Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Rencana Roy


__ADS_3

Lagi dan lagi Roy hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu, bukan karena apapun, tetapi selama ini semua informasi lengkap mengenai Ros sudah dia cari tau dengan sangat benar dan teliti, bahkan dia sampai berulangkali mengecek kebenarannya dan semua hasilnya sangat akurat, jadi dia tidak tahu lagi bagaimana cara mengatakannya kepada tuan Jenson bahwa semua informasi yang sudah dia berikan kepada tuannya tersebut memanglah informasi yang benar.


"Tuan... Begini, saya rasa nona Ros ini adalah wanita yang sangat mandiri, dia tidak membutuhkan bantuan apapun dari siapapun, karena sudah jelas sekali dia itu bekerja keras seorang diri untuk membesarkan putramu, dia tidak meminta bantuan darimu meski berulang kali mendapatkan banyak kesulitan sebelumnya, dan dia bahkan pernah meninggalkan sahabat baiknya yang bisa saja membantu dia untuk membiayai hidupnya juga putramu itu, tetapi karena dia mandiri, dia tidak mengambil kesempatan itu, jadi saya rasa rencana anda itu tidak akan berhasil pada wanita kuat sepertinya." Balas Roy mengatakan yang sebenarnya.


Tuan Jenson sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh asisten pribadinya tersebut, dia langsung melirik dengan tatapan tajam kepada Roy, bak seperti hendak ingin menerkam Roy saat itu juga.


"Hei..hei.... Tuan, aku kan hanya bicara fakta, kau jangan ambil hati begitu dong." Tambah Roy karena merasa takut dengan tatapan tersebut.


"CK.. kau bicara seakan aku ini ayah yang tidak berguna bagi putraku, bagaimana aku tidak kesal padamu!" Balas tuan Jenson kepadanya.


"Ya kau memang tidak berguna." Celetukan Roy yang keceplosan.


"APA KAU BILANG?" Bentak tuan Jenson semakin membelalakkan matanya kepada Roy.


"Ehh.. tidak tidak tuan, saya hanya bilang jika anda bisa menjadi sangat berguna bagi mereka jika anda bisa mengikuti cara saya, begitu." Balas Roy langsung saja mengesampingkan topik pembicaraannya karena takut mendapatkan ancaman lagi dari bosnya tersebut yang tidak memiliki hati nurani sedikit pun.


"Cepat katakan apa rencanamu itu?" Tanya tuan Jenson terlihat begitu penasaran.

__ADS_1


Roy langsung membisikkan sesuatu kepada tuan Jenson, dia menjelaskan semua ide yang ada di kepalanya, bahkan Roy sudah menyusun sebuah rencana yang sangat bagus sekali untuk membuat seorang Ros yang mandiri dan pekerja keras dapat bergantung kepada tuan Jenson nantinya, sebuah senyum kecil yang mencurigakan langsung tergambar di wajah tuan Jenson, dia merasa bahwa ide yang baru saja di berikan oleh Roy sangat bagus, dan dia langsung saja menyetujui ide itu untuk segera dia lakukan.


"Ahahah... Idemu bagus juga, tapi awas saja jika idemu ini tidak berhasil, aku akan memotong semua gajimu dalam setengah tahun!" Ucap tuan Jenson yang tetap saja memberikan ancaman kepada Roy.


Membuat dada Roy terasa sesak ketika mendengar potongan gaji dalam waktu yang sangat lama seperti itu, yang bisa membuat dia seketika menjadi jatuh miskin tapi karena dia sangat percaya diri dengan ide yang dia buat sejak lama, jadi dia masih bisa berusaha untuk menenangkan dirinya dan optimis dengan semua yang akan dia dan tuan Jenson jalani.


...****************...


Waktu kian berlalu hari demi hari terus saja dijalani oleh Ros dengan putra kesayangannya Teguh, dan selama itu juga tanpa sepengetahuan Ros, Teguh sering bertemu dengan tuan Jenson di belakang ibunya sendiri, Teguh menyembunyikan semua itu karena dia tahu bahwa ibunya tidak senang setiap kali dia dekat dengan tuan Jenson, sedangkan dirinya sendiri merasa bahwa tuan Jenson adalah orang yang sangat baik, sehingga dia menuruti ucapan dari tuan Jenson untuk meminta dia agar menyimpan semua rahasia itu dari ibunya sendiri.


Satu Minggu, dua Minggu dan tiga Minggu terus berlalu, Teguh semakin tumbuh dengan cepat, dia sangat tampan dan begitu cerdas, padahal usianya masih enam tahun, aku selalu membuatkan bekal makanan untuknya setiap hari, tetapi sudah beberapa hari kebelakang Teguh tidak lagi meminta aku membuatkan bekal makanan untuknya, dia bahkan sama sekali tidak menerima uang jajan dariku, padahal aku selalu memberikan semua itu untuknya.


"Teguh sayang, boleh mamah bertanya padamu?" Tanyaku dengan lembut kepada Teguh yang tengah menikmati sarapannya pagi ini.


"Ada apa ma? Tanyakan saja kepadaku." Balas dia dengan begitu menggemaskan sebab pipinya penuh dengan makanan.


"Sayang kenapa kamu menolak uang jajan dan bekal makan siang dari ibu? Jika kamu tidak membawa bekal makanan dan uang jajan dari ibu, kamu akan makan apa saat jam istirahat di sekolah?" Tanyaku langsung saja mengutarakan semua kejanggalan yang aku rasakan selama beberapa hari ini.

__ADS_1


Teguh langsung menghentikan makannya dia pun mulai berbicara kepadaku dengan wajah yang begitu berseri-seri.


"Ibu tidak perlu mengkhawatirkan aku, sebenarnya belakangan ini ada orang baik yang menganggap aku sebagai putranya sendiri karena dia tidak memiliki anak, dia juga memberikan aku kartu tanpa batas, jadi aku dapat membeli apapun yang aku mau, dan satu lagi ibu juga tidak perlu bekerja lagi jika ibu mau mengijinkan aku untuk tetap berhubungan baik dengan ayah angkatku itu." Balas Teguh sambil terus tersenyum lebar padaku.


Aku langsung mengerutkan kedua alisku dengan kuat, terus berpikir siapa orang yang Teguh maksudkan itu, bagaimana mungkin akan ada orang asing yang tiba-tiba saja mau mengangkat Teguh sebagai anaknya dan langsung memberikan kartu tanpa limit kepada anak usia enam tahun seperti ini.


Saat aku ingin bertanya lebih lanjut, sayangnya Teguh terburu-buru untuk pergi ke sekolah jadi aku tidak sempat untuk bertanya lagi padanya, dia langsung berpamitan dan mengecup kedua pipiku seperti biasanya, lalu melambaikan tangan hingga pergi ke dalam bus jemputan dari sekolah seperti biasanya.


Aku juga segera kebutik namun sesampainya disana aku dikagetkan karena melihat butik tiba-tiba saja tutup seperti ini, padahal sebelumnya sama sekali tidak ada kendala atau masalah apapun yang terjadi di butik tempatku bekerja.


"Ehh .. kenapa butik tutup begini dan semua pakaian di dalam pada kemana?" Gerutuku merasa sangat heran dan kebingungan sendiri.


Aku mencoba untuk membuka butik dengan kunci cadangan yang aku pegang, tapi sayangnya itu tetap tidak berfungsi, terpaksa aku pun harus segera menghubungi Nayla untuk menanyakan permasalahan ini kepadanya.


Tapi ponsel Nayla sama sekali tidak bisa aku hubungi, aku juga mencoba untuk menghubungi Rasya, kedua orang itu menghilang bak ditelan bumi, aku sama sekali tidak bisa menghubungi keduanya, sudah aku cari ke rumahnya tetapi rumahnya juga di kunci, bahkan ada segel yang terpampang sangat jelas di pagar rumahnya.


"Rumah ini disita bank." Tulisan besar yang aku baca di depan pagar rumahnya.

__ADS_1


Langsung saja aku terperangah sangat kaget dan terus saja merasa panik tidak menentu, mencoba untuk kembali menghubungi Rasya dan Nayla namun nomor mereka masih tidak dapat aku hubungi, rasa cemas terus menyeruak dalam diriku mencoba mencari informasi kesana kemari namun tetap tidak dapat aku temukan kebenaran.


"Apa yang salah sebenarnya, kemana mereka semua pergi? Apa mereka baik-baik saja?" Batinku terus berkecamuk tiada henti.


__ADS_2