Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Merasa Heran


__ADS_3

Mereka khusus bekerja dalam bidang tersebut, berbeda dengan perusahaan yang di pimpin oleh tuan Jenson, dimana dia tidak hanya menerima tawaran projects iklan dan pemasaran, tetapi sering menerima kerjasama dalam pembuatan film ataupun video klip dari beberapa aktris yang sudah terkenal, namun perusahaannya tersebut sama sekali tidak menampung seseorang untuk dijadikan aktris baru layaknya perusahaan milik Mike tersebut, mereka kerap kali bersaing dalam mengeluarkan film baru, sebab ada banyak aktris yang tumbuh dan di besarkan di perusahaan dalam naungan Mike tetapi justru malah memilih projects yang berada dalam naungan G. Entertainment, sebab merasa keuntungan yang mereka dapatkan lebih baik.


Tuan Jenson juga tidak pernah menunjukkan wajahnya maupun identitas dia sebagai pimpinan di perusahaan tersebut, karena kebanyakan dia hanya mengurusi perusahaan di bidang real estate property dan perhotelan, dia tidak terlalu fokus dalam satu bidang, itulah yang menyebabkan orang menjulukinya sang penguasa pasar bisnis, namanya juga lebih di kenal di luar negeri dibandingkan di negerinya sendiri, sebab tuan Jenson jarang sekali tampil di publik dan sama sekali tidak pernah tercium rumor apapun tentangnya, dia sangat menjaga privasi dirinya sendiri hingga tiba-tiba saja lima tahun yang lalu kedatangan Ros hampir membuat tuan Jenson frustasi karena takut kejadian itu akan tercium oleh publik. Namun sekarang dia sudah siap untuk memperkenalkan dirinya sekaligus Ros di hadapan semua orang.


Kebetulan sekali saat ini Roy memberitahukan mengenai projek tersebut, sehingga sebuah senyum kecil di wajah tuan Jenson mulai terpancar, dia memiliki ide yang sangat cemerlang dalam benaknya dan langsung meminta Roy untuk membawa dia menemui sang penulis dari cerita itu secara langsung.


"Ceritanya cukup menarik, hanya perlu beberapa perubahan saja, ini akan menjadi luar biasa. Roy persiapkan jadwal pertemuan aku dengan penulisnya, kita akan membuat film yang sangat mengagumkan." Ucap tuan Jenson yang langsung dianggukkan oleh Roy dengan cepat.


"Baik tuan." Balas Roy sambil segera pergi dari sana.


Tuan Jenson juga segera kembali ke ruang kantor pribadinya, dia menyusun rencana sendiri untuk semua yang ingin dia lakukan dalam meningkatkan ketenaran Ros dan membantu Ros agar bisa kembali ke layar kaca dan menjadi publik figur seperti sebelumnya, tetapi di sisi lain Ros juga sudah menyelesaikan syutingnya sang produser sangat puas atas hasil yang di dapatkan, dia tidak menduga Ros masih sangat handal dalam hal ini, meski sudah berhenti begitu lama.


"Prok...prok..prok...bagus, ini sangat bagus sekali Ros, kau memang aktris yang sangat berbakat sayang sekali karirmu harus redup terlalu lama." Ucap sang produser sambil bertepuk tangan mengapresiasi semua kerja keras yang sudah Ros lakukan.

__ADS_1


Tidak hanya itu, tim produksi juga begitu senang mereka memuji Ros dengan yang lebih baik dibandingkan pandangan sinis yang sebelumnya mereka berikan pada Ros karena masih mengingat mengenai rumor kotor tentang Ros di lima tahun yang lalu.


Walau begitu aku terus saja tersenyum dan merasa sangat senang karena semua orang bisa beristirahat lebih cepat sebab kami sudah menyelesaikan semua syutingnya dengan segera seperti ini.


Semuanya mulai beristirahat dan aku juga segera pergi untuk menemui tuan Jenson tetapi saat aku sampai di ruang kantor pribadinya, aku tidak menemukan keberadaan dia disana, yang rupanya dia tengah mengadakan meeting dengan staf perusahaan yang sangat penting, jadi aku memutuskan untuk menunggu dia kembali di ruangannya saja sambil menatap ke luar jendela dan melihat pemandangan kota dari lantai atas kantor dengan 12 lantai itu, dari atas sini aku bisa melihat keramaian kota yang sangat padat dengan kendaraan dan banyaknya manusia yang beraktivitas di luar sana.


"Hmm...tidak pernah aku bayangkan bahwa aku bisa berdiri di tempat ini seperti sekarang, dan ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh tuan Jenson, kita tidak boleh terus menjadi lemah dan mengalah dengan takdir, tetapi aku harus bisa melewatinya, melawan semua ketidakadilan dengan kerja keras dan usaha tanpa henti, aku akan terus mempertahankan apa yang seharusnya menjadi hak untukku!" Ucapku bicara sendiri dan terus saja merasa dipenuhi dengan semangat saat itu.


Sampai ketika aku berbalik rupanya sudah ada tuan Jenson di belakangku, jujur saja saat itu aku cukup kaget melihat dia yang tiba-tiba ada di belakang dengan berdiri dan menatapku dengan wajah datarnya.


Aku takut dia mendengar apa yang baru saja aku bicarakan di belakangnya.


"Bukankah seharusnya aku yang bertanya begitu padamu?" Balas tuan Jenson sambil berjalan ke meja kerjanya dan dia mulai menyalakan komputernya tersebut sambil terus mengotak ngatik mengerjakan pekerjaannya lagi yang sebelumnya sempat tertunda.

__ADS_1


"Aah...aku tidak lama kok, baru saja aku masuk ke sini, aku mau izin untuk pergi menjemput Teguh dia sebentar lagi keluar dari kelasnya." Ucapku meminta izin kepadanya.


Langsung saja tuan Jenson bangkit berdiri dan berjalan melewatiku tanpa berkata apapun, membuat aku terperangah merasa aneh dan terus saja kebingungan dengan kelakuannya tersebut, sampai dia berhenti dan mulai berbalik kepadaku.


"Kenapa kau masih diam disana?" Tanya dia kepadaku.


"Aa..aahh..kau mau kemana tuan aku kan meminta izin padamu barusan, kenapa kau malah pergi begitu saja dan tidak membalas ucapanku?" Tanyaku lagi semakin heran.


"Ayo pergi bukannya kau mau menjemput Teguh, aku akan mengantarmu." Balas dia membuat aku semakin kaget mendengarnya.


Langsung saja aku berlari cepat menyusul tuan Jenson hingga dia hampir masuk ke dalam lift dan aku segera kembali bertanya lagi dengan dia.


"Tuan tunggu, apa aku tidak salah dengar, kau mau mengantarkan aku untuk menjemput Teguh, apa kau begitu senggang untuk melakukannya? Aku bisa pergi sendiri kok, aku juga tidak akan kabur, kau tidak perlu cemas soal itu." Ucapku kepadanya karena merasa masih sangat tidak paham dengan perubahan sikapnya ini.

__ADS_1


"Kenapa sepertinya kau sangat tidak suka aku mengantarmu, lagi pula aku juga ayahnya, kenapa aku tidak bisa menjemput putraku sendiri, pekerjaan bisa aku selesaikan nanti, tapi Teguh tidak boleh menunggu disana sendirian terlalu lama." Balas dia membuat aku benar-benar tidak habis pikir dengan otaknya itu.


"Wahh...ada apa dengan orang ini, apa dia salah makan atau kepalanya terbentur? Kenapa dia jadi baik seperti ini? Aahh aku harus bagaimana sekarang." Batinku merasa sangat syok melihat perbedaan dari sikap tuan Jenson yang dulu dengan dia yang sekarang. Aku bahkan merasa mereka seperti dua orang yang berbeda.


__ADS_2