membeli gaun yang sangat mahal seperti ini untukku, aku bisa memakai gaun lain yang lebih murah." Ucapku kepadanya lagi, tapi dia tiba-tiba saja memberikan tatapan yang sangat tajam kepadaku.
"Heh. Jangan bersikap seakan aku ini orang miskin, apa kau lupa calon suamimu ini orang kaya dan memiliki banyak uang, aishh... Sudahlah kau tidak perlu memikirkan apapun lagi, sekarang cepat lepaskan pakaianmu dan kita pergi untuk makan malam bersama, Teguh pasti sudah menunggu kita di restoran." Ucapnya membuat aku kembali terbelalak sangat kaget dengannya.
"Aa..apa? Kita mau makan malam dengan Teguh? Tuan bisakah kau tidak menghamburkan uangmu seperti ini, aku kan bisa masak di rumah sendiri, masakanku juga tidak buruk." Balasku kepadanya.
Dia tetap tidak mau mendengarkan ucapanku, dan terus saja mendorong tubuhku untuk pergi ke ruang ganti dan mengganti pakaian dengan cepat, aku sudah tidak bisa melakukan apapun lagi, jadi hanya bisa menuruti semua ucapannya itu.
...****************...
Sedangkan disisi lain Desi dan Mike terlihat sudah menyiapkan rencana mereka sendiri untuk berjaga-jaga dengan kemunculan Ros nantinya, kini Desi baru saja mendapatkan kabar dari salah satu anak buah yang dia keluarkan untuk memata-matai Ros, anak buah itu memberikan potret Ros bersama tuan Jenson dan Teguh di taman bermain dan saat mereka menjemput Teguh di sekolah.
Desi tersenyum kecil dan dia terlihat begitu senang dengan informasi yang di dapatkan.
__ADS_1
"Kerja yang bagus, kalian berdua boleh pergi sekarang." Ucap Desi sambil menerima beberapa foto dari anak buahnya tersebut.
Kemudian dia pergi menemui Mike yang berada di balkon kamarnya saat itu, menunjukkan foto yang dia dapat dari anak buahnya tersebut.
"Bagus, kau memang orang yang cerdas, kita harus mengirimkan foto ini kepada Raysa, dia pasti akan sangat benci melihat orang yang pernah dia tolong justru hidup bahagia dan melupakan dia yang dalam kesulitan seperti sekarang ini." Ucap Mike sambil tersenyum licik dan terus saja dia mengirimkan semua foto tersebut pada Rasya dengan nomor samaran yang dia miliki.
Sebelumnya Desi memang sudah mencaritahu tentang Rasya dan Nayla termasuk dengan Mike yang sudah mendapatkan kabar lebih dulu tentang kedua sahabat Ros tersebut, bahkan mereka sudah tahu dua orang itu bersembunyi dimana, mereka menyusun semua rencana dengan sangat baik dan terus bergerak di belakang Ros.
Sementara saat ini, iklan yang di perankan oleh Ros sudah mulai rilis dan banyak di tayangkan di layar kaca, sehingga nama Ros kembali melambung dan banyak sekali fans yang kembali bermunculan, meski sebagian dari mereka menghujat Ros dan mengungkung mengenai rumornya di masa lalu, tetapi tuan Jenson tentu saja tidak akan membiarkan semua itu terus berjalan dengan begitu mudahnya.
Dia sudah mempersiapkan dengan sangat baik untuk hal-hal seperti ini, menghapus semua komentar jahat tentang Ros dan sengaja ingin mempersiapkan pernikahan yang luar biasa bagi Ros agar dapat menutup rumor buruk yang dulu pernah Ros alami, sekaligus mengagetkan dia orang yang sangat dibenci tuan Jenson.
Diam-diam, tuan Jenson menghubungi Roy dan memerintahkan Roy untuk terus memantau pergerakan seseorang di belakang Ros, dia mengerjakan semuanya dengan sangat hati-hati dan teliti, tanpa perlu memberitahu Ros dan terus saja menjaga Ros tanpa henti, sebuah senyum kecil tergambar di wajah tuan Jenson karena dia merasa rencananya akan berjalan dengan lancar.
Sedangkan disisi lain aku merasa aneh sebab melihat tuan Jenson terus menatapku dengan lekat dan tersenyum kecil saat itu, padahal sebelumnya dia tidak pernah memberikan senyuman seperti itu kepadaku, membuat aku sedikit gugup mendapatkan tatapan itu darinya. "Ada apa dengannya, apa dia sudah gila ya, terus menatapku begitu? Ataukah ada yang salah dengan wajahku ini?" Batinku terus saja merasa heran.
Hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya secara langsung kepadanya, karena aku tidak bisa terus diam saja mendapatkan tatapan aneh seperti itu darinya.
"Tuan..kenapa kau menatapku terus, apa ada yang salah dengan penampilanku saat ini?" Tanyaku kepadanya dengan wajah yang sangat kebingungan.
__ADS_1
Langsung saja tuan Jenson tersadar dan dia segera memperbaiki posisi duduknya.
"Aahh, tidak ada. Kau hanya terlihat semakin jelek jika aku lihat dari dekat seperti ini." Balas tuan Jenson membuat aku merasa menyesal sudah bertanya kepadanya.
"Aa..a..apa kau bilang, aku jelek? Matamu saja yang buram, dasar menyebalkan." Balasku sangat kesal dan begitu tidak terima dengan apa yang dia katakan.
Seenaknya saja dia menghina fisikku seperti itu, dan Teguh juga malah tersenyum menertawakan aku, sekarang aku hanya bisa menggerutu sendiri dan mengerutkan wajahku tanpa henti, cemberut sepanjang waktu hingga pulang ke rumahnya sekalipun.
Bahkan dengan sengaja aku mengabaikan panggilan dari tuan Jenson disaat dia memanggilku beberapa saat kemudian.
"Hei....Ros, bisakah kita bicara dahulu, Ros apa kau mendengarkan aku? Hei kau mau kemana?" Ucap tuan Jenson yang pada akhirnya menahan tanganku karena aku sengaja tidak mendengar ucapan darinya saat itu.
"Lepaskan tanganku, aku jelas tidak mendengarkanmu tuan, dan aku tidak mau mendengar ucapanmu lagi, kau hanya bisa mengejekku, mengatai aku dan selalu memutuskan semuanya tanpa bertanya kepadaku dahulu, jadi untuk apa kau mau bicara denganku." Balasku kepadanya sangat kesal.
Tuan Jenson justru malah tersenyum kecil membuat aku semakin kesal dengannya.
"Jadi kau merajuk padaku, hei ayolah kita bicara dahulu, ada hal penting yang ingin aku beritahukan kepadamu." Ucapnya padaku.
Tapi sayangnya aku sama sekali tidak ingin mendengarnya lagi, dia sudah terlalu banyak membuat aku kesal dan kecewa hari ini, mood dalam diriku sudah benar-benar hancur karenanya.
__ADS_1