
Rasanya memang se menyakitkan itu ketika aku terpaksa harus menghapus semua kenangan paling indah di dalam hidupku selama ini, termasuk harus menghapus masa-masa indah ketika aku dan Desi selalu bersama-sama begitu pula dengan Mike, namun aku harus melupakan mereka berdua, karena aku tahu jika ternyata mereka bukanlah orang yang benar-benar baik, mereka tidak menyayangi aku dan tidak menganggap aku, sebesar yang aku berikan kepada mereka sebelumnya.
Dan hal itu yang membuat rasa sakit di dalam hatiku ini semakin berbekas dan sulit untuk aku lupakan begitu saja, bahkan disaat aku sudah berhasil menghapus semua foto yang ada di dalam ponsel itu termasuk semua file di dalamnya, aku benar-benar sudah menghapus Ros di masa lalu, dan aku sudah benar-benar menjadi sosok Ros yang baru, Ros yang bukan selebritis terkenal lagi, Ros yang benar-benar sudah dilupakan dalam dunia hiburan dan di media sosial, kini aku malah menjadi Ros yang malang karena kehidupan yang sangat tidak adil dan mendidik aku terlalu keras seperti sekarang.
Karir yang sudah aku bangun sejak aku kecil dengan semua usaha dan kerja keras yang aku lakukan tanpa henti kini sudah benar-benar hancur lebur dan dengan mudahnya Desi menggantikan posisiku ketika aku sudah berada diatas seperti saat ini.
Aku segera kembali fokus dengan niat awalnya mencari ponsel adalah untuk memberikan ponsel itu kepada Teguh agar dia bisa kembali bermain game lagi, agar dia bisa memiliki ponsel lagi sama dengan teman-temannya yang lain dan dia bisa belajar dengan ponsel tersebut, sedangkan aku segera mencari pekerjaan di laptop milikku saat itu, aku terus saja mengirimkan banyak sekali lamaran lewat surel yang aku kirim kepada semua tempat dan perusahaan yang saat itu tengah membuka lowongan pekerjaan untukku.
Meski pun aku mantan selebriti terkenal namun setidaknya aku juga masih memiliki sedikit keahlian lain dalam diriku selain dari bernyanyi dan bermain peran saja, aku segera saja tidur setelah sudah mengirimkan semuanya.
Aku tidak mau memikirkan hal yang lainnya dan hanya bisa untuk terus berdoa sendiri dengan penuh keyakinan di dalam diriku bahwa aku pasti bisa melewati semua masa sulit ini bersama dengan putra kecilku yang dulu bahkan dia tidak dianggap oleh ayahnya sendiri dan hari ini justru Teguh malah harus bertemu dengan ayah yang tidak pernah mengakui keberadaan dia selama ini.
__ADS_1
Rasanya sangat menyesakkan dada bahkan aku sendiri sampai harus meremas dadaku dengan kuat dan berusaha untuk menenangkan diri saat itu saat aku tahu bahwa tuan Jenson itu sudah pernah bertemu dengan Teguh, aku hanya takut dia akan membawa Teguh dariku disaat dia sudah sebesar ini, karena aku tahu bahwa dia memang tengah membutuhkan seorang pewaris dan keturunan dari dirinya sendiri untuk melanjutkan perusahaan yang dia miliki saat itu.
Sebab terakhir kali aku menemui dia, masih bisa aku ingat dengan jelas bahwa nenek dan ibunya itu selalu mendesak dia untuk menikah dan memiliki istri namun dia justru malah sama sekali tidak mengakui putraku dan aku saat itu.
Padahal sebenarnya aku sudah mendengar pembicaraan dia dengan neneknya tepat ketika aku baru masuk ke ruangannya saat itu.
Hingga ke esokan paginya aku sudah memutuskan untuk pindah dari tempat itu dan sudah mengambil keputusan bahwa aku akan kembali ke negara asalku dan mengambil beasiswa yang di tawarkan oleh wali kelas Teguh sebelumnya, aku pikir aku akan aman jika bersembunyi di negaraku sendiri dan memakai nama Rosa lagi seperti sebelumnya, dia harus menjauh dari perusahaan entertainment dan hanya bisa menjadi orang biasa saja, dengan begitu mungkin aku tidak akan di ketahui lagi oleh tuan Jenson.
"Iya aku harus pergi ke negara itu, jika tuan Jenson ada di negara ini, maka biarkan aku saja yang pergi menghindar dari manusia yang tidak memiliki hati seperti dia ini." Ucapku sambil terus saja membereskan semua pakaian Teguh ke dalam koper saat itu.
"Eummm..ibu, apa yang kamu lakukan di kamarku sepagi ini?" Tanya Teguh dengan wajah polosnya saat itu.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah bangun, ayo cepat mandi, ibu sedang membereskan pakaianmu," balasku kepada Teguh saat itu.
Bukannya segera pergi ke kamar mandi sesuai dengan apa yang aku bilang, Teguh justru malah berjalan dengan sempoyongan karena dia mungkin belum mendapatkan seluruh kesadaran di dalam dirinya sendiri saat itu, dan dia malah langsung memeluk aku dari belakang dengan melingkarkan lengan kecil yang imut itu di leherku yang membuat aku langsung berbalik menghadap ke arahnya lalu membalas pelukan dia saat itu.
"Ibu....kita mau kemana? Kenapa kau memasukkan semua pakaian Teguh ke dalam koper?" Tanya dia dengan mata yang setengah terbuka.
Bahkan disaat dia masih dalam keadaan mengantuk seperti itu saja, dia masih bisa bertanya mengenai hal seperti ini kepadaku, Teguh memang anak yang sangat cerdas dan kritis tentang segala hal yang dia lihat atau yang dia dengar di sekitarnya.
"Sayang kamu kalau masih mengantuk tidur lagi saja, hari ini kan hari kelulusan kamu, kamu hanya pergi ke sekolah nanti siang untuk mengambil kelulusan dan mengambil beasiswa dirimu ke negara C, kamu akan tinggal disana dan menempuh pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan disini, ibu juga akan menemani kamu, jadi kita harus bersiap-siap dari sekarang, ibu sangat senang karena kamu selalu membuat ibumu bangga dengan semua pencapaian yang sudah kamu lakukan sayang." Balasku sambil mengusap kepala Teguh dengan lembut beberapa kali saat itu.
Teguh pun tersenyum kepadaku dengan lebar dan dia terus mengangguk kepadaku sambil segera kembali ke ranjangnya saat itu juga, karena aku tahu jika dia memang masih mengantuk saat itu.
__ADS_1
"Hoaamm....eummm..kalau begitu aku mau tidur lagi ya bu, nanti ibu bangunkan lagi saja aku kalau kita mau ke sekolah." Ucap Teguh sambil berjalan pergi menaiki ranjangnya dan menarik selimutnya lagi.
Dia benar-benar sangat lucu dan begitu menggemaskan, aku hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala pelan melihat tingkahnya yang selalu saja bisa membuat aku tertawa kecil sebab dia sangat lucu saat itu, aku juga melanjutkan semua tugasku lagi untuk membereskan semua barang yang ingin aku bawa ke negara C satu Minggu lagi.