Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Berlibur


__ADS_3

Meski begitu sekretaris Roy masih sempat sempatnya menggerutu kesal saat di perjalanan pulang, dengan membawa banyak sekali barang belanjaan di kedua tangannya, dia juga terus memasang wajah yang kecut sekali, lagi-lagi kesialan menghampiri dirinya saat dia berniat mau masuk ke dalam lift dia malah kembali di tabrak oleh wanita yang sama saat bertemu di warung nasi sebelumnya.


Yang tidak lain adalah Moris, mereka kembali bertemu dan dengan kejadian yang sama namun bedanya kali ini yang jatuh berserakan adalah barang belanjaan milik sekretaris Roy, mereka sama-sama membelalakkan mata satu sama lain karena kaget bisa bertemu lagi di waktu yang berdekatan dengan kejadian sebelumnya. "KAU?" Bentak mereka berdua sangat kencang dan saling menunjukkan ke arah wajah satu sama lain.


Tidak hanya itu, keduanya juga berdecak kesal bersamaan, terlihat sangat benci satu sama lain, sekretaris Roy juga segera memunguti barang bawaannya yang berserakan di lantai dan mencoba untuk merapihkannya lagi seperti sebelumnya. Tapi kali ini Moris sama sekali tidak mau membantunya karena sebelumnya dia sudah tahu bahwa sekretaris Roy tidak mau menerima bantuan darinya, sekalipun dia sudah mau berniat tanggung jawab atas perbuatannya. Moris lebih memilih minta maaf dan berniat langsung masuk ke dalam lift yang masih terbuka di hadapannya.


Tetapi melihat reaksinya yang begitu datar membuat sekretaris Roy tidak terima, dengan cepat dia menahan Moris dengan menarik tangannya dan menyuruh gadis itu untuk membantunya membereskan semua barang belanjaannya dia yang belum sempat dia punguti semuanya. "Hei, mau kemana kau seenaknya pergi begitu saja, dasar tidak tahu malu!" Ucap sekretaris Roy membuat Moris mengerutkan kedua aslinya.


"Tuan aku sudah mau membantumu tapi bukannya saat di warung nasi saja kau tidak butuh bantuan dan tanggungjawab dariku, jagi untuk apa lagi aku membantumu? Apa kau yakin aku masih harus membantumu?" Balas Moris membalikkan perbuatan sekretaris Roy yang sebelumnya terhadap dia saat itu.


"Aishh....ini kan masalahnya berbeda, lihat semua barang belanjaannya berserakan kesana kemari, cepat kau bantu aku punguti, ayo cepat atau aku akan meneriakkan kau sebagai orang jahat yang tidak mau bertanggung jawab!" Ucap sekretaris Roy mengancamnya sengaja untuk menakut nakuti Moris.

__ADS_1


"Aahh...iya iya, berisik sekali sih kau ini, bawel!" Balas Moris sambil segera membantu sekretaris Roy memunguti beberapa buah buahan yang jatuh menggelinding di lantai, dia juga membawakan salah satu kantung keresek berukuran besar karena sekretaris Roy kesulitan membawa belanjaan yang lain sebab kantung keresek yang satunya sudah robek karena tabrakan tadi.


"Ini kau bantu aku bawa semua itu sampai ke apartemen milikku, ayo cepat tunggu apa lagi?" Ujar sekretaris Roy yang semakin leluasa memerintah Moris, dan Moris hanya bisa menurutinya meski dia sangat benci mendengar orang memerintah dia seperti itu.


"Jika bukan karena rasa tanggung jawab, sudah aku hajar manusia menjengkelkan ini, eughh." Gerutu Moris yang dibuat emosi tiada henti.


Sekretaris Roy benar-benar tidak perduli meski dia masih bisa mendengar sedikit gerutuan dari gadis disampingnya itu, yang ada dia hanya curi-curi pandang beberapa kali, sambil memperhatikan penampilan Moris yang cukup berbeda dengan wanita pada umumnya. Rambut keribo mengembang dan pakaian yang mencolok membuat sekretaris Roy sakit mata melihatnya.


Moris lama kelamaan menjadi sadar bahwa dia seperti di perhatikan oleh seseorang, dan dia berhasil memergoki sekretaris Roy yang terus mencuri-curi pandang untuk melihat rambut keribonya tersebut, sehingga dia langsung saja bicara blak-blakan dengannya.


Tepat ketika mereka tengah berjalan di lorong Moris sudah tidak tahan lagi dengan tatapan sekretaris Roy, jadi dia langsung mengungkapkan kekesalannya.

__ADS_1


"Hei apa yang kau lihat dariku, apa kau menyukai rambutku ini?" Tanya Moris dengan lantang dan wajahnya yang terlihat begitu serius.


"Ahaha...yang benar saja, mana mungkin aku akan menyukainya wanita dengan rambut mengembang dan keriting kusut sepetimu, kulitmu itu juga lebih milik coklat dibandingkan kulit wanita, aishh. Sebenarnya kau wanita tau pria sih?" Balas sekretaris Roy membuat Moris semakin emosi dibuatnya.


"Dasar kau ini ambil semua barangmu dan pergi sendiri, satu lagi jangan pernah menilai orang dari penampilannya karena kau tidak akan tahu bisa saja orang yang berpakaian rapih sepertimu hatinya lebih berantakan dan lebih buruk dibandingkan aku yang mungkin terlihat berantakan dan kotor di luar! CK..." Ucap Moris dengan penuh emosi dan dia memberikan semua barang belanjaan yang dia bawa ke tangan sekretaris Roy.


Lalu gadis itu segera pergi dengan cepat, dan melangkahkan kakinya sangat lebar, diiringi dengan deru nafasnya yang sangat keras, sekretaris Roy hanya menaikkan sebelah alisnya, karena dia merasa heran dengan tindakan Moris kepadanya, padahal maksudnya saat itu tidak sama dengan apa yang dipikirkan oleh Moris. "Aishh...dia sangat sensitif sekali, aku kan tidak bermaksud begitu, aahhh sudahlah aku juga tidak mengenalnya.


Disisi lain aku dan tuan Jenson sudah bersiap-siap untuk pergi memulai liburan kita di hari pertama, Teguh tetap menjadi orang yang paling antusias dibandingkan aku atau tuan Jenson, dia bahkan sudah sangat tidak sabar, memilih untuk sarapan di mobil dan terus menatap ke luar jendela saat di perjalanan menuju ke tempat liburan pertama, semua permainan yang ada disana ingin di coba oleh Teguh, aku selalu menyuruhnya untuk menaiki permainan yang memang dikhususkan bagi anak-anak saja tetapi tuan Jenson malah mengijinkan Teguh mencoba semua permainan yang dia ingin lakukan, sehingga sedikit perdebatan diantara kami berdua tidak dapat dihindari, aku juga hanya bisa mengalah karena pada akhirnya Teguh tetap mengikuti tuan Jenson dan mereka pergi bermain bersama menaiki salah satu wahana yang ada disana.


Aku hanya diam dan duduk menunggu mereka sampai selesai, tidak lupa aku membelikan minuman yang segar untuk mereka berdua, kami terus bermain dan sibuk berfoto bersama badut lucu yang ada disana, menghabiskan waktu penuh kegembiraan dari pagi hingga tengah hari, dan kami memutuskan untuk pulang setelah berkeliling menjelajahi Jepang, pergi ke beberapa tempat wisata lainnya hingga sore barulah kita pulang kembali ke hotel dan akan meneruskan rencana liburan kami ke pantai terdekat, karena aku memang sangat ingin pergi ke pantai atau memetik buah-buahan segar yang besar di Jepang, itu yang selalu aku impikan selama ini.

__ADS_1


__ADS_2