Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 14 Show Room Mobil


__ADS_3

Raya menyempatkan diri mengunjungi


butik terkenal di Malang untuk mencari beberapa setelan baju yang bisa dipakai


bekerja. tiga setel atasan dan bawahan rok, serta atasan tunik yang dipadu


dengan celana muslim dan beberapa hijab yang senada dengan bajunya.


Raya menenteng 5 paper bag menuju


tempat parkir. Hari ini ia akan memuaskan diri di salon kecantikan untuk


luluran dan spa khusus wanita, sudah lama sekali ia tidak melakukan kegiatan


itu. Walaupun suaminya sudah meninggal bukan berarti ia tidak boleh merawat


tubuhnya kan, hal itu ia lakukan untuk mengusir kejenuhan dan merilekskan


tubuhnya saja.


2 jam berlalu…


“Ah segarnya…” Ucap Raya puas dengan


pelayanan salon tersebut, kulitnya terlihat semakin bersih dan bercahaya, kalau


kata anak muda zaman sekarang ‘glowing skin’


“Pak Malik, apa bapak bersedia berhenti


kerja sebagai supir taksi online?” Tanya Raya setelah mereka meluncur di


jalanan menuju arah pulang.


“Lah trus saya harus kerja apa neng,


keahlian saya cuma nyetir aja neng”


“Ya bapak antar jemput saya, kalau


bapak bersedia hari ini juga kita ke show room mobil”


“O..gitu ya neng, boleh deh neng, bapak


juga sudah tua, kalau dituntut harus sekian order rasanya sudah capek neng”


“Ya udah, kalau gitu kita langsung ke


show room mobil yang terbaik aja pak. Bapak tahu tempatnya kan?”


“Tahu neng, di sana biasa bapak


berlangganan dan banyak para bos juga ke sana kok neng, berarti kita meluncur


ke sana nih neng?”


“Iya pak, sekalian aja”


“Baik neng”


Pak Malik mengemudikan taksinya menuju


kawasan Soekarno Hatta ke tempat show room mobil xxx yang besar dan terkenal se


Malang Raya. Tiba di tempat, mereka di sambut oleh resepsionis. Pak Malik


meminta dipertemukan dengan salah satu nama yang disebutkan ke bagian


resepsionis. Gadis itu langsung menekan tombol yang langsung terhubung ke


ruangan supervisor dan mengatakan ada yang ingin bertemu.


Laki-laki perawakan gagah berwajah


oriental sekitaran usia 40an mendatangi mereka di ruang tunggu.


“Wah…Pak Malik ya…lama nih nggak


kemari…”


“Oh…Pak Jonathan, iya saya sudah


pensiun pak…”


“Oo begitu, oya ada yang bisa saya


bantu nih pak?” Tanya Jonathan seraya sekilas melirik ke arah Raya.


“Iya pak, ini saya membawa majikan saya


untuk membeli mobil” Jelas Pak Malik yang langsung diralat Raya dengan tidak


suka.


“Bukan majikan pak, kebetulan aja Pak


Malik saya mintai tolong antar jemput saya kerja” Pak Malik terharu mendengar


kalimat Raya dan Jonathan hanya tersenyum ramah.


“Baik nona, silahkan di lihat-lihat


dulu, mobil mana yang nona inginkan”


“Yang senyamannya aja untuk di bawa Pak


Malik pak” Kata Raya. Jonathan mengangguk paham.


“Kami punya edisi terbaru, keluaran


2021 merk xxx fasilitas dalam mobil lengkap, dijamin kualitan bagus nona”


“Gimana pak?” Tanya Raya pada Pak


Malik, laki-laki paruh baya itu linglung, ia tak habis pikir, yang beli mobil

__ADS_1


Raya kenapa meminta pertimbangan kepada dirinya yang bukan siapa-siapa.


“Pak…?”


“Eh..iya neng, menurut bapak terlalu


bagus neng, bapak grogi membawanya…” Kata Pak Malik dengan menggaruk tengkuknya


serba salah.


“Ya udah, kalau merk xxx ada nggak pak,


kalau bisa yang terbaru biar mudah perawatannya” Tanya Raya kepada Jonathan.


“Ada nona, kebetulan kami ada warna


metalik yang baru dikeluarkan kembali, harganya 280 juta”


“Iya deh pak, saya ambil itu, nanti


bisa langsung di antar kan pak?”


“Siap nona” Jawab Jonathan antusias, ia


merasa senang berhubungan dengan pembeli yang tidak ribet dan bertele-tele.


Laki-laki itu menyiapkan segala keperluan berkas persuratan mobil dan kepemilikan.


15 menit kemudian berkas itu telah siap dan Raya langsung melakukan transfer


sejumlah yang disepakati. BPKB dan STNK akan jadi dalam waktu 2 minggu dan akan


langsung di antar ke alamat pembeli.


Dari show room mobil Pak Malik langsung


mengantarkan Raya pulang ke rumah sementara dia sendiri melakukan proses resign


dari taksi online dan mulai besok ia resmi sebagai supir pribadi keluarga Raya.


.


.


Di ruang tamu, Hanum dengan ditemani Bu


Nanik sedang memainkan boneka my little pony kesukaannya. Ia tampak menghitung


jumlah boneka dengan aneka karakter itu, ada 5 kuda poni bernama Sunny, Izzy,


Hitch, Zipp, dan Pipp yang menjadi kartun favoritnya di televisi.


“Atu, uwa, iga, apat, ima, holeee aku uda


bisa itun iyan” Ucapnya riang seraya memeluk semua boneka my little pony nya.


Bu Nanik tampak tertawa gemas melihat kelucuan Hanum, ia mengacak gemas rambut


Hanum.


ip, ayo ainan yaaa” Dia mulai asyik berbicara sendiri dengan semua bonekanya.


“Iyan, aku bole injam obilna tak Tita?”


Pamit Hanum pada Bu Nanik.


“Aduh eyang nggak ngerti Hanum ngomong


apa ini…” Bu Nanik mengernyit bingung sementara Hanum hanya cemberut


perkataannya di abaikan oleh Bu Nanik.


“Mbil ja deh” Ucapnya lalu bangkit dari


duduknya. Saat hendak melangkah menuju kamar Titania, langkah Hanum terhenti


saat mendengar suara klakson mobil dari depan rumahnya.


“Capa tuh?” Tanyanya lalu berlari ke


depan rumah, “Inda tenal tuh” Ucapnya saat melihat laki-laki yang baru saja


keluar dari dalam mobil.


“Siapa Hanum?” Bu Nanik yang mengikuti


Hanum di belakangnya menghampiri Hanum.


“Inda tau, Anium inda tenal” Jawab


Hanum seraya tetap memandang laki-laki yang mulai menghampiri mereka.


“Selamat siang, apa benar ini rumah Ibu


Raya?” Tanya laki-laki itu dengan ramah.


“Om tenal mama?” Tanya Hanum polos, ia


memindai laki-laki di depannya dengan awas, setahunya mama tidak punya teman


laki-laki di sini.


“Bukan dek, saya dari show room mobil,


mau mengantarkan pesanan mobil Ibu Raya” Jawab laki-laki itu ramah. Hanum membelalakkan


matanya.


“Obin baluu?” Serunya riang sambil


melompat kegirangan.


“Iyan, mama beli obin balu nih? Anium banun


mama ya” Gadis kecil itu berlari ke dalam untuk memanggil mamanya yang berada

__ADS_1


di dalam kamar.


“Maaf pak apa benar mobil baru itu atas


nama Raya?” Tanya Bu Nanik.


“Benar bu, Ibu Raya baru membeli mobil


siang tadi, apa bisa saya bertemu dengan beliau untuk serah terima mobilnya?”


“Oh iya sebentar, silahkan masuk dulu,


saya panggilkan nak Raya sebentar ya”


Raya mendengar gedoran di pintu kamarnya


bergegas keluar dari walk in closet kemudian meraih jilbab langsungnya untuk


dipakai. Di lihatnya Hanum sudah menunggu di depan kamarnya dengan wajah yang


sumringah bahagia banget.


“Ada apa nak?” Tanya Raya seraya


menggendong Hanum karena gadis itu menyadongkan kedua tangannya minta gendong.


“Mama li obin? Ada obin epan, balu”


“Ah…jadi sudah datang mobilnya? Iya


mama beli mobil biar bisa buat anter mama kerja, buat Hanum dan kakak Tita


bepergian, Hanum suka?”


“Iya cuka, badus”


“Oya? Ayo kita lihat ke depan seberapa


bagusnya ya sampai Hanum bahagia bener ini”


Mereka keluar menuju ruang tamu dan


berpapasan dengan Bu Nanik yang keluar dari dapur dengan membawa secangkir teh


dalam nampan.


“Iya nak Raya, di depan ada orang yang


katanya mau nganter mobil”


“Iya benar bu, Raya beli agar Pak Malik


bisa antar jemput Raya tidak perlu taksi online lagi”


“Ooo ma syaa Allah…”


Mereka berlalu ke depan dan mendapati


seorang laki-laki yang duduk di ruang tamu.


“Ibu Raya ya, maaf ini saya


mengantarkan mobil yang sudah di beli tadi, mungkin ibu bisa mengecek terlebih


dahulu kondisi mobilnya”


“Iya, mari pak”


Bersama mereka keluar dari ruang tamu


menuju teras rumah yang memang tidak ada fasilitas pagarnya, jadi mobil itu


langsung terparkir di halaman rumah. Raya melihat sebentar kondisi mobil baik


dalam maupun luar, ia puas dengan pelayanan show room tersebut yang cepat


sekali dalam pelayanan dan mobil pun sesuai dengan yang dipilih.


“Iya pak, sudah sesuai ini, terima


kasih banyak telah membantu mengirimkan”


“Sama-sama, ini mohon di tanda tangani


bukti serah terimanya ya bu”


“Ayo di dalam saja sambil diminum dulu


tehnya pak” Tawar Bu Nanik yang di angguki oleh semuanya.


Raya meneliti berkas serah terima itu


kemudian setelah di rasa semua sesuai ia membubuhkan tanda tangannya di atas


namanya yang tertera bersama materai.


“Kalau begitu saya permisi Ibu Raya,


terimakasih telah menjadi pelanggan kami dan terima kasih suguhan tehnya”


“Oya terima kasih kembali pak”


“Holeee obin balu obin balu” Hanum


berjoget ke kanan dan ke kiri dengan senangnya membuat Raya dan Bu Nanik


tertawa gemas.


To Be Continued


Up tiga dulu ya gaes....ni aja di sela-sela kesibukan


jadi sabar menunggu yaaaa


sambil mikir untuk episode selanjutnya...hehe

__ADS_1


__ADS_2