Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 96 Beraninya kamu


__ADS_3

Ting!


Notifikasi masuk dari no Leon.


Asisten Je yang tampak duduk serius di hadapan laptop dengan mengerjakan tugasnya langsung mengalihkan perhatiannya pada hp nya. Ia mengernyit mendapati email yang berisi laporan tentang wanita yang dibencinya selama ini.


Malas sekali ia membuka email itu, ia akan menyuruh Leon menjelaskannya nanti. Laki-laki itu kembali fokus dengan tugasnya, kepala menunduk menatap tajam laptob di hadapannya dengan jari tangannya yang tidak berhenti bergerak.


Tok


Tok


“Masuk” Kata Asisten Je malas.


Tampak seorang wanita memasuki ruangandengan outfit yang sangat menyegarkan mata. Longdress moca dengan outher gading dan pashmina senada dengan longdress serta high hill yang tidak terlalu tinggi.


Rasanya Asisten Je tidak rela melihat wanita di depannya berada di kantor, pasti banyak pasang mata lakilaki yang mengaguminya. Pancaran cemburu langsung memenuhi matanya.


“Maaf Tuan, saya mengingatkan sebentar lagi Anda akan ada pertemuan dengan perwakilan Panada Diamond yang sudah dijadwalkan minggu lalu” Kata Raya, wanita yang memasuki ruangannya. Ya iyalah Raya, siapa coba wanita yang berani memasuki ruangannya selain istrinya. Sama sekali tidak ada.


“Tidak bisakah kamu memakai pakaian yang tidak mengundang mata memandang?” Protes Asisten Je.


“Maksudnya Tuan…”


“Jangan panggil aku tuan!” Sentak Asisten Je kesal.


Raya hanya tersenyum manis berusaha untuk meluluhkan amarah suaminya.


“Baiklah, bersiaplah, sebentar lagi pukul 10.00, kamu harus hadir mewakili Tuan Alvero” Ingat Raya.


Wanita itu sebenarnya marah dengan suaminya, karena sampai hari ini dia belum bisa menjenguk Meili untuk menanyakan kabar setelah melahirkan. Suaminya itu hanya berjanji tapi belum bisa menepati.


“Kamu belum menjawab pertanyaanku!” Masih marah, kali ini dengan bibir mengerucut. Lucu sekali. Singa galak jadi kucing.

__ADS_1


Raya terkikik menyaksikan ekspresi suaminya yang malah menggemaskan di matanya.


“Ish”


“Jangan berpenampilan menggemaskan di luaran, cukup di depanku sayang” Kata Raya mendekati suaminya dan mengecup pipinya perlahan kemudian bergegas keluar sebelum laki-laki itu sadar akan perbuatan provokasinya sambil kembali terkikik.


“Raya!” Seru Asisten Je melihat tingkah istrinya yang membuat tubuhnya seketika merinding. Kepalanya hanya menggeleng pusing tapi bibirnya tersenyum sumringah dengan tangan yang mengelus pipi kirinya.


.


Kini mereka berdua telah berada di dalam restoran mewah bersama perwakilan dari Panada Diamond. Ekspresinya berbeda sekali ketika berhadapan dengan mereka. Datar, dingin, cuek, dengan tatapan tajam menghunus.


Waktu mereka sudah terbuang percuma selama 10 menit karena menunggu satu orang yang dikatakan sebagai brand ambassador produk mereka.


“Kita kembali” Asisten Je berdiri dari duduknya, otomatis Raya ikut berdiri.


“Asisten Je, mohon maafkan model kami, barusan dia sudah saya hubungi, katanya sudah di parkiran, maaf sekali, karena terkendala macet”


“Maaf saya terlambat” Seru suara mendayu di belakang mereka, membuat mereka menoleh untuk melihat siapa yang berbicara kecuali Asisten Je tentunya.


Raya menyenggol lengan suaminya untuk menyuruhnya kembali duduk. Laki-laki itu menghela nafas jengah kemudian duduk kembali.


“Kamu terlambat 10 menit Nona Daliya” Peringatan Arga dengan kesal.


“Aku sudah meminta maaf Kak Arga, harusnya kamu memaklumi jalanan yang macet itu” Belanya masih dengan suara mendayu, membuat telingan Asisten Je terasa panas.


Daliya.


Tanpa menoleh ia sudah tahu siapa gadis … ah.. bisa jadi wanita yang berdiri di depannya.


Wanita itu berusaha tersenyum menarik simpati orang di sekitarnya, namun matanya langsung membelalak sempurna mendapati siapa yang datang untuk pertemuan ini.


“Nero” Serunya manja tanpa malu langsung menghampiri dan berusaha meraih tangan laki-laki yang pernah menjadi kekasihnya dulu. Ia tidak percaya menemukan kembali laki-laki pujaannya setelah di Balikpapan kemaren. Wajahnya langsung muran mendapati penolakanlaki-laki itu.

__ADS_1


Raya hanya menaikkan alisnya bingung. Nero. Wanita itu memanggil suaminya dengan nama yang tidak biasanya. Siapa wanita ini? Raya memicing curiga ke arah suaminya yang memasang wajah tak enak.


“Kita ketemu lagi, Nero” Wanita itu masih ngotot meraih pergelangan tangan Asisten Je dan tak bisa dihindari, terjadi sentuhan singkat yang langsung ditepis kasar oleh Asisten Je.


Raya langsung terkejut mendapati reaksi suaminya yang frontal. Laki-laki itu menatap jijik dan tajam ke arah wanita tidak tahu malu itu.


“Beraninya kamu” Geram Asisten Je yang langsung merasakan sensasi gatal dan panas menyerangnya. Raya membelalak tak percaya melihat reaksi itu. Apa suaminya mengalami alergi dermatographia?


“Tuan kulitmu” Raya langsung menahan tangan Asisten Je yang mulai menggaruk lengan bekas sentuhan itu dengan jijik hingga memerah dan menimbulkan bercak. Semua yang hadir langsung terdiam mendapati reaksi Asisten Je.


“Kita pulang” Putus Raya menarik lengan suaminya serta mengambil semua berkas kerja sama di meja.


“Ingat, jangan sampai tersebar apa yang kalian lihat hari ini” Perintah Raya tajam membuat Arga menelan ludah kasar. Sementara Daliya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kenapa sampai seperti itu. Apa yang terjadi dengan Nero-nya?


Raya dan Asisten Je sampai di parkiran, wanita itu langsung merampas kunci mobil dari saku jas suaminya dan membuka pintu dan memasukkan paksa suaminya ke dalam. Laki-laki itu hanya pasrah dengan tindakan istrinya, tangannya masih sibuk menggaruk lengannya.


Raya memasuki mobil dan terkejut dengan tindakan yang dilakukan suaminya itu.


“Sayang, cukup. Jangan di garuk lagi, nanti akan tambah parah” Cemas Raya memegang tangan suaminya.


“Jijik” Lirihnya kesal.


“Kita ke rumah sakit ya”


“Permata” Lirih Asisten Je.


Raya melepas scraf di lehernya kemudian dengan terpaksa mengikat kedua tangan suaminya, tatapan laki-laki itu menajam tidak suka.


“Marahlah, dari pada lenganmu lecet dan terluka”


Raya segera mengemudikan mobil menuju permata hospital.


TBC

__ADS_1


__ADS_2