Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Banyak Wartawan


__ADS_3

Selang beberapa saat ketika aku dan tuan Jenson juga Teguh baru saja turun dari pesawat dan kami berniat untuk pergi menemui sekretaris Roy yang sudah menunggu kami di depan bandara tiba-tiba saja sudah ada banyak sekali wartawan di sekitar sana dimana mereka tidak hanya satu dua atau sepuluh orang saja, tetapi hampir semua tempat ada wartawan dan beberapa fans yang membawa sepanduk menyebut namaku, bahkan aku tidak menduga jika kabarku yang akan pulang hari ini bisa diketahui oleh banyak orang seperti ini, padahal aku dan tuan Jenson sama sekali tidak memberitahukan siapapun tentang kepulangan kami hari ini.


Sehingga saat itu aku dan tuan Jenson mulai merasa panik kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan saat itu hingga tuan Jenson terpaksa harus berpisah denganku agar para wartawan dan awak media tidak mengetahui wajah tuan Jenson termasuk dengan putraku Teguh, dia juga nampak tidak senang dan merasa takut, karena ini pertama kalinya Teguh dihadapkan dengan situasi seperti ini, dia juga masih terlalu kecil untuk memahami semua ini.


"Begini saja Ros, semuanya sudah terjadi, aku rasa memang ada dalang dari semua ini, kau pergi dengan Roy biar aku pergi dengan Teguh menggunakan taxi, agar tidak ada kecurigaan dari mereka. Roy bisa membawamu ke tempat lain yang jauh dari rumahku, untuk meninggalkan jejak bagi para wartawan ini, kamu mengerti maksudku kan." Ucap tuan Jenson memberikan ide yang bagus padaku.


Aku mengangguk mengerti dan kami berpelukan dahulu sebelum tuan Jenson benar-benar pergi lebih dulu dengan Teguh saat itu, dan aku hanya tinggal berdua dengan sekretaris Roy, yang sudah siap menyamar sebagai pengawalku, terlebih lagi pakai dia memang sangat cocok untuk jadi pengawal selebritis, jadi aku rasa tidak akan ada orang yang mengenalinya, setelah topi dan kacamata hitam yang menutupi wajahnya tersebut.


"Jaga istriku dengan baik Roy, jika sampai sesuai terjadi padanya, kau ada orang pertama yang akan aku cari." Ucap tuan Jenson memberikan peringatan kepadanya.


Dia kemudian pergi membawa Teguh menerobos banyak orang dan para wartawan yang ada disana dengan santai, Teguh juga terus memeluk tubuh tuan Jenson dalam pangkuannya, meski aku tahu saat itu mata Teguh tidak pernah berpaling dariku sekalipun sampai dia sudah tak nampak lagi.

__ADS_1


"Semoga kamu baik-baik saja sayang." Ucapku saat melihat Teguh yang semakin dibawa jauh oleh tuan Jenson, sementara aku sendiri sudah harus pergi sekarang.


Roy mengangguk kepadaku memberikan isyarat untuk segera pergi saat itu juga, meski awalnya semua berjalan lancar dan tidak ada yang mengenali aku, tetapi tiba-tiba saja salah satu fans berteriak dan mengenali wajahku meski aku sudah memakai masker saat itu, sehingga membuat para wartawan dan semua orang yang ada disana seketika berjalan ke arahku, membuat aku semakin panik dan tidak karuan, tetapi untungnya ada Roy di sampingku dimana dia langsung menarik tanganku dan membawa aku berlari secepat yang kami bisa saat itu.


"Itu Ros, dia disana." Teriak salah satu fans tersebut.


"Ahh gawat, nona Ros ayo cepat kita harus bergegas." Ujar sekretaris Roy yang segera membawaku pergi dari sana, kami berlari dengan kencang dan entah berapa banyak orang yang kami tabrak saa itu, aku tidak perduli yang penting saat ini aku harus menghindari para wartawan itu karena sekarang bukan saatnya untuk bicara dengan mereka.


Untungnya kami masih sempat untuk masuk ke dalam mobil, dan bisa terbebas dari kerumunan masa tadi yang sangat menakutkan, bahkan lebih menyeramkan daripada di ikuti oleh hantu gentayangan, nafasku menderu begitu pula dengan sekretaris Roy, aku juga berterimakasih dengannya karena sudah mau membantuku berlati sebelumnya, jika bukan karena dia mungkin aku sudah akan tertangkap.


"Aku memang sudah terlatih berlari kencang karena tuan Jenson selalu menyuruhku untuk cepat dan cepat, aahhhh nona para fans mu itu kenapa harus meneriaki mu bukannya mereka tahu ya jika disana ada banyak sekali wartawan panatik itu." Balas sekretaris Roy yang membuat aku juga merasa heran.

__ADS_1


Karena biasanya para fans yang benar-benar mengidolakan aku tidak mungkin membuat aktisnya sendiri dalam situasi bahaya seperti tadi, dan aku juga baru ingat spanduk yang mereka bawa bukan ucapan selamat datang untukku ataupun ucapan dukunga dan yang lainnya tetapi justru malah ucapan aneh yang dimana aku tidak terlalu memperhatikan hal itu sebelumnya, kini aku baru teringat dengan ucapan dari sekretaris Roy.


"Dan satu lagi, apa nona melihatnya tadi, ada banyak rutukan dan sumpah serapah yang mereka tulis untuk nona di spanduk yang mereka bawa, dan poster menjijikan itu. Apa kamu tidak melihatnya nona Ros?" Ujar sekretaris Roy lagi yang membuat aku mulai teringat lagi akan kejanggalan tersebut.


"Ahhh..aku terlalu fokus berlari jadi tidak sempat melihat ke arah lain tapi sekilas aku memang menyadarinya tapi aku pikir mereka mungkin buka fans ku, setelah mendengar ucapan darimu aku rasa mereka mungkin orang-orang yang tidak menyukai aku dan yang menentang aku untuk kembali ke dunia hiburan, lihatlah di media sosial sudah seramai ini dan yang kamu katakan benar mereka merutuki aku." Balasku yang mulai semakin sadar setelah membuka media sosial dan melihat tranding topik hari ini.


Dimana dalam berita tersebut di sebutkan bahwa para penentang Ros mulai menunggu kedatangan Ros dari Jepang dan siap untuk memaksanya agar mengurungkan niat untuk kembali lagi ke dunia hiburan karena sudah di anggap sebagai selebritis yang kotor.


Sekretaris Roy juga membelalakkan matanya sangat lebar dia begitu kaget ketika mendengar judul dari artikel tersebut yang sangat tidak bermoral dan ada juga beberapa video dimana sebelumnya mereka dikejar-kejar oleh para wartawan serta para pembenci Ros di bandara. "Ehh lihat nona Ros ternyata ada yang memvideokan kita saat berlari di bandara, itu artinya ada yang memata-matai kita, aahhh ini gawat, bisa saja mereka masih mengikuti kita sekarang." Ujar sekretaris Roy membuat aku semakin cemas dibuatnya, karena aku sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti dengan hal-hal semacam ini.


"Lalu bagaimana sekarang, tapi rasanya sedari tadi tidak ada yang mengikuti kita deh, mungkin saja video ini hanya diambil oleh salah satu pembenciku lalu mempostingnya di media sosial agar viral." Balasku kepadanya lagi mengatakan kemungkinan lain untuk menenangkan diriku sendiri.

__ADS_1


Sekretaris Roy mengangguk yang menandakan bahwa apa yang aku katakan memang ada benarnya juga, jadi kami bisa sedikit tenang sambil terus berjaga-jaga saat itu.


Hingga tiba-tiba saja ada dua pengemudi motor yang melempari mobil kami dengan telur busuk dan batu-batu kecil tepat mengenai jendela samping juga kaca depan mobil yang membuat sekretaris Roy kaget termasuk denganku yang langsung menjerit panik.


__ADS_2