Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 72 aku orang yang tidak suka menunggu


__ADS_3

Raya melotot tak percaya, ia hendak bangkit dari duduknya tapi Asisten Je sudah dengan cepat meraih  tubuhnya.


“Mau kemana sweatheart?” Asisten Je tersenyum menyeringai kemudian mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar. Wanita itu hanya memejamkan mata antara malu dan belum siap apabila laki-laki itu meminta haknya sebagai suami malam ini.


“Hentikan sayang, aku takut nanti lepas kendali” Lirih Raya, ia tak sanggup kalau harus menerima perlakuan lembut suaminya.


“Lepaskanlah sayang, aku milikmu, kamu milikku, bolehkah malam ini aku memilikimu seutuhnya?”


Raya terdiam memandangi suaminya yang mulai mencumbu dengan lembut. Ia sudah tak bisa bertahan lagi, pertahanannya runtuh. Bertahun-tahun sudah ia tak melakukan aktifitas mesra ini yang membuatnya sulit untuk menangkis rayuan dan cumbuan suaminya. Raya menginginkan lebih, ia memerlukan sentuhan lembut itu, ia merindukan sentuhan halus di tubuhnya. Sebuah lenguhan muncul di bibirnya membuat sang asisten semakin menggebu untuk menguasai tubuh istrinya. Malam ini terjadilah apa yang harus terjadi pada sepasang suami istri itu.


“Terima kasih sayang, kau membuatku menjadi laki-laki sejati yang sangat beruntung memilikimu” Bisik asisten Je sambil menatap redup wajah pucat Raya yang terlihat sangat kelelahan itu. dia mengecup kening istrinya lama kemudian turun ke bibirnya mesra.


“Aku yang harusnya berterima kasih dan beruntung kau memilihku” Lirih Raya seraya melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya.


Asisten Je merengkuh tubuh polos itu ke dalam rengkuhannya, dia pastikan akan selalu menjaga dan  melindungi wanita ini serta kedua gadis kecil yang akan menjadi putrinya.


Malam ini, benar-benar malam yang panjang dan melelahkan bagi Raya, bagaimana tidak, dua jam kemudian suaminya kembali membawa dirinya mendaki puncak nirwana dengan aksi yang lebih ganas lagi, dia hanya diberi istirahat satu jam saja, setelah itu Asisten Je kembali mengeksplor tubuh istrinya. Ia benar-benar berhenti ketika melihat inti milik istrinya mengeluarkan darah, barulah ia sadar dan panik, ternyata ia sangat  kelewat batas dan jangan lupa ganas.

__ADS_1


Hari sudah tidak pagi lagi, jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Namun Raya dan Asisten Je masih berada  dalam mimpi dengan nyamannya. Sammy sudah gelisah saja dari tadi, ia mondar-mandir di depan pintu kamar bossnya, sedangkan pintu itu masih juga belum terbuka. Kemaren malam boss nya itu memberitahunya untuk mengingatkan bahwa jam 08.00 ada pertemuan dengan direktur tinggi yang mengelola PT. Diamond Jewerly Banjarmasin.


Darman terlihat keluar dari pintu kamar depan kamarnya Asisten Je, ia bingung melihat Sammy yang hanya  mondar-mandir tanpa kerjaan.


“Lo kenapa Sam, kayak setrikaan gak jelas aja” Sindir Darman.


“Boss lu tuh, diingatin kena getah gak diingatin kena getah juga, bingung gue”


“Emang Tuan Muda belum keluar kamar?” Sammy menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Darman.


Belum mereka mengetok pintu kamar bossnya, pintu sudah terbuka dan menampilkan boss mereka yang sudah berpakaian rapi. Laki-laki gagah nan tampan itu menutup pintu gegas ketika Sammy ingin menengok ke dalam.


“Kamu mau ngintip istriku?!” Tajam Asisten Je.


“Ah…nggak lah boss, apa Raya nggak ikutan menemui direktur?” Sammy menjawab dengan gelagapan.


“Nggak, biarkan dia istirahat, dia sudah bekerja keras tadi malam” Kata Asisten Je seraya tersenyum mengingat

__ADS_1


perjaungannya semalam sampai membuat istrinya lemas tak berdaya. Tadi habis subuh pun Asisten Je masih menambahkan ronde lanjutan. Ckckck….kecanduan kan kamunya…haha


Mereka bertiga meluncur menuju perusahaan, sementara 4 bodyguard tetap berada di depan pintu kamar Raya untuk menjaga keamanannya. 10 menit mereka telah sampai di perusahaan, Aditya, Andre, Darren, dan Hansen sudah dari jam 08.00 tadi menunggu di dalam ruangan direktur. Sementara direkturnya sendiri belum ada di ruangan. Dari seminggu ini mereka belum bertemu dengan direktur yang mengelola perusahaan tersebut.


Asisten Je dan rombongannya memasuki ruangan direktur, di sofa sudah duduk rombongan yang lain dengan wajah yang sudah tidak bisa dikatakan senang. Hanya wajah bosan dan kesal yang mereka tunjukkan, tentu saja hanya Darren dan Aditya yang berani.


“Kenapa lama sekali?” Tanya Darren mendengus kesal.


“Toh orang yang kita tunggu juga belum ada” Bukan Asisten Je yang menjawab melainkan Sammy.


“Kemana dia?” Tanya Asisten Je datar.


Tampak laki-laki setengah baya mendekat ke arah Asisten Je, ia membungkukkan badannya dalam.


“Mohon maaf Tuan, Pak Bagus Yuwana sedang menghadiri peresmian pemegang saham juga menghadiri pernikahan putri temannya” Jawab laki-laki itu dengan takut.


“Katakan padanya untuk hadir saat ini, aku tidak mau tahu…dan aku orang yang tidak suka menunggu!” Titah Asisten Je tajam. Setelah itu ia berbalik menuju keluar, namun pandangan matanya sempat melirik ke dinding sebelah pintu keluar, ada figura besar yang di pajang di sana dengan menampilkan foto keluarga yang tampak bahagia. Namun pandangannya langsung menajam dengan kepalan tangan yang sangat erat. Gurat wajahnya langsung suram.

__ADS_1


__ADS_2