Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Melihat Mike dan Desi


__ADS_3

Melihat Rasya begitu baik dan sangat perhatian kepada Teguh, aku merasa sangat senang setidaknya disini aku memiliki dua orang yang bisa berada terus di sampingku dalam semua keadaan, jadi aku tidak terlalu kesepian lagi seperti sebelumnya.


"Rasya terimakasih banyak," ucapku kepadanya sambil tersenyum dengan lebar.


"Santai saja, aku sudah menganggap Teguh seperti putraku sendiri, ayo kamu juga pasti lelah, istirahatlah." Balas dia kepadaku sambil menutup pintunya.


Ke esokan paginya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan sekaligus mulai mendaftarkan Teguh ke sekolah dasar populer dengan kartu undangan beasiswa full dari guru TK dia sebelumnya, aku ingin Teguh bisa menjadi siswa yang benar-benar berprestasi dan bisa menggapai mimpi yang dia inginkan.


Aku pergi dari rumah itu setelah berpamitan pada Nayla dan Rasya sebelumnya, mereka juga menawarkan diri untuk mengantar aku namun aku tahu Rasya sibuk begitu juga dengan Nayla yang sudah mengelola butik saat ini, jadi aku tidak ingin menyita waktu mereka, aku menolaknya dengan cara yang halus.


"Ayolah Ros, biar kau pergi denganku saja atau jika kamu mau pergi dengan Nayla juga tidak masalah, asalkan kamu jangan pergi mendaftarkan sendiri." Ucap Rasya yang masih sangat baik dan sama sekali tidak berubah sejak dulu.


"Iya mas Rasya benar, aku juga tidak masalah jika harus mengantarmu dahulu dengan Teguh." Tambah Nayla kepadaku.


"Ahaha.. tidak usah, kaliankan sibuk, ini juga sudah terlalu siang, kalian pergi ke pekerjaan kalian sendiri saja, aku bisa kok mendaftar sendiri, lagian ini kan tempat asalku, tidak mungkin aku akan tersesat bukan?" Balasku tetap menolak mereka saat itu.


Karena aku terus menolaknya, mereka pun tidak memaksa aku lagi dan membiarkan aku tetap pergi sendiri ke sekolah dasar tersebut.


Aku pergi lebih dulu dengan Teguh, kami menaiki taxi dan segera pergi menuju sekolah tersebut, melakukan pendaftaran dan Teguh sudah terdaftar disana juga mendapatkan kelas paling baik, semuanya berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang aku rencanakan, sayangnya saat di perjalanan pulang, aku justru malah tidak sengaja melihat dua orang yang tidak asing bagiku, kakak yang dulu menjadi sebab hancurnya hidupku, dia sekarang sudah menjadi superstar yang begitu besar dan terkenal di seluruh penjuru negeri ini.

__ADS_1


Saat aku tengah menunggu taxi tiba-tiba saja banyak sekali wartawan yang mengerubuti sebuah mobil besar yang mewah berwarna hitam, hingga keluar seorang wanita dengan rambut berwarna merah dan panjang sepinggang, memakai pakaian seksi dan ketat juga tas jinjing kecil di tangannya, di gandeng oleh seorang pria yang dulu pernah aku kagumi juga pernah mengatakan mencintai aku, yang tidak lain adalah Mike.


Aku kaget bukan main dan langsung saja membalikkan badan untuk menghindari mereka, meski banyak wartawan disekitar sana aku masih sangat takut keberadaan aku akan tercium oleh dua orang biadab itu, termasuk para wartawan yang sangat teliti dan begitu mudah terpancing oleh berita apapun.


"Astaga... Apakah itu sungguh Desi, aku tidak bisa melihat dia lagi, aku tidak ingin bertemu dengan mereka." Batinku terus saja langsung berbalik dan menarik Teguh agar tidak menatap ke arah kerumunan orang tersebut.


"Teguh, jangan lihat kesana." Ucapku memperingati dia.


"Kenapa ma? Memangnya disana itu ada apa sih, Teguh sangat penasaran. Apa kita tidak bisa melihatnya juga? Kelihatannya ada seorang aktris disana, kita bisa meminta foto pada mereka, bukankah itu keren?" Ucap Teguh membuat aku begitu kesal dan ingin marah, tetapi untunglah aku masih bisa menahan diri, mengingat orang itu adalah putraku Teguh, yang sangat aku cintai.


"Huuhh.. Teguh, jangan pernah kamu tertarik dengan aktris dan sebagainya, kamu kan ingin jadi dokter yang hebat, jadi fokus saja dengan mimpimu itu, jangan teralihkan dengan orang-orang tidak berguna disana, ayo cepat taxi nya sudah datang." Ucapku memperingatkan dia lagi.


Teguh hanya menatap dengan wajah lugunya dan sesekali aku bisa tahu bahwa dia mencuri-curi pandang ke arah Desi yang sibuk berfoto dan terus berjalan masuk ke salah satu gedung yang ada disana.


Aku ingin membalas dendam seandainya aku bisa.


Sayangnya meski sudah berlalu bertahun-tahun lamanya, aku masih tetap menjadi Ros yang lemah, bahkan ketika aku sudah mengganti namaku menjadi Rosa, sikapku tetap lemah, aku tetap tidak bisa melawan kak Desi dan Mike yang sudah menghancurkan hidupku, dan aku tidak punya cukup bukti sama sekali untuk melakukan balas dendam kepada mereka saat ini.


Hingga sesampainya di rumah, tidak ada siapapun disana hanya ada Nayla yang tengah sibuk dengan beberapa pakaian cantik di troli pakaian yang ada disana, sepertinya dia kedatangan koleksi butiknya yang baru sebab berjejer banyak sekali jenis dress yang cantik disana dan dia terlihat sibuk memeriksa satu per satu.

__ADS_1


Aku menyapa dia dan mulai menghampiri.


"Nayla kenapa masih di rumah, bukannya mau ke butik?" Tanyaku menyapa dia bersama dengan Teguh yang langsung menyalami Nayla saat itu.


"Aahh... Kalian sudah pulang, cepat sekali." Balas dia kepadaku.


"Iya, lagian kita kan di pusat kota tentu saja itu akan cepat, di jalan juga tidak macet jadi bisa sampai lebih cepat dari perkiraan." Balasku kepadanya.


"Tante Nayla ini pakaian untuk apa?" Tanya Teguh yang memegangi salah satu troli pakaian disana.


"Iya, kenapa banyak sekali pakaian disini?" Tanyaku juga kepadanya.


"Oh... Itu aku lagi syok barang baru untuk di butik, tempatnya kan baru bukan beberapa bulan yang lalu dan Alhamdulillah semua pakaian laku keras, karena aku sendiri yang menjahitnya jadi aku tidak sempat untuk membuat banyak stok, makanya aku beli dari beberapa kenalan mas Rasya, kebetulan mereka juga punya butik jadi aku mengambil beberapa stok pakaian dari sana, sambil menunggu pakaian lain yang aku buat, bisa untuk pajangan di butik." Balas dia menjelaskan kepadaku.


Aku hanya mengangguk saja memahami apa yang dia katakan barusan, sampai tidak lama Nayla justru menawarkan pekerjaan kepadaku dan dia benar-benar sangat baik mau mempekerjakan aku yang bahkan tidak memiliki pengalaman dalam bidang seperti ini.


"Ah iya, Ros bukannya kamu sedang butuh pekerjaan? Bagaimana jika kamu bekerja di butikku saja, kamu kan jago mendesain pakaian, terus kamu juga bisa jadi model di butikku, badanmu masih sangat bagus meski sudah melahirkan, wajahmu juga sangat cantik, pasti butikku akan berkembang lebih cepat, bagaimana apa kamu mau?" Tanya dia menawarkan kepadaku.


Aku langsung terdiam dan masih merasa bingung hingga Teguh mulai menarik tanganku dan dia menyuruh aku untuk menyetujuinya.

__ADS_1


"Ma, ayolah mah, kamu bisa terkenal seperti aktris di televisi jika jadi model di butik Tante Nayla, selain itu bukannya mamah juga butuh pekerjaan, ini kesempatan yang bagus, ayo terima saja mah." Ucap dia kepadaku.


Karena putraku saja setuju, jadi aku pun mengangguk dengan segera dan Nayla langsung memeluk aku sambil mengucapkan terimakasih saat itu, padahal akulah yang seharusnya berterimakasih kepada dia, sebab dia selalu membantu aku dalam banyak hal. Mulai dari memberikan tumpangan rumah, memberikan pekerjaan dan masih sangat baik dengan Teguh.


__ADS_2