Janin Yang Tidak Dianggap

Janin Yang Tidak Dianggap
Mengatakan Keinginan


__ADS_3

"Tuan aku ingin menjadi aktris dan model lagi, aku mau testing untuk drama terbaru yang ada di bawah naungan penulis Jack, dia adalah penulis terkenal yang selalu membawakan film action romantis, aku ingin mengikuti seleksi judul film terbarunya, meski ini hanya sebuah film yang akan di rilis di bioskop, tapi aku yakin jika para produser sudah mulai melihat aktingku lagi, mereka pasti akan tertarik untuk bekerjasama denganku, sehingga nanti aku tidak perlu mengikuti testing atau hal lainnya lagi, aku ingin menjadi seperti dulu lagi, aku ingin membuktikan kepada Mike, bahwa aku juga bisa bangkit kembali, sekalipun tanpa bantuan mereka." Ucapku mengatakan semua yang aku inginkan kepada tuan Jenson saat itu.


"Lalu?" Tanya tuan Jenson sambil menaikkan kedua alisnya begitu saja.


Dia terlihat begitu dingin dan hanya menanggapi semua ucapanku yang penuh dengan semangat dan begitu panjang lebar hanya dengan satu kata saja.


Membuat aku merasa sangat tidak dihargai setelah bicara sangat banyak dengannya, tetapi dia terlihat tidak perduli sama sekali.


"Hah? Kau hanya menanggapi ucapanku dengan satu kata saja? Kau menyebalkan, sudahlah ternyata tidak ada gunanya juga aku bicara denganmu." Balasku merasa sangat kesal dan sudah kehabisan kesabaran untuknya.


Sehingga aku langsung mengibaskan selimutnya dan berniat segera pergi dari sana, tapi tiba-tiba saja tuan Jenson langsung menarik tanganku dan dia terus saja mendekatkan wajahnya padaku, membuat aku sangat kaget dengan apa yang dia lakukan saat ini.


"Hei, tuan kau mau apa?" Tanyaku kepadanya dan berusaha menjauhkan diri dari dia.

__ADS_1


"Aku akan membantumu, penulis itu ada di bawah naunganku, sangat mudah bagiku untuk meminta dia menjadikan kamu sebagai peran utama di judul film barunya tersebut, kau tenang saja, aku akan memastikan semua itu untukmu. Jadi tidurlah cepat aku sudah sangat mengantuk." Balas tuan Jenson yang semakin membuat aku kesal.


"Tuan, kau ini bagaimana sih, maksudku bukan seperti itu tuan, aku ingin mendapatkan semuanya dengan kekuatan aku sendiri, aku mau mengikuti testingnya saja, aku ingin kau mengijinkan aku pergi ke luar dengan bebas, agar aku bisa mengikuti testing tersebut sendiri, aku tidak ingin kau turut campur dalam usahaku ini sekalipun aku tahu sangat mudah untukmu membantuku, tapi yang aku mau bukan bantuan seperti itu, aku hanya ingin kau membantuku berlatih perannya, bagaimana kau mau kan?" Ucapku menjelaskan apa yang sebenarnya aku mau dari tuan Jenson.


Tuan Jenson pun langsung saja membuka matanya dengan sangat lebar dan dia terus saja merasa keheranan sendiri saat mendengar ucapan dari Ros, dia bahkan sampai menepuk jidatnya cukup kuat saat itu, saking tidak mengertinya dengan apa yang ada di kepala Ros, karena tidak mau menerima bantuan darinya.


"Astaga...kalau itu yang mau kau bicarakan denganku, kenapa pula kau harus membicarakannya saat ini juga, aish kau mengganggu waktu tidurku saja." Balas tuan Jenson sambil segera menidurkan tubuhnya dan dia berbalik membelakangi aku saat itu.


"Tuan ayo jawab dulu jangan tidur, kau kan belum menjawab ucapanku tadi, kau mau membantuku berlatih atau tidak, tuan Jenson ayo bangun!" Ucapku sambil terus saja menggoyangkan tubuhnya.


Sampai ke esokan paginya saat aku mulai sedikit tersadar dari tidurku yang begitu nyenyak malam ini, aku merasa tubuhku begitu berat dan sulit untuk aku mengangkat tangan atau kakiku sendiri, karena seperti ada sesuatu yang menindihnya.


Hingga ketika aku mulai mengucek mataku dan mengerjapkan beberapa kali.

__ADS_1


Mataku langsung menatap wajah tampan tuan Jenson yang masih tertidur dengan lelap di hadapanku pagi ini, aku hampir saja berteriak saat itu, tapi dengan cepat aku langsung menutup mulut dengan kedua tanganku secepatnya.


"Astaga... Apa aku tidak salah lihat, ya ampun aku sungguh tidur di kamar tuan Jenson malam ini? Aaahh apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batinku terus saja merasa sangat resah tidak karuan.


Tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan saat itu, tetapi dengan cepat aku langsung kembali menutup mata tepat ketika kulihat tuan Jenson mulai mengerjapkan matanya saat itu, sedangkan tuan Jenson sendiri dia sudah tidak merasa kaget lagi saat melihat dirinya yang tidur dengan memeluk tubuh Ros saat itu, bahkan tuan Jenson sendiri sebenarnya sudah tahu bahwa saat itu, Ros sebenarnya sudah terbangun, namun malah berpura-pura tidur lagi, seperti saat ini.


"CK.... bisa-bisanya dia terus pura-pura tidur seperti ini, dia pasti malu karena malah ketiduran di kamarku, lucu sekali." Batin tuan Jenson saat itu sambil terus saja dia menahan senyum di wajahnya.


Tuan Jenson terus saja mengelus wajah Ros dengan lembut dan perlahan menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Ros saat itu, sambil mulai berbicara kepadanya. "Hei, berhenti berpura-pura tidur, apa kau belum puas semalaman dalam pelukanku?" Ucap tuan Jenson yang seketika membuat aku terbangun sambil segera saja bangkit menjauh darinya dan membenarkan rambutku sendiri yang terlihat berantakan saat itu.


"Aahhh...siapa juga yang nyaman dalam pelukanmu, aku justru merasa tubuhku pegal sekali, kau menimpa tubuhku dalam waktu yang lama, sampai aku tidak bisa bergerak, aahh ini sakit tahu." Balasku langsung saja pergi dari sana dengan segera.


Aku benar-benar merasa sangat gugup dan tidak karuan, hanya bisa pergi dari sana secepatnya dan harus segera kembali ke kamarku untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.

__ADS_1


Sedangkan tuan Jenson sendiri terus saja tersenyum menatap punggung Ros yang keluar dari kamar dengan penuh kegugupan, apalagi saat melihat wajah Ros yang malu dan pipinya yang terlihat merah merona saat tertangkap basah tengah berpura-pura tidur olehnya, itu sangat lucu bagi tuan Jenson dan dia juga terus merasa senang karena bisa tidur bersama dengan Ros dalam keadaan yang menyenangkan pagi ini, karena dia berhasil untuk menggoda Ros sampai malu seperti itu.


"CK... Dia benar-benar sangat konyol, ada-ada saja kelakuannya itu." Gerutu tuan Jenson sambil bangkit berdiri dari ranjangnya dan dia juga segera bersiap-siap untuk membersihkan diri dan segera pergi ke kantor dengan hati yang senang gembira, apalagi pagi itu dia disediakan sarapan yang cukup banyak oleh Ros, melihat Ros yang menyuapi sarapan untuk Teguh dan kembali mencium tangannya saat dia hendak pergi bekerja, membuat tuan Jenson benar-benar merasa memiliki keluarga harmonis yang selama ini dia dambakan.


__ADS_2