
Sepanjang perjalanan aku tidak ingin bicara apapun lagi dengan tuan Jenson, hanya ada kekesalan dan amarah yang ada di dalam diriku sedari tadi, dan aku sungguh merasa tidak nyaman, juga terus saja merasa sangat penasaran sekali dengan wanita yang sebelumnya bicara dengan begitu akrab bersama tuan Jenson di taman bermain, terlebih wanita itu memang agak cantik, entah kenapa aku merasa kesal saja setiap kali mengingat momen itu, bahkan saking kesalnya aku sampai tidak sadar ketika tuan Jenson memanggilku dari samping dengan pintu mobil yang sudah dia buka.
"Hei.. apa kau tidak akan keluar dari mobil? Ros... Rosalina, aishh..apa kau tuli ya?" Ucap tuan Jenson kepadaku yang akhirnya membuat aku segera tersadar dengan cepat.
"Aahh...iya ada apa sih?" Balasku dengan memasang wajah yang murung dengannya.
"Ayo keluar, apa kau lupa niat kita kemari untuk apa?" Ucap tuan Jenson lagi.
Aku pun menghembuskan nafas dengan lesu lalu segera keluar dari dalam mobil secepatnya, segera saja aku mengikuti dia dari belakang sambil terus meledeki dia karena merasa cukup kesal, tetapi tuan Jenson tiba-tiba saja menarik tanganku dan membawa aku dengan cepat untuk masuk ke dalam butik yang super mewah dan begitu besar tersebut, dia langsung disambut oleh beberapa pelayan dengan begitu ramah.
Dan kami pun di persilahkan masuk ke dalam ruangan khusus dengan salah satu pelayan disana yang menemani dan menunjukkan beberapa gaun pengantin yang begitu cantik di hadapanku. "Tuan nona, silahkan di pilih, ini semua adalah koleksi gaun terbaru yang kita miliki." Ucap pelayan tersebut menjelaskan.
Aku bahkan tidak bisa memilih sama sekali, karena semua gaun itu terlalu cantik dan bagus, ada yang berwarna biru dengan aksen seperti gaun princess dan ada yang begitu anggun dengan warna putih dan sangat panjang sekali, namun ada juga yang terlihat begitu glamor dengan rangkaian pernak pernik di bagian lengan juga pinggangnya, berwarna silver dan gold, bak seperti gaun para putri bangsawan yang biasa aku lihat di layar kaca biasanya.
"Wahh...tuan ini semua terlalu bagus untukku, apa tidak sebaiknya kita mencari gaun yang sederhana saja?" Ucapku memberikan sedikit masukkan kepada tuan Jenson.
__ADS_1
"Tidak aku itu penguasa terbesar dan sangat luar biasa, putraku juga jenius yang luar biasa, tidak mungkin kau yang akan menjadi istriku mau terlihat biasa saja, apalagi pernikahan kita nanti akan dihadiri dengan banyak sekali orang, tentu harus hal luar biasa yang aku sajikan bagi semuanya, termasuk untuk dirimu." Balas dia yang tidak setuju dengan masukan yang aku berikan kepadanya.
"Tapi tuan aku tidak bisa memakai gaun yang luar biasa seperti ini." Balasku lagi kepadanya.
"Kau harus bisa, jika kau menjadi istriku, kau harus selalu terlihat luar biasa bahkan jika kau hanya mengenakan pakaian sederhana sekalipun, tetapi untuk saat ini, kau harus memilih salah satu gaun yang ada disini, ingat kau adalah pabrik figur, kau akan disoroti banyak sekali kamera besok, dan kau masih harus membalaskan dendammu pada mereka yang telah menjebakmu malam itu bukan?" Ucap tuan Jenson terus saja mengompori diriku.
Aku pun mengangguk kepadanya dan menyetujui apa yang dia katakan hingga manusia menyebalkan dan keras kepala itu terlihat begitu puas, aku mencoba salah satu gaun yang aku tunjuk saat itu, sebuah gaun yang paling sederhana dibanding dengan gaun lainnya yang terpajang disana, berwarna putih dan tidak terlalu banyak aksesoris di sekitarnya, sangat simpel dan begitu pas dengan tubuhku.
Namun disaat aku menunjukkannya pada tuan Jenson, dia langsung menggelengkan kepala dan tidak setuju dengan gaun yang aku pilih.
Aku hanya bisa menghentak-hentakkan kaki dengan kesal lalu segera masuk kembali ke dalam ruang ganti, harus melepaskan pakaian yang sebelumnya dan mengganti dengan gaun yang tuan Jenson pilihankan, gaunnya memang sangat cantik, dan begitu elegan, selain itu lebih ringan di bandingkan yang sebelumnya, namun saat aku melihat label harganya itu benar-benar di luar nalar.
"Astaga...mbak apa gaun ini sungguh semahal ini?" Tanyaku kepadanya sambil menunjukkan label harga di gaun tersebut yang tertulis 25 juta rupiah.
Pelayan itu langsung mengangguk kepadaku dan dia mulai menjelaskan alasan kenapa gaun tersebut bisa semahal itu.
__ADS_1
"Nona gaun ini memang buatan desainer terkenal dan hanya dibuat khusus oleh tangannya untuk orang-orang luar biasa seperti anda, terlebih gaun ini hanya ada 3 yang baru dikeluarkan saat ini, anda temasuk orang sangat beruntung jika dapat memilikinya." Ucap pelayan tersebut menjelaskan.
Aku langsung saja terbelalak sangat lebar, gaun dengan harga semahal itu harus aku pakai sekali dalam hidupku, benar-benar sangat sia-sia dan menghamburkan uang saja, aku sungguh merasa sangat sayang sekali dengan uangnya itu.
"Mbak kalau begitu bisakah kita memperlihatkannya dahulu pada tuan Jenson saya ingin bicara dulu degannya." Ucapku kepada pelayan tersebut.
Dia pun mengangguk, aku segera pergi keluar dan segera saja memperlihatkannya kepada tuan Jenson, dia terlihat berjalan menghampiri aku dengan mengenakan jas yang dia sudah pilih, warnanya selaras dengan warna gaunku dan dia terlihat begitu menawan dengan jas putih yang begitu rapih, terlebih wajahnya memang sudah berkarisma dengan apapun yang dia kenakan.
"Nah ini baru gaun yang bagus dan cocok denganku, sudah kau pilih yang ini saja." Ucap tuan Jenson kepadaku.
Dengan cepat aku langsung menahannya dan menarik tangan dia untuk sedikit menjauh dari para pelayan yang ada disana, aku terus saja berbisik kepadanya dan berusaha untuk mendekatkan bibirku pada kupingnya tersebut, agar dia bisa mendengar dengan jelas apa yang aku katakan kepadanya termasuk dengan apa yang aku maksudkan saat itu.
"Syuttt...tuan, kemarilah aku mau bicara sedikit denganmu, bisakah kau sedikit menunduk, kau terlalu tinggi untukku." Ucapku bicara pelan kepadanya.
Untung saja tuan Jenson mau mendengarkan aku dan dia segera menundukkan tubuhnya untuk menyamakan tinggi badannya denganku yang memang memiliki tinggi tidak seberapa ini, jika dibandingkan dengan tuan Jenson.
__ADS_1
"Tuan sebaiknya aku memakai gaun yang sebelumnya saja, selain yang tadi lebih simpel, itu juga lebih murah, gaun ini terlalu mahal harganya 25 juta, itu lebih baik digunakan untuk biaya sekolah Teguh dibandingkan dengan membeli gaun yang hanya akan aku pakai tidak sampai satu hari penuh." Ucapku mengutarakan isi hatiku dengan dia.