
Tapi sayangnya semua orang yang ada pada pertemuan itu sudah terlanjur kecewa dan kesal dengannya sehingga Mike pun nampak sangat tidak enak hati dengan mereka, untunglah masih ada penulis Jack yang mau menerangkannya lagi dengan penuh perhatian dan sangat baik, dengan begitu Mike bisa mendengarkannya dan memahami lagi pembahasan yang mereka pelajari sebelumnya, dia juga mulai mengikuti pembahasan tersebut, hingga beberapa menit kemudian, selesai lah rapat penting tersebut dan Mike masih saja mencemaskan Desi saat itu.
Dia segera pulang dengan penuh kecemasan dan terus menghubungi Desi berkali-kali, namun tetap saja tidak bisa dia hubungi, membuat Mike semakin cemas dan dengan cepat dia menekan pedal gas di kakinya dengan begitu dalam. "Aishh ada apa sih dengan wanita ini, dia selalu saja membuat aku kerepotan, awas saja ya kau Desi!" Gerutu Mike dengan cemas sekaligus kesal dengannya karena apa yang dicemaskan oleh Mike adalah karena Desi akan melakukan Syuting esok paginya sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan semua pihak dan telah di setujui.
Tapi dia malah sulit untuk di hubungi, jadilah dia merasa sangat cemas seperti sekarang ini. Mike hanya takut sesuatu terjadi kepada Desi dan dapat mempengaruhi permasalahan syuting yang sudah di rencanakan dengan sangat baik oleh dia juga tim yang lainnya.
Hingga sesampainya di kediaman tempat tinggal dia dan Desi selama ini, Mike langsung merasa kaget dan tidak enak hati ketika melihat inti depan rumah terbuka dua duanya, dengan lampu yang masih padam padahal sudah semalam ini harusnya sudah dinyalakan oleh Desi dan pelayan yang akan bekerja disana sebelum mereka pulang.
"Ehh..kenapa anak itu tidak mungkin dia belum kembali ke rumah semalam ini bukan?" Gerutu Mike sudah menaruh curiga yang aneh-aneh dengannya.
__ADS_1
Dengan cepat Mike berlari masuk ke dalam dengan penuh emosi dalam dirinya dan dia terus saja di buat kesal karena melihat seisi rumahnya yang benar-benar gelap, hingga ketika Mike menyalakan lampu dia justru malah melihat Desi yang sudah terkapar dengan banyak lebam di sekujur tubuhnya saat itu.
"Astaga... Desi, apa yang sudah terjadi denganmu? Desi bangun Desi....Desi!" Teriak Mike sambil terus menepuk pipi Desi dengan pelan berkali-kali.
Sayangnya Desi masih tetap tidak sadarkan diri, sehingga dia segera saja menggendong Desi dan membawanya ke rumah sakit terdekat, Mike sudah semakin panik dan dibuat begitu kecewa, hingga dia sampai menendang tembok rumah sakit dengan kakinya sendiri dan sangat meras untuk melampiaskan emosi dalam dirinya saat itu.
"Aishhh dasar manusia sialan, bagaimana bisa dia seperti ini, kalau dia terluka begitu banyak mana bisa di tutupi dengan make up, aaahhh syutingnya juga tidak mungkin di undurkan lagi, ini akan membuat produksi semakin jelek, aishhh benar-benar Desi ini, dia pasti masih berhubungan dengan anak buahnya yang brandal dan preman tersebut." Ucap Mike dengan kesal dan terus saja emosi di buatnya dia juga hanya bisa berkacak pinggang sambil menunggu dokter selesai memeriksa Desi, hingga tidak lama akhirnya sang dokter keluar dari sana dan Mike dengan cepat menanyakan keadaan Desi saat itu.
"Tenang tuan, pasien hanya mendapatkan luka ringan saja, dia sudah bisa pulang namun bisa saja dia mengalami trauma, dan lebih baik jika lebam di wajahnya terus di obati dengan salep agar bisa cepat sembuh nantinya." Ujar sang dokter yang membuat Mike sangat lega dan dia mengucapkan terimakasih kepada dokter tersebut.
__ADS_1
Dia pun masuk ke dalam ruang rawat itu untuk bertemu dengan Desi yang sudah sadar disana dan terlihat memegangi kepalanya sambil berusaha bangkit untuk duduk, Mike tidak mengucapkan basa basi lagi dan langsung saja membentak Desi sangat kencang dengan menunjuk-nunjuk dirinya. "Heh, apa yang sudah kau lakukan selama tidak ada aku di rumah, hah? Apa kau bergaul lagi dengan anak buahmu yang brandal jalanan itu?" Bentak Mike sangat kencang dengan sorot matanya yang tajam dan memerah.
Desi yang takut mendapatkan tatapan itu dia langsung berbohong kepada Mike karena selama ini Mike memang tidak pernah tahu apa yang sudah dilakukan oleh dirinya terhadap Rasya dan Nayla bahkan Mike sendiri tidak mengenali kedua orang tersebut.
Karena takut terkena bentakku dari Mike dan Desi takut jika Mike akan menjauhi dirinya atau meninggalkan dia, terpaksa Desi pun berbohong dengan menyalahkan Ros sebagai alasannya.
"Hiks...hiks..sayang kamu jangan marah dulu, semua ini terjadi karena ulah Ros dia yang menyocok para anak buahku hingga mereka tidak mau menurut lagi padaku dan malah menyerang di rumahku sendiri, bahkan sekarang semua anak buahku sudah pergi meninggalkan aku dan bergabung dengan Ros, dia pasti sengaja melakukan semua ini kepadaku agar dia mendapatkan peran utama di film yang akan kita mainkan nanti." Ucap Desi kembali berakting dengan wajahnya yang sudah handal sebagai aktor papan atas dan begitu terlatih selama ini, ada banyak penghargaan yang berhasil dia dapatkan sehingga bakat seni perannya itu begitu alami dan nampak bagus serta bisa di percaya oleh Mike dengan cepat.
Setelah mendengar semua itu dan menatap menyelidiki sorot mata Desi, Mike pun pada akhirnya menjadi luluh pada gadis tersebut, sehingga dia langsung memeluknya dan malah menyimpan dendam serta rasa bencinya kepada Ros, padahal selama ini Mike sama sekali tidak pernah membenci Ros, dia hanya tidak senang jika Ros malah bergabung dengan perusahaan lain dibandingkan dengan dirinya yang sudah membawa nama baik dia dan membesarkan namanya dahulu.
__ADS_1
"Jadi Ros yang melakukan semua ini denganmu, jahat sekali wanita itu, aku tidak menduga jika dia dapat sejahat ini denganmu dan berani melakukan trik kotor, dasar munafik! Kau tenang saja Desi aku akan melindungi dirimu, dan aku akan tetap pastikan kamu yang menjadi peran utama selamanya." Ucap Mike yang sudah tertipu dengan raut wajah menyedihkan Desi, padahal semua itu hanyalah topeng belakang untuk menutupi rasa malu sekaligus semua kejahatan yang telah dia lakukan dan semua sifat licik dalam dirinya tersebut.
Entah kenapa Mike bisa mempercayai Desi dengan begitu mudahnya padahal dia sendiri sudah tahu bahwa wanita itu kini telah menjadi seorang aktor dan semakin berkembang walaupun belum menjadi seperti Ros dan seterkenal Ros di masa lalu apalagi saat ini.