
“Aku bisa membuatnya menjadi dekat” Darren tetap memandang wanita di depannya yang ternyata menjelma menjadi wanita dewasa yang anggun dan sangat cantik apalagi dengan balutan pakaian dan hijab yang tampak membuat penampilannya terkesan elegan.
“Jangan ngarang, anak dan istrimu mau di kemanain?” Raya menaikkan alisnya merasa tidak terima. Ia selalu punya prinsip untuk tidak mengganggu hubungan orang lain. Perjodohan orang tuanya itu pengecualian, karena ia tidak mau di anggap sebagai anak durhaka.
Darren menghela nafas pelan, raut wajahnya berubah sendu.
"Emang kamu tidak tahu berita terkini tentang diriku? Ah...aku maklum sekali, pasti Ervin sangat mengekang dirimu yah sampai-sampai beritaku saja kamu tidak tahu" Darren menatap Raya masih dengan tatapan sendu yang mendamba.
"Aku sendiri heran begitu melihatmu di sini, aku kira Ervin tidak akan pernah melepasmu jauh, karena setelah menikah kamu seolah tidak mau mengenalku lagi" Lanjutnya sedih, kepalanya menunduk.
Raya hanya terdiam, rupanya Darren juga tidak mengetahui tentang perceraian dirinya dengan Ervin, Raya tidak akan ambil pusing untuk klarifikasi soal itu. Darren kembali menatap Raya, kali ini tatapannya sarat akan luka, namun ada setitik harapan di sana. Entah, harapan untuk apa, menurut Raya.
“Istri dan dua anakku meninggal karena kecelakaan pesawat 5 tahun lalu. Mereka tidak meninggalkan kenangan apapun padaku” Ucapnya lirih, matanya sedikit berkaca-kaca mengingat istrinya dan kedua anaknya.
“Innalillahi wainna ilaihi roojiuun, maaf … aku…” Raya menutup mulutnya tak percaya.
Darren menggeleng tersenyum.
“Aku sudah mengikhlaskan semuanya, mungkin memang takdir Tuhan menghendaki demikian, ternyata takdir Tuhan masih menuntunku untuk bertemu denganmu kembali” Darren tesenyum lebar.
“Jadi .. .apa aku bisa membuatnya menjadi dekat?” Harap Darren lagi dengan berusaha meraih jemari Raya di atas meja. Reflek Raya menarik kedua tangannya untuk diletakkan di bawah meja.
Wanita itu memalingkan wajahnya ke arah lain bertepatan dengan pandangan tajam seorang laki-laki yang langsung mengarah padanya, membuat raut wajahnya langsung gugup. Tanpa perasaan, laki-laki itu langsung meninggalkan beberapa kolega yang mengajaknya mengobrol dan menghampiri Raya, pandangannya tidak lepas dari sosok wanita yang juga menatapnya. Ada kelegaan di mata wanita itu saat ia melangkahkan kaki menghampirinya. Apa istrinya merasa terintimidasi berada di depan pria tak tahu malu itu? Seenaknya menggoda istri orang.
__ADS_1
“Rupanya anda masih saja berusaha mengganggu wanita saya Tuan Wibisana!”
Darren menoleh kemudian tersenyum menanggapi sindiran pria di sebelahnya. Pandangannya tertuju pada lengan laki-laki itu yang memeluk pundak Raya. Ia menatap ragu pada keduanya, apa asisten itu tidak takut akan ancaman Ervin yang posesif itu? Batinnya.
“Ah, Tuan Je, saya hanya mengobrol saja, lagian Jannah juga tidak keberatan” Jawab Darren tersenyum memandang Raya. Wanita itu tidak menggubris dengan menatap Asisten Je.
“Aku bisa ijin ke kamar lebih dulu? Aku lelah” Pamit Raya dengan tampang memelas. Asisten Je mengangguk kemudian melambai pada Darman. Raya tidak perduli lagi bagaimana pandangan Darren terhadap dirinya.
“Antar Raya ke kamar dan bawa 4 anak buahmu untuk berjaga di depan pintu” Titahnya tegas pada Darman.
“Siap Tuan, laksanakan” Darman pamit undur diri mempersilahkan Raya untuk berjalan lebih dulu.
“Istirahatlah” Kata Asisten Je lembut seraya mengelus puncak kepala Raya yang berjilbab. Wanita itu mengangguk dan berlalu tanpa menoleh lagi, tanpa pamit pula pada yang lainnya.
Raya merasa rishi dengan kehadiran laki-laki masa lalunya. Ia tidak ingin terjebak perasaan masa lalunya saat ia masih berkomitmen menjadi istri Asisten Je. Untuk menyegarkan pikirannya ia ingin memuaskan tubuhnya dengan berenang bebas tanpa ada yang mengganggu.
Wanita itu menggeser pintu kaca transparan yang memisahkan kamar dengan kolam renang, sembari menikmati musik yang terdengar sampai ke kolam, Raya menceburkan diri ke dalam kolam tanpa mengetahui kalau aksinya membuat kalang kabut seorang pria. Sudah 15 menit berlalu dan ketika hpnya berbunyi ia tidak mendengar sama sekali karena memang ditinggal di kamar, apalagi suara musik yang terdengar kencang.
“Man minta kunci cadangan ke resepsionis, aku akan sampai dalam 5 menit” Perintah Asisten Je begitu panik karena panggilannya tidak terjawab sampai puluhan kali. Ada rasa khawatir terjadi sesuatu pada istrinya itu, seingatnya istrinya pamit karena lelah. Bagaimana kalau istrinya sampai pingsan?
“Boss jangan-jangan Raya di culik…” Pikiran Sammy yang membuat Asisten Je bertambah panik.
“Jangan asal kamu, pengawal berjaga di depan pintu, bagaimana bisa Raya diculik” Jawab Asisten Je kesal, namun tak dipungkiri perasaannya semakin khawatir mendengar kata di culik. Tapi dia masih bisa melihat keberadaan orang-orang yang sempat dekat dengan istrinya itu di ruangan. Aditya dan Darren, bahkan mereka tetap berada di ruangan saat ia meninggalkan acara. Jadi, tidak mungkin kan kalau mereka berniat untuk menculik istrinya? Ah, konyol sekali.
__ADS_1
Tiba di hotel, pengawalnya di depan pintu segera menyerahkan kunci cadangan, mereka tidak ada nyali untuk mengecek secara langsung, takut azab menimpa. Haha.
Asisten Je dan Sammy langsung terkejut mendengar musik yang begitu nyaring sampai memekakkan telinga. Darman mengecilkan volume sementara Asisten Je mengecek balcon dan kamar mandi.
Nihil.
“Boss…” Sammy terdiam memandang ke pintu transparan yang menghubungkan ke kolam renang. Asisten Je menghampiri dimana Sammy berdiri sambil mulut menganga, bahkan terlihat meneteskan air liur.
Di kolam renang Raya baru saja naik ke pinggiran kolam renang sambil mengibaskan rambut basahnya yang panjang bergelombang sepunggung. Walaupun pakaiannya tertutup, kemolekan dan keseksian wanita itu masih nampak jelas. Wanita itu berjalan ke kursi malas dan merebahkan diri dengan santai. Ia mengira masih seorang diri di dalam kamar room suite itu.
Glek…
Asisten Je menelan salifa kasar.
Plak!
Pukulan mendarat di kepala Sammy membuat si empunya mengaduh keras.
“Keluar kalian semua!!” Titahnya tanpa melepaskan pandangan matanya. Semua pengawalnya keluar tak terkecuali Sammy dan Darman.
Asisten Je memandangi Raya yang kembali masuk menceburkan diri ke dalam kolam. Laki-laki itu membuka pakaiannya hingga menyisakan boxer saja dan mendekati pinggir kolam. Ia masuk perlahan tanpa menimbulkan bunyi yang berdebur dan mendekat perlahan, spontan laki-laki itu memeluk Raya dari belakang.
Alhamdulillah, walaupun sibuk dengan entri nilai, tapi masih bisa menyempatkan untuk up....
__ADS_1
Selamat menikmati membacanya readers
TBC