
"Ehehe... ternyata tuan Jenson saat kaget lucu juga, dia tidak semenyeramkan sebelumnya, mungkin aku harus lebih membuka hatiku padanya, tapi aku terus merasa ada yang aneh dalam diriku, apa jangan-jangan aku sudah menyukai tuan Jenson sebelumnya? Aahh tidak-tidak pernikahan ini juga hanya sebuah topeng dia membantu aku untuk bersembunyi dari polisi yang mengira aku bersekongkol dengan Rasya dan Nayla, iya hanya itu saja tidak lebih dari apapun." Gerutuku terus saja berbicara dengan diriku sendiri sambil duduk di sofa ruang tengah rumah tuan Jenson.
Untuk menyadarkan diriku dan menghapus semua pikiran dalam kepalaku agar tidak terus memikirkan semua kemungkinan tentang tuan Jenson dan hal yang lainnya, aku pun memilih untuk menyalakan televisi dan mulai menikmati buah-buahan yang baru saja aku iris dan siapkan di atas meja.
Namun saat baru saja aku hendak menikmati buah-buahan itu, aku justru malah menatap sosok yang paling tidak aku suka di layar kaca yang tidak lain adalah Mike mantan managerku dahulu. Dia terlihat begitu bergaya dengan pakaian mewah yang selalu dia kenakan dalam berbagai acara wawancara di televisi, selain itu dia memang selalu memiliki gaya khas dengan kesombongan yang dia miliki dalam dirinya, sangat menyebalkan sekali ketika melihat dia tampil di layar kaca sedangkan aku masih saja terpuruk disini dan masih belum bisa kembali tampil untuk jadi selebritis terkenal seperti lima tahun yang lalu.
Melihatnya membuat aku semakin emosi dan terus saja aku memasukan lebih banyak buah ke dalam mulutku hingga aku hampir tersedak saat itu.
"Ohok....ohok...ohok...aahh sial, kenapa juga aku harus menonton acara manusia yang tidak berkelas sepertinya." Gerutuku sambil terus saja minum dan menyegarkan tenggorokanku dengan seger.
Aku sudah mencoba untuk memindahkan channel nya tetapi tetap saja yang muncul wajah Mike dan Mike lagi yang aku lihat, entah berapa banyak uang yang sudah dia keluarkan dengan sia-sia seperti ini untuk menyogok semua saluran tv agar namanya bisa semakin dikenal. Sejak dulu aku juga sudah tahu bahwa Mike adalah orang yang penuh dengan manipulatif dan selalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan ketenaran serta apapun yang dia impikan selama ini.
"Cih. Manusia ini masih saja tidak berubah dia masih saja seperti dulu, menghalalkan segala cara hanya demi ketenaran, disaat aku sudah tenggelam dan namanya sudah dikenal banyak orang, justru dia melupakan aku dan membuang aku seperti sampah begini, padahal jika bukan karena aku yang membesarkan namanya, mungkin dia tidak akan bisa menjadi sebesar sekarang, dasar menyebalkan!" Tambahku terus saja merasa semakin emosi dibuatnya.
__ADS_1
Rasanya aku sangat muak melihat wajah dia yang selalu bersikap baik dan manis saat di layar kaca dan di depan kamera yang menyoroti wajahnya, tapi aku sudah tahu dia pasti memiliki sifat yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan dirinya di belakang layar.
"Dasar sok manis, sok asik, manusia menjengkelkan, awas saja kau Mike aku akan membalasmu, mulai sekarang aku tidak akan menjadi Ros yang lemah dan mudah dimanfaatkan oleh orang-orang pengkhianat sepertimu!" Ucapku begitu yakin dan terus saja mengunyah makanan di dalam mulutku sangat penuh sekali.
Saat aku terus saja berniat untuk mematikan televisinya karena sudah semakin sebal melihat wajah Mike di tv, justru MC dalam acara tersebut memanggil nama Desi dan aku langsung saja mengurungkan niatku untuk mematikannya.
Aku lanjut menontonnya karena merasa sangat penasaran dengan Desi dan sejujurnya aku sangat merindukan dia, karena mau bagaimana pun Desi tetaplah saudara kandungku, dia adalah kakakku, orang yang sudah menemani aku disaat aku belum jadi siapa-siapa sebelumnya, selain itu Desi juga orang yang sudah merawat aku sejak kecil.
"Desi? Sudah sangat lama sekali aku tidak melihat wajahmu, kak bisakah aku memanggilmu dengan sebutan itu lagi? Aku sangat merindukan pelukan hangat darimu." Ucapku dengan air mata yang mulai berlinang sampai membuat mataku tidak bisa menatap dengan jelas ke depan sana, saat Desi muncul dalam acara tersebut.
Aku tidak menduga jika ternyata saat ini kakaku sendiri yang dulu menjadi asisten pribadiku dan mengurusi semua hal tentangku, kini dia sudah bisa menjadi seperti aku bahkan dia terlihat jauh lebih baik dibandingkan diriku dahulu.
Melihat Desi tampil di tv dengan gaun seksi yang menyetak tubuhnya dan mengekspos tubuh dia yang sekarang jauh lebih cantik di bandingkan sebelumnya, itu membuat aku merasa cukup tidak senang karena hal seperti itu tidak sepantasnya di dapatkan oleh kakaku, dia tidak harus memamerkan bagian tubuhnya yang sensitif seperti itu hanya untuk menjadi selebritis nomor satu di negeri ini.
__ADS_1
"Pasti Mike yang telah mempengaruhi kak Desi untuk memakai pakaian seksi seperti itu, aishh..awas saja kau Mike aku akan benar-benar membalasmu dengan semua hal yang setimpal dan pantas kamu dapatkan!" Bentakku yang justru malah terbawa akan emosi ketika melihatnya.
Tetapi ada sesuatu yang membuat aku merasa sangat kaget, karena ketika Desi duduk di samping Mike aku lihat Mike mengalengkan tangannya pada pinggang kakaku tersebut dan dia terus memeluk tubuh Desi dengan sangat dekat dengan dirinya, selain itu dia juga mengelus paha Desi yang hanya mengenakan rok pendek dan ketat tersebut.
Melihatnya saja sudah membuat aku terbakar oleh emosi tetapi yang membuat aku semakin kaget adalah wajah Desi sama sekali tidak terlihat tertekan ataupun keberatan saat dia mendapatkan perlakuan yang sangat tidak sopan dari Mike saat itu, dia justru malah terlihat begitu bangga karena dirinya telah menjadi selebritis nomor satu di negeri ini dan masuk dalam jajaran aktor tercantik tahun ini.
Aku memang merasa turut senang dan bangga dengan semua prestasi Desi dalam karirnya saat ini, tetapi tetap saja aku tidak senang ketika melihat Mike memperlakukan kakakku seenaknya seperti itu.
Hingga sang MC mulai bertanya kepada Desi mengenai diriku, karena tentu saja awak media jauh lebih dulu mengenal aku dibandingkan Desi.
"Nona Desi bagaimana hubungan anda dengan sang adik setelah adik anda yang dulu pernah menempati posisi yang sama dengan anda sekarang telah menghilang, dan apakah anda masih berhubungan baik dengannya?" Tanya sang MC pada acara televisi tersebut.
"Sebenarnya saya sangat menyayangi adik saya Ros, dia juga sudah saya rawat sejak dia kecil, saya sendiri juga yang terus menemani dia untuk mengikuti berbagai testing untuk menjadi aktor, tetapi saya juga tidak menduga jika dia bisa melakukan hal yang sangat kotor bahkan menjual dirinya sendiri seperti itu kepada pembisnis kaya, sampai saat ini aku tidak tahu dimana keberadaannya dan aku sangat menyayangkan semua tindakan yang dia lakukan, saya sangat terpukul ketika membahas mengenai adik saya Ros. Jadi untuk semua orang yang menjadi fans adikku aku meminta maaf mewakili dia untuk semua kesalahannya dan Ros yang masih belum muncul kembali sampai saat ini." Balas Desi yang membuat aku sangat kaget dan membelalakkan mata dengan sangat lebar.
__ADS_1
Tidak pernah aku duga ternyata kakakku sendiri masih saja mempercayai orang lain dibanding dengan diriku, dan teganya dia mengatakan semua itu di depan para wartawan dan dalam acar tv yang di tonton banyak orang seperti ini.
"Kenapa Desi bicara seakan aku memang melakukan hal itu dengan sengaja, dia sendiri kan tahu malam itu adalah sebuah kecelakaan, bahkan dia juga yang seharusnya lebih tahu dibandingkan diriku, kenapa dia berkata seperti itu?" Ucapku terus saja merasa sangat sakit mendengarnya.