Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 86 keluarga yang lengkap


__ADS_3

Kedatangan Asisten Je dan Raya di kantor mendapat sambutan dari karyawan kantor, bisik-bisik langsung membahana dari karyawan terutama karyawan cewek melihat tanda di leher dan dada Asisten Je. Laki-laki itu memang sengaja membuka dua kancing kemejanya untuk memperlihatkan kebanggaan pemilik tanda.


Raya sudah marah-marah sejak di dalam mobil tapi Asisten Je hanya tersenyum, seolah baru mendapatkan rekor terbaik saja. Wanita itu hanya bisa menundukkan kepala sepanjang perjalanan sampai ke ruangannya.


Sampai di mejanya, Raya menghela nafas panjang, tugas menumpuk menunggu untuk disentuh. Demikian halnya dengan Asisten Je, di mejanya malah terlihat tumpukan berkas yang menggunung, yang artinya dia harus lembur sampai malam hari untuk menyelesaikannya.


Kedua orang bede gender itu sama-sama memilah berkas penting yang harus di prioritaskan untuk di selesaikan. Keduanya benar-benar tidak bisa di ganggu, mereka istirahat hanya untuk sholat dan makan.


Pukul 8 malam Raya sudah benar-benar kelelahan, ia istirahat di sofa ruangannya dan tanpa sadar tertidur lelap. Pukul 9 Asisten Je memasuki ruangan Raya, ia mengedarkan matanya mencari keberadaan istrinya dan langsung trenyuh melihat istrinya yang terlelap di sofa. Di dekatinya istrinya yang tidur miring. Diusapnya pipi halus istrinya.


“Kamu sangat lelah rupanya ya sampai nyenyak begini, jangan biasakan tertidur di sofa, untung aku yang masuk…hmh, siapa juga yang berani masuk ke ruangan ini tanpa seijinku”


Asisten Je mengambil tas Raya kemudian menggendong istrinya menuju lift untuk pulang.


Tanpa persetujuan Raya, ia gendong istrinya itu menuju kamarnya. Ya, Asisten Je membawa istrinya pulang ke rumahnya bukan ke rumah Raya. Anak-anak? Tinggal bilang, mamanya lembur pada pengasuhnya. Beres.


Asisten Je menurunkan Raya di ranjang kemudian ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan memakai celana piyama. Ia membuka pakaian Raya, ia sudah menyiapkan setelah piyama untuk istrinya, ia bermaksud untuk mengganti pakaian istrinya.


Namun insting kelelakiannya membisiki untuk melepas semua pakaiannya tanpa menggantinya dengan piyama baru. Laki-laki itu menciumi seluruh tubuh Raya mulai wajah sampai perutnya, hingga membuat Raya menggeliat terbangun, karena merasa terusik.


“Sayang…apa yang kau lakukan? Kita di kantor sayang” Tanya Raya di sela-sela kesadarannya. Ia belum menyadari bahwa ia sudah bukan di ruangan kantornya.


“Kata siapa kita di kantor, ini di kamarku sayang…” Asisten Je mendesis tak sabar. Tanpa menunggu jawaban istrinya Asisten Je langsung saja melancarkan aksinya.


Raya hanya bisa mendesah membiarkan suaminya berbuat semaunya\, berkali-kali erangan Asisten Je terdengar saat mencapai kenikmatannya dan berkali-kali pula sp***nya memenuhi Rahim Raya.


Laki-laki itu seolah memiliki tenaga cadangan yang sangat besar, terbukti berkali-kali ia melancarkan serangan, tenaganya tidak pernah loyo sementara Raya sudah mulai redup energinya. Ia benar-benar kelelahan melayani suaminya yang tidak ada padamnya.


Raya terbangun karena alarm di hp nya berbunyi. Pukul 03.30, sebentar lagi shubuh menjelang. Ia segera bangun dan memakai semua pakainnya yang berserakan di lantai. Ia tak habis pikir, bagaimana ia hanya bisa diam menerima perlakuan suaminya? Ia mendesah lirih, jiwanya kalah dengan ego nya.

__ADS_1


Terdengar lenguhan pelan dari ranjang, tampak kedua mata laki-laki tampan itu terbuka dengan malasnya karena ketika tangannya meraba di sampingnya sudah kosong.


“Kenapa sudah mau pergi aja sih?” Tanyanya tak rela.


“Ini hari minggu, biasanya Hanum akan merengek minta di ajak jalan-jalan ke taman”


Mata Asisten Je berbinar.


“Aku ikut ya?”


Raya hanya mengangguk.


“Jangan keterlaluan tapi ya”


“Aku tahu” Asisten Je segera menelpon Lani untuk segera datang dan mengantar Raya. Wanita itu protes tak terima, orang cuma beda dua blok.


“Ish…” Bibirnya mengerucut sebal, tapi wajahnya langsung sumringah tersenyum.


“Apa?” Asisten Je menatap bingung.


“Jadi nama mu Jenero? Unik, lucu”


Asisten Je mendengus.


“Sebenarnya aku benci nama itu, makanya aku singkat menjadi Je saja”


“Kenapa? Bagus kok, aku bisa panggil Nero, bolehkan?”


Kenapa panggilan yang di ucapkan dari mulut Raya berbeda dengan panggilan yang diucapkan oleh wanita itu. Panggilan dari Raya terkesan mesra dan mendayu di telinganya.

__ADS_1


“Terserah”


“Kamu belum cerita, aku akan menunggu” Kata Raya lagi seraya mengambil tasnya dan mendekati ranjang, berdiri di sisi suaminya. Kepalanya menunduk dan mengecup bibir suaminya singkat. Malu sih sebenarnya….


Asisten Je mendelik tak percaya tapi senyumnya langsung melebar tanda ia sangat senang. Raya langsung berlari keluar kamar seraya menutup wajahnya yang memerah. Beraninya dia…


..


Selesai sholat shubuh dan berkutat dengan urusan dapur, Raya memanggil anak-anaknya untuk sarapan bersama. Kini, Bu Nanik dan Bu Arumi sudah selayaknya dua ibu dan dua nenek bagi mereka, jadi kedua wanita itu sudah tidak canggung lagi jika makan bersama keluarga Raya.


Raya memang menyuruh Bu Nanik juga ikut makan setiap harinya di rumah, apalagi Bu Nanik hanya tinggal seorang diri. Jadi Raya benar-benar memperlakukan kedua wanita itu sebagai ibunya dan nenek bagi anak- anaknya.


“Mama jadi kan jalan-jalan nya?” Tanya Hanum antusias.


“Jadi dong…”


“Mama kenapa masih lembur aja sih, sampai nginap lagi” Protes Titania menatap mamanya. Rasanya merasa gugup sejenak.


“Yaa…tahulah, mama job nya kemaren audit sampai ninggalin 2 bulan lamanya, jadi berkasnya numpuk” Raya menjelaskan dengan tersenyum kikuk.


“Hanum padahal mau nunjukin gambar sama mama”


“Gambar apa sayang?” Raya penasaran dengan gambar yang akan ditunjukkan Hanum. Biasa anak itu akan selalu menunjukkan gambar apa saja yang sudah di gambar di sekolah.


“Sebentar” Hanum turun dan berlari menuju kamar untuk mengambil hasil gambar yang sudah jadi.


Hanum menunjukkan gambar keluarga yang lengkap, ada orang tua di kanan kiri dua orang anak perempuan. Raya bisa menebak siapa mereka, sosok ayah, sosok ibu, Titania, dan Hanum. Raya terkesiap dan terdiam mengamati gambar tersebut. Ada kilatan air yang mengambang di pelupuk matanya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2