Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Kembali Syuting Iklan Pertama


__ADS_3

Langsung saja tuan Jenson memikirkan ide cemerlang di dalam kepalanya, karena dia saat ini tengah membutuhkan model wanita untuk iklan produk baru yang akan dia luncurkan bulan ini, dia pikir akan sangat bagus jika Ros yang menjadi modelnya selain dia tidak perlu membayar orang, dia merasa Ros sangat cocok untuk menjadi model iklan tersebut dan produknya akan sangat cocok dengan Ros yang memiliki wajah cantik juga badan yang sangat bagus sekalipun sudah pernah melahirkan, di tambah tuan Jenson tahu bahwa masih ada banyak fansnya di luar sana yang masih mengharapkan Ros comeback dan kembali menghibur di layar kaca.


Aku mulai merasa merinding mendapatkan tatapan yang begitu lekat dari tuan Jenson secara tiba-tiba disaat aku tengah mengoceh dan perotes keras dengannya.


"Ke..kenapa kau menatapku begitu, ayo jalankan mobilnya, sampai kapan kita mau terus disini." Bentakku kepadanya.


"Tunggu Ros aku memiliki sebuah penawaran yang sangat bagus untukmu, kau harus ikut ke kantor denganku." Ucapnya sambil segera menyalakan mobilnya dan langsung saja melaju dengan cepat.


Dahiku sudah mengkerut sedari tadi dan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia pikirkan dalam kepala liciknya tersebut, tapi yang jelas saat itu aku sudah memiliki firasat yang sangat buruk untuk diriku sendiri.


Sampai dia benar-benar membawa aku ke kantornya terus saja menggandeng tanganku dan menyeret aku masuk ke dalam perusahaan dia hingga kita sampai di sebuah ruangan yang tengah mengadakan syuting dengan banyak kamera yang menyala dan ada beberapa crew disana, melihat semua itu langsung saja aku menundukkan kepalaku dan berusaha menutup wajah dengan rambutku, mau bagaimana pun aku takut akan ada salah satu orang yang bisa mengenali wajahku diantara mereka, jadi aku harus melakukan itu untuk menjaga rahasiaku sendiri.


"Tuan kenapa kau membawa aku ke tempat ini, kau kan sudah berjanji denganku untuk menjaga rahasiaku ini, aaahh bagaimana jika mereka ada yang mengenaliku?" Bisikku ke samping telinga tuan Jenson saat itu.


"Tenang saja meski mereka mengenalimu itu justru hal yang bagus, bukankah kau sangat menyukai akting, bukankah menjadi superstar adalah mimpimu, kenapa kau harus berhenti mengejar sesuatu yang kamu sukai dan meninggalkan mimpimu begitu saja hanya karena sebuah permasalahan dimasa lalu yang bahkan itu bukan kesalahan dirimu sendiri." Ucap tuan Jenson sambil memegangi kedua pundakku saat itu.

__ADS_1


Walau apa yang dikatakan oleh tuan Jenson memang ada benarnya, tetapi untuk kembali ke dunia hiburan itu sangat sulit bagiku yang sudah memiliki rumor besar bahkan mungkin fotoku itu masih akan tersebar di media sosial atau di internet, karena sepat menjadi berita paling panas di masa lalu, aku tidak akan mampu menghapus atau menyangkal kejadian itu di depan publik.


"Tidak tuan, aku masih belum siap untuk kembali ke tempatku, aku akan merelakan mimpiku saja, lagi pula tidak menjadi selebritis itu lebih menenangkan bagi hidupku, aku sungguh tidak ingin berhubungan lagi dengan semuanya." Ucapku sambil berniat pergi dari sana.


Tapi tuan Jenson terus menahan tanganku dia tidak membiarkan aku untuk pergi, meski aku sudah berusaha berontak dan melepaskan diri darinya terus menerus, dia justru malah memaksa aku untuk menjadi model iklan dari produk terbarunya yang tidak lain adalah sebuah jam tangan digital yang bisa beroperasi layaknya sebuah ponsel juga bisa menampilkan hologram yang canggih dari balik layarnya yang kecil tersebut.


"Tidak bisa, kau tidak boleh pergi, kau harus membantu aku untuk menjadi model iklan produk terbaruku, ayo cepat ikut aku, kau akan segera syuting hari ini juga." Ucap tuan Jenson membuat aku sangat kaget mendengarnya.


"Tuan apa yang kau bicarakan, lepaskan aku hei...aku tidak akan pernah kembali lagi di layar kaca, tolong jangan mempersulit hidupku lagi tuan, kau kaya dan kau memiliki banyak anak buah, kenapa kau tidak mencari aktris lain untuk menjadi model iklanmu ini, kenapa harus aku?" Ucapku kepadanya dengan wajah yang semakin serius.


"Ta... Tapi tuan, tuan tunggu kau tidak bisa memerintahkan aku seenaknya seperti ini, tuan Jenson, hei... Aishh... dasar pria menjengkelkan itu!" Gerutuku yang sudah berteriak memanggilnya tapi dia tetap saja pergi meninggalkan aku dengan dua orang tim rias yang siap membantu aku untuk berganti pakaian dan mempersiapkan diri sebelum syuting.


Karena tidak ada pilihan lain aku terpaksa tetap melakukan semuanya membaca skrip yang mereka berikan dan melakukan syuting iklan yang sudah sangat lama tidak pernah aku lakukan lagi, saat berdiri di depan beberapa kamera yang menyoroti wajahku saat itu, aku sudah mulai gugup dan tidak sepercaya diri sebelumnya, ini sudah lima tahun dan sudah banyak yang berubah dalam hidupku, tentu berhenti selama itu dan sekarang tiba-tiba saja harus kembali ke dunia syuting lagi membuat aku sedikit takut, bayangan tentang banyaknya hinaan dan semua rumor buruk tentangku selalu saja menghantuiku, aku takut jika sampai aku kembali muncul lagi, maka akan banyak orang yang kembali menghina aku dan menghujatku di internet, apalagi sekarang aku punya Teguh aku takut Teguh menjadi pelampiasan orang-orang yang membenciku tanpa alasan itu, dan aku sungguh tidak ingin Teguh terseret dalam masalahku.


Aku mendadak jadi gugup saat di depan kamera, tidak bisa berkata-kata dan terus saja hanya ada rasa takut dalam diriku, keringat mulai keluar dari dahiku dan nafasku terus saja mulai menderu semakin kencang, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang tapi aku sungguh tidak bisa.

__ADS_1


"CAT!" Teriak sutradara disana yang langsung menghentikan syuting tersebut.


Dia langsung berjalan menghampiri aku dengan wajah yang terlihat kecewa dan memiliki amarah sangat besar, aku juga tahu itu terjadi karena kesalahanku sendiri.


"Hei.... Siapa yang membawa orang tidak profesional ini? Bukankah iklannya harus memakai model yang sudah saya tentukan? Kenapa model jelek seperti ini kalian pilih?" Bentak sang sutradara tersebut, dia terus saja memarahi aku hingga tiba-tiba tuan Jenson muncul dan menghentikan sutradara tersebut.


"Aku yang memilihnya, karena dia adalah istriku, Rosalina." Ucap tuan Jenson menyebutkan nama panggung ku yang begitu terkenal.


Langsung saja semua mata terbelalak sangat lebar dan menatap ke arahku sekaligus.


"Ro..Ro..Rosalina? Bukankah dia adalah aktor terkenal itu, yang memiliki rumor kotor dan menghilang?" Ucap sang sutradara membelalakkan matanya.


Dia segera mencari nama Ros di internet hingga menyamakan wajah di foto itu dengan wajahku saat ini, hingga dia langsung saja terperangah lagi dan langsung meminta maaf kepada tuan Jenson dengan segera.


"Aahh...ma, maafkan aku tuan Jenson, saya benar-benar bodoh karena tidak bisa mengenali selebriti terkenal seperti nona Ros ini, maafkan saya nona Ros, syuting akan dilaksanakan lima menit lagi, kalian semua bisa beristirahat dahulu." Ucap sang sutradara saat itu.

__ADS_1


Tuan Jenson langsung menarik tanganku dan membawa aku pergi dari sana dengan cepat.


__ADS_2