Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 70 Mama ada hubungan apa sama orang itu?


__ADS_3

Esok harinya


Pagi-pagi mereka semua sudah bersiap kembali ke PT. Diamond Jewerly, ini hari terakhir di Banjarmasin. Pemeriksaan di cabang ini memakan waktu hampir seminggu, karena banyaknya pelanggaran dan pemeriksaan  keuangan yang benar-benar kacau hanya dalam setahun.


Asisten Je mengumpulkan semua direksi dan karyawan perusahaan ema situ, dan di dalam ruang meeting tidak ada yang berani bersuara sedikitpun.


Dari beberapa direksi yang ada Asisten Je telah memecat 3 orang direksi dan 5 orang karyawan, dan hari itu juga langsung mengangkat 3 karyawan yang terlihat loyal dan tanggung jawabnya terhadap perushaan untuk menempati posisi direktur yang dipecat.


Ada 1 orang direksi dan 2 karyawan yang sekaligus di polisikan karena sampai terlibat pengelapan dana yang sangat besar serta pencucian uang ke beberapa rekening pribadi.


Asisten Je menekankan dalam rapat sebelum berakhir, ia memberi ultimatum keras terhadap semua yang hadir, jika


masih terjadi kebocoran dana, makai a akan meminta Tuan Muda Alvero untuk menutup anak cabang Banjarmasin. Dan terbayang sudah, berapa ratus karyawan yang akan di PHK.


Jam 5 sore akhirnya selesai semua urusan di perusahaan, mereka kembali ke hotel untuk istirahat, tidak ada  percakapan berarti di antara mereka, pun 2 laki-laki yang masih berfokus pada Raya. Asisten Je sudah menyeret lengannya untuk menjauh dari kedua pria itu. Enak saja, Raya hanya miliknya, tidak ada pendekatan dalam hal apapun. Judes Asisten Je.


“Kamu mandilah dulu, aku ada urusan sebentar dengan beberapa pemegang saham” Kata Asisten Je. Raya tanpa protes mengiyakan perintah suaminya, segera beranjak ke kamar mandi dengan membawa perlengkapan mandi. Asisten Je tersenyum tipis mengawasi istrinya, kemudian segera keluar sambil menghubungi Sammy untuk ikut dengannya.


Selesai mandi Raya berdandan sekilas dengan natural kemudian mengambil hp nya, mumpung masih sore ingin ia  menghubungi rumah.


“Assalamu’alaikum Bu Rumi”


“Waalaikumussalam Nak Raya, ma syaa allah kamu cantik sekali nak” Puji Bu Arumi seraya tersenyum lebar.


“Bu Rumi ada-ada saja, tapi terima kasih ya bu, oya anak-anak sedang apa bu?” Bu Arumi tertawa pelan, wanita baya itu berjalan keluar dari dapur, ia memang sedang memasak untuk makan malam.

__ADS_1


“Sebentar ya nak, mereka sepertinya ada di ruang tengah sedang menonton tv”


“Lani dan Leon juga di situkah?”


“Hmmm, mereka tidak sedetikpun meninggalkan rumah nak, benar-benar menjaga Tita dan Hanum ekstra ketat”


Raya tertawa mendengar ucapan Bu Arumi.


“Anak-anak, nih ada mama telepon” Kata Bu Arumi. Terdengar jeritan senang dari Hanum.


“Mama..mama, aku dulu”


“Mama ubah video call ya” Raya mengubah panggilan ke vc dan muncullah wajah anak bungsunya yang sudah sangat dirindukannya. Ingin ia menangis, tapi ia harus bisa menahan dan bersabar, kurang beberapa hari lagi mereka akan bertemu lagi.


“Mama, kangen…”


“Masih lama ya, Hanum gak bisa tunjukin gambar Hanum…” Rajuknya cemberut.


“Wah…mama jadi penasaran gambarnya sebagus apa ya?”


“Aku pingin nunjukin pas mama pulang aja”


“Yaaa, mama kecewa dong…” Raya pura-pura sedih.


“Sabar ya mama, Hanum pingin bikin kejutan buat mama”

__ADS_1


“Ya sudah, mama tunggu waktu pulang ya, Kak Tita kok diam saja?” Titania tampak tersenyum tipis.


“Biasa aja ma”


“Ada apa kak? Jadi main rahasiaan aja nih sama mama?”


“Mama ada hubungan apa sama orang itu?” Tanya Titania sedikit ketus. Mata Raya melebar tak percaya, apa Tita sempat melihat foto dirinya dengan Asisten Je di kamar?


“Maksud Tita apa ya?”


“Mama share foto di ig mama, tumben juga ada foto orang itu juga” Mulutnya masih cemberut, sementara Hanum hanya berkedip-kedip tak paham.


“Mama gak pernah ya share foto” Bantah Raya, karena ia yakin selama bepergian audit ini ia tidak pernah membuka dan share foto ke laman ig nya.


“Ck…mama bisa lihat sendiri” Titania menghindar menuju kamar dan menyerahkan hp nya ke Hanum.


“Mama yang sabar ya, Kak Tita marahnya cuma bentar aja kok” Hibur Hanum tersenyum lebar.


Raya tersenyum mengangguk, “Iya sayang, ya sudah mama tutup dulu ya, jangan lupa sholat ya nak”


“Siap mama”


“Asslamu’alaikum”


“Waalaikumussalam mama” Hanum melambaikan tangan kemudian layar kembali hitam karena Hanum langsung mematikan panggilan.

__ADS_1


Lunas ya readers, hehehe


TBC


__ADS_2