Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Pilihan Yang Sulit


__ADS_3

Namun rupanya aku salah besar, dia justru mengatakan sesuatu yang sangat mengagetkan diriku, aku tidak tahu apa yang dia cari tahu sebenarnya selama ini, tapi dia mengetahui semua tentangku lebih daripada diriku sendiri yang terkadang telah melupakan beberapa hal yang penting dengan apa yang telah aku lewati dalam hidup.


"Aku tahu dia sahabatmu bukan? Aku juga sudah tahu mereka bukan orang baik, tapi aku rasa mereka pasti memiliki alasan kenapa mereka melakukan itu, dan kenapa mereka bersikap baik denganmu, dan aku rasa orang-orang tidak akan hanya mengejar mereka, tetapi juga akan mengejar dirimu." Ucap tuan Jenson sambil menatap ke arahku.


Aku terus mengerutkan kedua alis dengan kuat, aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan kepadaku saat itu, padahal aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah Rasya dan Nayla.


"Apa yang kau bicarakan, kenapa aku harus terlibat, aku tidak tahu apapun tentang semua ini." Balasku kepadanya dengan cepat.


"Karena kau memakan uang dari mereka, semua uang hasil penipuan da korupsi dari perusahaan itu akan di tarik kembali dan kau harus berhadapan dengan pihak yang berwajib, lihatlah mereka sudah menunggu kedatanganmu di depan rumah." Ucap tuan Jenson yang menunjukkan ke arah rumah sewaanku.


Aku kaget dan membelalakkan mata dengan sangat lebar, melihat ada dua petugas kepolisian yang sudah berdiri di depan sana, mereka terus menatap ke arah rumahku dan aku mulai merasa panik saat ini.


"Hah? Kau.. darimana kau tahu tentang semua ini? Apa jangan-jangan semua ini adalah rencanamu ya?" Ucapku mulai merasa curiga dengan tuan Jenson.


Aku tahu dia bisa melakukan segalanya dan dia sangat mengetahui semua tentang Nayla dan Rasya, terlebih tentang semua yang terjadi dan akan terjadi ke depannya, tentu saja itu membuat aku merasa sangat curiga padanya.


"Aku memang orang yang sudah membongkar kedok mereka, aku yang melaporkan semua kelakuan busuk mereka selama ini." Balas tuan Jenson dengan begitu kejamnya.


Wajahnya tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun atas perbuatan besar yang baru saja dia lakukan kepada kedua sahabat terbaikku.

__ADS_1


Aku semakin terperangah kaget mendengarnya dan terus mengerutkan kedua alisku dengan kuat saat menatapnya.


"Apa maksudnya? Jadi.. jadi kau sengaja melaporkan mereka berdua dan kau? Ahhh....kau yang merencanakan semua ini?" Bentakku sangat tidak menduga kepadanya.


"Iya, tapi ini semua aku lakukan karena mereka mencoba untuk menipuku, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, aku hanya tidak ingin putraku diberikan makan dengan uang haram olehmu, makanya aku melaporkan mereka, lagi pula jika aku tidak melaporkannya dan tidak memberikan pelajaran bagi mereka, akan semakin banyak orang yang dirugikan, termasuk dirimu juga!" Balas dia kepadaku.


Aku mengerti mungkin niatnya itu baik dan benar, tetapi tetap saja caranya yang seperti ini membuat aku merasa kaget tidak menentu dan menurutku ini terlalu kejam, dia bahkan telah menghancurkan semuanya hanya dengan satu malam saja dan sekarang aku sama sekali tidak tahu dimana kedua sahabatku tersebut.


"Kau gila, kenapa kau melakukan semua ini, aku tahu mungkin mereka telah melakukan kesalahan besar, tapi tidak bisakah kau jangan melakukannya dengan cara seperti ini, mereka tidak akan bisa menjalani hidup lagi ke depannya, apalagi setelah semua media tahu bahwa mereka adalah seorang penipu, apalagi sekarang mereka menjadi buronan, aku tidak bisa membayangkan sama sekali bagaimana hidup mereka saat ini, bagaimana pun, mereka orang yang sudah merawat dan menjaga aku selama aku mengandung Teguh dan disaat kau bahkan tidak mengakui dia sebagai putramu!" Bentakku kepada dia dengan kesal.


"Penipu tetap saja penipu, kalau kau mau bergabung dengan mereka silahkan saja, masuk ke dalam jeruji besi dan tunggu sampai mereka tertangkap juga, biar aku yang merawat Teguh, sekalian aku akan ganti namanya, jelek sekali nama yang kau berikan pada putraku." Ucap tuan Jenson begitu saja.


Aku sangat tidak terima dengan apa yang baru saja dia katakan, terlebih aku tidak mau mendekap di penjara, lagi pula aku tidak ada sangkut pautnya apapun.


"Karena kau membela mereka, kau berusaha melindungi orang yang jelas-jelas salah, dan menyebabkan kerugian banyak orang, jangan lupa kau juga memakan hartanya, sana keluar jika kau mau mendukung mereka dan tetap menyalahkanku." Ucap tuan Jenson sambil hendak membukakan pintu mobilnya saat itu.


Dengan cepat aku menahan tangannya karena aku tidak mau kedua polisi di luar sana mengetahui keberadaanku, aku takut mereka akan menangkap aku juga atau menjadikan aku saksi dan lainnya, aku sungguh tidak ingin terlibat apapun dengan mereka.


"Aishh... Kenapa kau mau membuka pintunya, kau mau aku di tangkap mereka ya?" Bentakku kepadanya dengan menatap lekat.

__ADS_1


Tuan Jenson justru berusaha menahan tawa dalam hatinya karena dia merasa bahwa rencana yang sudah dia buat berjalan dengan sangat mulus, dia berhasil membodohi Ros dengan caranya menyewa seseorang agar berpakaian seperti petugas kepolisian, supaya menakut-nakuti Ros seakan dia terlibat dalam kasus ini, padahal dia sudah memberikan keterangan lengkap pada pihak yang berwajib mengenai Rasya dan Nayla yang memang hampir saja menipu dirinya juga.


"Haha.. dasar bodoh, ternyata begitu mudah menipunya." Batin tuan Jenson begitu saja.


"Baiklah aku akan menutup kembali pintunya, tapi semua itu tentu tidak gratis, ada syarat yang harus kau setujui jika kau tidak mau aku serahkan pada mereka." Balas tuan Jenson mulai memancar rencana berikutnya yang dia lakukan.


Roy yang menyetir di depan dia hanya bisa memperhatikan sambil menggelengkan kepala beberapa kali, melihat kelakuan bosnya sendiri yang terlihat agak berbeda semenjak bertemu kembali dengan Ros.


"Kenapa aku merasa tuan Jenson sedikit berbeda sekarang?" Batin Roy yang terus memperhatikan.


Segera aku tanyakan syarat apa yang akan dia minta dariku agar dia bisa tutup mulut dan tidak mencoba mengancam aku lagi.


"Katakan apa syaratnya?" Tanyaku langsung kepadanya.


"Mudah saja, syaratnya kau harus tinggal di rumahku dengan Teguh, menjadi istriku dan menjalani kehidupan keluarga seperti kebanyakan orang pada umumnya." Balas tuan Jenson dengan begitu santai.


Kaget, takut, dan syok bercampur menjadi satu, perasaan buruk yang sangat aku benci, aku terperangah sangat lebar dan langsung saja bicara dengan keras kepadanya.


"APA? Menjadi istrimu? Ahaha...kau bercanda ya, jangan harap aku akan menyetujui syarat konyol seperti ini, lagi pula aku benar-benar tidak salah, jadi tidak akan takut, silahkan saja kau serahkan aku ke polisi, aku tetap akan membela diri." Balasku jelas menolak persyaratan aneh darinya, yang hanya akan menguntungkan dirinya sepihak.

__ADS_1


"Ohh...begitu, baiklah ayo keluar dari mobilku, aku rasa tanpa aku harus melaporkan dirimu, mereka sudah menunggu untuk menangkap mu sedari tadi, dan kau tidak akan bisa bertemu dengan Teguh, tidak bisa melihat pertumbuhannya jika kau mendekap di penjara, aku rasa pihak berwajib tidak akan melepaskan saksi yang berhubungan dekat dengan pelaku, lagi pula mereka akan mencurigai dirimu karena kau begitu dekat dengan mereka, mereka tidak akan mempercayai siapapun tanpa bukti yang kuat, aku tidak akan membantumu dan tidak akan menjadi saksi apapun untukmu, ayo cepat turun, jangan cemaskan masalah Teguh, aku bisa mengurusnya selagi kau di penjara." Ucap tuan Jenson yang membuat aku semakin takut mendengarnya.


Ini adalah pilihan yang sangat sulit untukku, aku tidak bisa menuruti persyaratan darinya, tetapi di sisi lain, aku juga tidak mau jika harus meninggalkan Teguh seorang diri, terlebih dengan orang seperti dia, selain itu namaku pasti akan terbongkar dan aku tidak ingin orang lain tahu identitas aku yang sebenarnya, aku tidak mau Desi mengetahui keberadaan aku lagi, aku takut dia akan menggangu kehidupanku, aku tidak tahu apa yang harus aku putuskan saat ini, keduanya begitu menyulitkan untukku.


__ADS_2