Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Hari Pernikahan


__ADS_3

Desi yang sudah tahu sejak awal tentang job tersebut dan menunggu untuk mendapatkan job dari iklan brand terbesar tersebut, justru malah di dapatkan oleh Ros, adiknya sendiri, tentu saja hal itu membuat Desi teramat kesal dia melemparkan semua barang-barang di ruangannya tersebut hingga membuat semuanya kacau balau.


"Aaarrghhhh.... Dasar manusia sialan, kalian cepat cari tahu siapa yang membuat dia menjadi brand ambassador iklan sebesar ini!" Bentak Desi kepada dua orang anak buahnya yang berdiri di samping pintu ruangan tersebut.


Langsung saja kedua orang tersebut tergesa-gesa pergi dari sana untuk mencari tahu apa yang di minta oleh tuannya tersebut, sedangkan Mike langsung mendatangi Desi dengan amarah yang menggebu di dalam dirinya karena dia merasa Desi sama sekali tidak melakukan tindakan apapun agar Ros tidak sampai muncul lagi di layar kaca seperti yang saat ini terjadi.


Dia menerobos rumah Desi dengan sangat kuat hingga melewati beberapa penjaga yang ada disana sambil berteriak sangat kencang memanggil nama Desi berkali-kali.


"Desi....diamana kau, Desi hei....dimana kau, jangan bersembunyi dariku!" Teriak Mike begitu kencang dan langsung saja mendobrak pintu rumah Desi dengan kakinya sangat kuat, Desi sendiri sudah merasa panik dan cemas ketika mendengar suara Mike yang memanggil namanya sangat kencang.


"Astaga... Ini pasti Mike, aaahhh sial dia pasti sudah mendengar berita tentang Ros. Aku harus menenangkan dia bagaimana pun caranya." Gerutu Desi sambil terus saja segera berlari untuk menghampiri Mike dengan segera.


Mereka bertemu di depan ruangan tengah rumahnya, dan langsung saja Desi segera menghampiri pria kesayangannya itu sambil tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya untuk bersikap memeluk Mike dengan sikap manja yang biasa dia lakukan selama ini.

__ADS_1


"Aaahhh...sayangku, ada apa sih, kenapa kamu harus marah-marah seperti ini kepadaku sih, ada apa sayangku." Ucap Desi bersikap sangat manja sambil membelai dada bidang milik Mike.


Sedangkan Mike sendiri terus saja memberikan tatapan tajam kepadanya dan terus saja mengerutkan kedua alisnya hingga hampir menyatu satu sama lain, dia tetap merasa kesal kepada Desi dan langsung saja mendorong tubuh Desi dengan sangat kuat hingga membuat Desi hampir jatuh terjungkal ke belakang saat itu.


"Lepaskan aku! Apa yang sudah kau perbuat, hah? Katanya kau akan membereskan tentang wanita ****** itu, tapi kenapa kau malah membiarkan dia masuk ke layar kaca seperti ini lagi, apa kau hanya bersantai saja selama ini hah?" Bentak Mike begitu kencang dengan sorot matanya yang sangat kencang.


Langsung saja Desi segera memegang kedua tangan Mike dengan perlahan, dan dia terus saja membelainya lagi sambil terus memeluk tangan Mike dengan begitu manja sama dengan yang biasa dia lakukan.


"Mike ayolah jangan terlalu emosian seperti ini, aku juga sudah melakukan semuanya semampuku, lagi pula dua anak buahku juga tengah bekerja di luar sana, palingan sebentar lagi dia juga pasti akan kembali membusuk dan menghilang seperti sebelumnya, aku sudah menyewa banyak orang untuk membully dia di media sosial, aku yakin orang seperti dia pasti tidak akan sanggup untuk menerima semua hinaan di internet, kau tenang saja, menjadi aktris iklan uangnya juga paling berapa, apalagi dia sudah memiliki rumor jelek di masa lalu, orang-orang tidak akan memandang dia lagi, jadi kau tidak perlu merasa cemas oke." Ucap Desi yang masih saja bisa merayu Mike hingga membuat pria berusia 25 tahun itu kembali menghembuskan nafas beberapa kali dan dia mulai menurunkan emosi di dalam dirinya, dia kini mulai menatap dengan lekat kepada Desi dan pada akhirnya dia segera berhenti marah.


Langsung saja dia segera pergi dari rumah Desi secepatnya dan terus memberikan ancaman kepada Desi untuk memberikan bukti yang benar-benar nyata kepada dirinya, sampai Desi terus berjanji kepada Mike dan dia terus saja mengajak Mike untuk tetap tinggal di dalam rumahnya bersama dia, padahal saat itu Mike sudah mau pergi.


"Ingat ucapanku tadi Desi, aku tidak akan pernah main-main dengan apa yang aku ucapkan padamu, jadi aku peringatkan kau dari sekarang, jangan coba-coba membohongiku atau menipuku, jika tidak aku bisa membuangmu dengan mudah!" Ancam Mike membuat Desi semakin membenci Ros.

__ADS_1


"Iya...sayang iya, aku dengar kok, tapi sekarang bisakah kita berhenti membicarakan mengenai bisnis, aku ini pacarmu, aku tunanganmu sekarang bukan hanya aktrismu saja, bisakah kita melakukannya saat ini, aku bisa memberikan sesuatu yang lebih nikmat untukmu." Ucap Desi terus menggoda Mike dengan semua perlakuan manis dan gatal yang dia bisa, sampai pada akhirnya Mike pun terjerumus dengan rayuan maut dari Desi.


Mike yang tadinya tengah marah besar bahkan sudah mengancam Desi, kini pertahanannya bisa rubuh juga, terlebih disaat Desi dengan sengaja terus memperlihatkan belahan dadanya dan sengaja mendekatkan bagian sensitif tersebut kepada tubuh Mike.


Bagaimana pun Mike tetaplah seorang pria, dia apalagi mereka baru saja bertunangan beberapa bulan yang lalu, Mike tentu tidak akan menyia-nyiakan momen menguntungkan seperti ini untuknya, bagi dia mau itu Desi atau Ros semuanya sama saja yang terpenting dia mendapatkan jatah dan menguntungkan bagi bisnisnya sendiri.


"Persetan dengan Ros, aku akan mendapatkan Desi jika gagal dengan adiknya, haha." Batin Mike saat itu.


Mereka berdua mulai b*rcumbu dan terus saja masuk ke dalam kamar utama di rumah Desi, melakukan hal terlarang itu dengan begitu mudahnya.


Sedangkan disisi lain hari ini adalah hari yang paling menegangkan untuk Ros, sebab dia akan menikah dengan taun Jenson dan kini dia tengah di dandani oleh perias luar biasa yang di datangkan langsung dari luar negeri sekaligus seorang penata rias aktris terkenal untuk mendandani Calok istrinya Ros.


Bukan hanya itu, gaun yang dikenakan oleh Ros merupakan rancangan terbaik desainer ternama dan hanya ada tiga biji saja di dunia ini yang baru di pasarkan, Ros sungguh akan menjadi seorang putri dalam sehari, dia mulai berjalan menuju altar dengan karpet merah yang tergelar sangat rapih, berjalan sangat anggun di dampingi putra kesayangannya nya Teguh, yang senantiasa berada di samping ibunya.

__ADS_1


Bergandengan tangan bersama sambil tersenyum dengan wajah yang begitu gembira, sedangkan tuan Jenson sendiri mengenakan jas berwarna putih dan mulai berjalan menghampiriku dengan langkah lebar dan terlihat begitu berwibawa.


__ADS_2