Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Kejahatan Desi


__ADS_3

Terus saja aku memasang wajah yang ditekuk dengan kuat dan memalingkan pandangan dari tuan Jenson, aku tidak mau melihatnya lagi, karena dia sudah bicara seperti itu di waktu yang tidak tepat dan aku tidak menyukai sikapnya yang ini.


"Ahaha.....sudah dong jangan cemberut seperti itu, kau ini aku kan hanya bercanda saja, maafkan aku ya." Balas tuan Jenson sambil terus saja mengusap kepalaku dengan lembut, mau bagaimana pun aku tetap luluh dengannya meskipun sebenarnya aku masih sangat kesal kepada tuan Jenson.


Tapi permintaan maaf darinya bisa meluluhkan hatiku begitu saja, aku juga tidak mengerti mengapa aku bisa memaafkan dia dengan begitu mudahnya.


"Nah begitu dong, kalau senyumkan kamu makin cantik, aku juga ada kabar gembira untukmu. Kamu mau mendengarnya sekarang atau nanti?" Ujar tuan Jenson mulai membuat aku penasaran, aku yang tadinya duduk berjauhan dan menjaga jarak darinya, kini dengan cepat aku menggeser dudukku, dan terus menghadap ke arahnya dengan cepat. "Kabar apa, aku ingin mendengarnya sekarang." Balasku kepadanya dengan cepat dan penuh kepenasaranan.


"Aku sudah mempersiapkan jadwal untuk liburan kita nanti, jika kakimu sudah lebih baik kita bisa mulai pergi besok." Ungkap tuan Jenson yang membuat diriku merasa senang.


Bukan untukku tetapi aku senang untuk putraku Teguh, karena sejak awal memang dia yang sangat menginginkan liburan ke Jepang, setidaknya dengan tuan Jenson aku bisa mewujudkan sedikit demi sedikit semua impian yang dimiliki oleh Teguh selama ini.


"Benarkah? Aku pasti akan sembuh kok, Teguh pasti akan senang mendengarnya, apalagi dia sudah tidak sabar sejak kemarin." Balasku begitu antusias.


Sedangkan disisi lain Mike dan Desi nampak kembali bertengkar kecil, dimana Desi merasa tidak senang ketika Mike mengadu kepadanya tentang Ros yang mencoba menggoda dirinya lagi, padahal apa yang terjadi sebelumnya sama sekali tidak seperti itu, justru Mike lah yang menggoda Ros dan menawarkan kesepakatan baru, hingga dia mendapatkan injakkan dari Ros pada kakinya yang menyebabkan dia terluka saat ini.


"Aishh..sialan, beraninya dia melukaimu, sayang kau tenang saja aku tidak akan diam setelah apa yang sudah dia lakukan kepadamu, kau hanya perlu beristirahat dan lihatlah balasan setimpal yang akan aku berikan kepada gadis penggoda sepertinya!" Ujar Desi dengan sorot mata yang tajam dan kedua tangan yang dia kepalkan sangat kuat.


Mike terus saja berpura-pura menyedihkan dengan memegangi kakinya tersebut dan meringis terlalu berlebihan, padahal kakinya sudah tidak sesakit sebelumnya dan luka lecetnya pun hanya nampak sedikit saja.


Untuk mendapatkan kepercayaan dari Desi dan memanaskan suasana diantara kedua saudara tersebut, Mike terus menghasut Desi, dia memeluk gadis itu dengan erat dan mulai bersikap menyedihkan di hadapannya.


"Sayang kamu terlalu baik untukku, terimakasih banyak karena kamu lebih membela aku dibandingkan adikmu yang jahat itu, huhu aku tidak menduga dia bisa melakukan hal seperti ini kepadaku, aku takut dia akan merebut aku darimu." Ujar Mike terus saja membuat Desi semakin terpancing emosi dibuatnya.

__ADS_1


"Tidak akan, semua itu tidak akan terjadi, aku yang akan menghancurkan dia lebih dulu sebelum dia sempat untuk merebut kamu dariku, termasuk dengan karir besar ini." Balas Desi tersulut emosi.


Dia langsung melepaskan pelukan Mike dan pergi untuk melancarkan aksi pembalasannya terhadap adik kandungnya sendiri.


Desi yang sekarang ini memiliki banyak sekali anak buah dan dia yang mampu membayar berapapun untuk orang yang mau mencelakai adiknya tersebut, hal itu membuat Desi begitu mudah untuk berbuat jahat atas kepada adiknya sendiri tanpa perlu mengotori tangannya, dia langsung bertemu dengan beberapa pereman jalanan yang sebelumnya sudah pernah bekerjasama dengan dia dimasa lalu, tepat ketika kejadian di club malam itu terjadi lima tahun yang lalu.


Preman yang sama dan niat yang sama lagi.


"Hei..hei...lihatlah kesini, siapa yang datang kemari dengan tampilan se menyegarkan ini." Ucap salah satu preman yang ada disana.


"Wah...ada apa kau datang ke markasku lagi, nona Desi yang jahat?" Tambah ketua preman disana sambil berjalan mendekati Desi yang berdiri dengan melipatkan kedua tangannya di depan dada sambil menatap sinis dan tajam ke arah ketua preman tersebut.


"Jangan banyak basa basi, aku ingin kalian mencelakai dia lagi." Ucap Desi sambil memberikan sebuah foto kepada ketua preman tersebut.


"Tentu saja, aku datang kemari untuk memberikan kalian pekerjaan dan jangan banyak tanya lagi, ini DP untuk kalian, sisanya akan aku berikan setelah pekerjaan kalian selesai." Ucap Desi sambil memberikan segepok uang di dalam amplop berwarna coklat dengan jumlah yang banyak, membuat sang ketua preman tersebut tidak banyak bicara lagi, dan langsung mengangguk menyetujui apa yang di inginkan oleh Desi saat itu.


Segerombolan preman yang berjumlah sepuluh orang pria dengan pakaian serba hitam dan tatap yang menutupi sekujur tubuh mereka langsung pergi dari markas persembunyian itu untuk mencaritahu keberadaan Ros dan mulai mencelakainya sesuai dengan apa yang di tugaskan kepada mereka oleh Desi.


Tidak sampai disitu, Desi yang masih belum puas dan tidak bisa mempercayai pekerjaan ini hanya pada para preman jalanan itu, dia juga mendatangi Nayla dan Rasya yang selama ini dia sembunyikan di salah satu villa miliknya di puncak.


Desi menyuruh pasangan suami istri yang tengah terjerat kasus pencucian uang itu untuk menyerahkan diri mereka ke kantor polisi, sengaja berniat untuk memancing Ros agar bisa lebih mudah di temukan para preman tersebut.


"Tidak...aku tidak mau, aku tahu dia berniat jahat dengan Ros, sayang kita tidak bisa menyerahkan diri ke kantor polisi, kamu tidak salah kita hanya di fitnah, kita harus mencari buktinya terlebih dahulu, aku mohon percaya denganku. Jangan dengarkan ucapannya." Ujar Nayla berusaha untuk menahan Rasya yang terlihat mulai termakan oleh hasutan dari Desi.

__ADS_1


"Nayla jika kita terus bersembunyi seperti ini, masalahnya juga tidak akan pernah selesai, aku tidak tahu siapa yang sudah melaporkan kita dan menuduh kita seperti ini, tetapi apa yang dikatakan oleh Desi benar, kita tidak bisa terus seperti ini, kita harus menyerahkan diri kita, karena mau bagaimana pun aku memang sudah terjerat dengan kasus ini tanpa sepengetahuanmu." Balas Rasya sambil menundukkan kepalanya dengan pelan.


Nayla yang mendengar itu dia sangat kaget dan langsung menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangan, dia menggelengkan kepalanya pelan dan merasa tidak menduga jika semua kasus ini adalah kenyataan yang dilakukan oleh suaminya tersebut.


"Hah? Tidak...ini tidak mungkin, kamu berbohong denganku bukan? Kamu tidak mungkin menggelapkan uang perusahaan dari tuan sebelumnya kan? Ayo jawab aku Rasya, kau tidak mungkin menipu orang paling berpengaruh itu kan?" Ucap Nayla yang masih belum bisa menerima semua itu.


Dia terus memegangi kedua pundak Rasya yang memaksanya untuk bicara bahwa semua itu hanya kebohongan, tetapi sayangnya Rasya tidak bisa berkata apapun lagi, dia hanya menunduk dengan lesu dan terus saja mulai menangisi semua perbuatan menyimpang yang telah dia lakukan, dan memberikan dampak sangat besar atas hidupnya seperti ini.


Nayla langsung jatuh terkulai lemas, dia tidak menduga jika suaminya sendiri yang dia pikir sebagai orang baik dan sangat jauh dari hal-hal menyimpan, justru malah terjerat kasus yang begitu besar seperti ini, bahkan beraninya berhubungan dengan orang paling berpengaruh di negaranya sendiri, Rasya langsung memeluk Nayla dan dia terus meminta maaf kepada istrinya tersebut, mengingat semua kesalahan besar yang telah dia lakukan untuk menjadi orang kaya dengan singkat malah berujung celaka seperti ini.


"Nayla maaf aku, aku tahu semua ini adalah kesalahanku, aku mohon tolong maafkan aku, dan berikan aku kesempatan untuk berubah, aku akan mempertanggungjawabkan semua kesalahanku ini, aku akan menyerahkan diriku kepihak berwajib dan akan menjelaskan semuanya, sehingga kami tidak perlu ikut terjerat bersamaku, karena kamu sama sekali tidak tahu apapun." Ujar Rasya kepada Nayla dengan suasana yang begitu sendu. Nayla hanya bisa terus saja diam, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Sedangkan Desi yang mulai geram karena melihat drama di depan matanya dia mulai menarik tangan Rasya dan menyuruh kedua anak buah yang ikut bersamanya untuk membawa Rasya dengannya, agar bisa di serahkan ke pihak yang berwajib sesuai dengan rencana dia dan persetujuan dari Rasya sebelumnya.


"Sudah cukup drama yang kalian buat, pengawal seret orang ini ke penjara." Ujar Desi sambil pergi dengan cepat, meninggalkan Nayla yang kalut dan dia terus menangis terisak berusaha untuk menghentikan Rasya namun sama sekali tidak bisa.


Karena yang dia hadapi lebih menyeramkan di bandingkan polisi.


"Desi jangan bawa suamiku, Desi hentikan, Raysa kau tidak boleh ikut dengannya Rasya!" Teriak Nayla yang berujung sia-sia.


Desi telah benar-benar membawa suaminya pergi dan Nayla tidak bisa diam saja, dia harus menyelamatkan suaminya juga sahabatnya sendiri, meski sudah membuat perjanjian bersama dengan Desi sebelumnya agar dia tidak bisa pergi kemanapun dari villa tersebut, tetapi diam-diam, Nayla mengikuti mobil Desi, dia bahkan masuk ke dalam bagasi mobil salah satu anak buah Desi malam itu, selama perjalanan berjam-jam dari villa tepencil menuju kota Nayla rela bersabar dan menahan dirinya di dalam bagasi mobil yang sempit dan pengap, hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk menjatuhkan dirinya sendiri ketika mobil itu telah sampai di kota, dan berhenti di lampu merah.


Hingga akhirnya dia berhasil melarikan diri dan pergi untuk mencari keberadaan Ros secepatnya, agar dia bisa mencegah semua hal buruk terjadi kepada suaminya juga pada Ros.

__ADS_1


__ADS_2