
Hatiku terus saja merasa sangat tidak karuan dan jantung ini rasanya berdebar sangat kencang, walau aku sudah berkali-kali menggelengkan kepala untuk menghilangkan rasa gugup dan perasaan tidak menentu ini, tetapi semuanya tetap saja muncul membuat aku merasa semakin frustasi dibuatnya, segera aku tidur dengan cepat, menarik selimut hingga menutupi dadaku dan terus saja memaksakan diri untuk menutup mata dengan kuat.
Sedangkan disisi lain tuan Jenson sendiri terus saja merasa sangat kesal, wajahnya ditekuk sangat kuat dan dia sudah menggerutu sangat lama setelah Ros keluar dari kamarnya, bahkan dia sampai menendang ranjangnya sendiri dengan kakinya yang masih sakit, itu dia lakukan untuk meluapkan emosi yang menggebu di dalam dirinya sedari tadi, padahal sebelumnya tuan Jenson berniat untuk mengajak Ros untuk mulai menata rumah tangga sungguhan dengannya, dia ingin Ros bisa menjadi istri seutuhnya bagi dirinya, karena tuan Jenson juga merasa tidak terima jika seandainya Ros dimiliki oleh pria lain nanti jika dia terlambat untuk mendapatkan Ros seutuhnya, tetapi semuanya malah gagal total seperti ini, dia merasa sangat kesal tatkala mendengar bahwa Ros tidak memiliki perasaan apapun setelah kejadian yang intim diantara mereka terjadi.
"Aarrkkk... Harus bagaimana lagi aku mendekati dia, pokoknya mulai sekarang aku akan merebut hatinya lihat saja nanti, akan aku pastikan dia mencintaiku tidak akan lama dari sekarang." Ucap tuan Jenson terlihat begitu serius dengan mengepalkan kedua lengannya sangat kuat dan terus mengacungkan tangannya itu ke atas cukup tinggi.
Disisi lain Mike yang masih merasa cemas dan tidak tenang karena lagi dan lagi dia harus bertemu dengan Ros, dia langsung membicarakannya kepada Desi dan meminta Desi untuk mempercepat rencana mereka, karena mereka tentu tidak mau dikalahkan oleh Ros, mereka tidak akan terima jika Ros sampai kembali lagi ke dunia hiburan apalagi jika dia kembali secara mandiri, itu tentu kondisi yang sangat sulit bagi perusahaan Mike nantinya. "Desi aku kan sudah bilang jangan menunggu lagi, kita harus menghancurkan dia secepatnya, buat berita apa kek untuk menghancurkan namanya lagi, apa begitu saja kau tidak bisa?" Bentak Mike sangat kencang kepada Desi saat itu.
Desi hanya bisa mendengus kesal sebab dia juga sudah melakukan beberapa cara untuk melacak keberadaan Ros, tapi sayangnya sampai sekarang dia dan anak buahnya sama sekali tidak menemukan titik terang, bahkan mereka juga tidak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan apapun selama mengikuti Ros selama ini.
__ADS_1
"Mike kau tenang saja, aku akan berusaha semampuku, aku tidak akan diam saja melihat Ros kembali lagi ke dunia hiburan, atau bagaimana jika begini saja." Ucap Desi mulai berbisik dan mendekatkan tubuhnya kepada Mike.
Dia mengutarakan rencana yang ada dalam kepala jahatnya tersebut, tentang cara untuk menyingkirkan Ros dan mempermalukan dia lagi di depan publik sampai menghilangkan seluruh fansnya agar dia tidak diterima masyarakat lagi untuk berkarir di dunia hiburan, seperti apa yang mereka inginkan selama ini.
Senyum kecil nampak di wajah Mike tetapi dia belum bisa memperlihatkan semua itu seutuhnya, karena dia tahu bahwa semua ini barulah sebuah permulaan yang akan dilakukan oleh dirinya dan Desi. "Haha..bagus. Rencana yang cukup cemerlang, kalau begitu aku akan memasukan dia menjadi pemeran pendamping, kau bisa melakukan lebihnya nanti." Ucap Mike sambil menyentuh dagu Desi dan dia segera pergi dari sana secepatnya. Desi juga tersenyum lebar saat mendapatkan tatapan itu dari Mike.
"Aishh...sialan, beraninya dia menekan aku seperti ini, awas saja kau Mike, aku akan menghancurkan kalian semua, dengan caraku sendiri." Batik Desi yang sudah menggebu sejak lama, tanpa diketahui oleh Mike sebelumnya.
Siapa sangka bahwa Desi sendiri yang telah menghabiskan banyak waktu dengan Mike dan mencintai Mike begitu besar pada, kini dia juga sudah berada di titik capeknya sendiri, rasa cintanya itu rupanya sudah mulai berubah menjadi rasa dendam dan kebencian yang perlahan terus melebar dan membuat dia ingin menghancurkan semua orang dengan tangannya sendiri. Desi sudah tidak mempercayai anak buahnya lagi, dia benar-benar turun tangan sendiri untuk mencaritahu tentang Ros, mulai dari mendekati sahabat baik Ros terlebih dahulu yang tidak lain adalah Nayla.
__ADS_1
...****************...
Beberapa hari kemudian setelah aku mengikuti testing film dari penulis Jack, akhirnya aku mendapatkan kabar yang sangat menyenangkan dari teman baruku Moris, dia menghubungi aku dan memberitahuku bahwa pengumuman dari hasil testing beberapa hari lalu sudah keluar. "Ros cepat kamu lihat pengumumannya di Ig resmi penulis Jack kita mendapatkan peran loh, cepat lihat!" Ucap Moris dibalik panggilan telepon saa itu, dengan suaranya yang sangat cempreng dan begitu keras sekali.
Aku saja sampai harus menjauhkan ponsel itu dari telingaku saking kencangnya suara Moris. "Aduh...iya iya aku akan periksa sekarang, kamu ini berteriak kencang sekali sih, mau membuat telingaku budek ya?" Balasku kepadanya dan hanya tawa kecil yang dia balas kepadaku, panggilan itupun diakhir dan segera saja aku memeriksa hasil dari pengumuman yang dilakukan oleh penulis Jack.
Jujur saja awalnya aku sangat senang dan begitu antusias untuk melihat pengumuman itu, karena sudah mendengar dari Moris bahwa kami berdua mendapatkan peran pada film tersebut, tapi saat aku melihat pada daftarnya, hatiku langsung menjadi lesu, aku tidak menduga jika selebritis terkenal yang sangat mendunia seperti aku juga bisa mendapatkan peran pendamping seperti ini, apalagi perannya aku malah menjadi teman wanita Desi yang menjadi pemeran utama dan ini pertama kalinya aku mendapatkan peran antagonis, padahal dalam testing sebelumnya aku menggunakan peran protagonis, sekarang malah berbalik seperti ini, tidak hanya aku, tetapi Moris juga menjadi pemeran pendamping, bedanya Moris justru malah menjadi ibu dari sang pemeran utama pria, aku tidak heran jika dia menjadi ibu-ibu, mungkin karena wajahnya yang terlihat lebih tua dibandingkan usia dia sebelumnya, tapi aku juga tidak habis pikir kenapa dia sebahagia itu hanya mendapatkan peran orang tua seperti ini, yang jelas tidak terlalu cocok dengan dirinya. "Hmm.. ternyata hanya pemeran pendamping ya, sesulit ini untuk berdiri di kaki sendiri." Gerutuku dengan lesu sambil terus menundukkan kepala ke bawah sampai membuat rambutku menutupi seluruh wajahku saat itu.
Hingga tiba-tiba saja Teguh datang menghampiriku dan dia duduk di sampingku sambil memeluk aku dengan erat, anak ini memang sudah dewasa, dia selalu tahu kapan aku sangat membutuhkannya dan dia selalu ada untuk mendukungku, memelukku dan menenangkan aku dengan caranya sendiri yang tidak pernah bisa aku duga.
__ADS_1