Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 91 kena semprot


__ADS_3

Asisten Je masih menatap Raya, sepertinya menuntut penjelasan lebih tentang ibu-ibu yang membantu istrinya.


“Bu Arumi seorang wanita yang sebatang kara, ia pernah menjadi TKW selama 30 tahun dan dia ingin berada di tanah kelahirannya di masa tuanya” Asisten Je menghela nafas lega. Sepertinya bukan seperti yang ia pikirkan. Namun penjelasan Raya selanjutnya membuat tubuhnya membeku.


“Dia asli dari Banjarmasin, katanya ia sudah tidak punya keluarga di sana, jadi dia memutuskan untuk hidup di Malang. Kasihan sekali ya, karena itu aku menyuruhnya untuk tinggal di sini juga”


Asisten Je tidak percaya dengan pendengarannya. Arumi berasal dari Banjarmasin, apakah orang yang sama yang menjanjikan pada dirinya akan menjemputnya ketika dia sudah punya uang yang banyak?


Bertahun-tahun ia menunggu kedatangan sosok wanita yang akan menjemputnya suatu saat. Namun, sejak ia ditinggalkan di depan panti asuhan dalam keadaan lemas karena sakit parah sampai ia hidup mandiri wanita itu tidak pernah datang. Bu Ratih, ibu panti yang menemukannya dalam keadaan lemah langsung menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Beruntung ada salah satu dokter rumah sakit tersebut yang memiliki golongan darah yang sama dengannya sehingga dia langsung ditangani dengan cepat.


Sejak saat itu ia langsung mengambil kesimpulan bahwa ia telah dibuang oleh wanita itu dan tidak pernah lagi menunggu kehadiran wanita tersebut yang ternyata hanya sebuah harapan palsu yang tidak pernah terwujud. Dan sejak saat itulah kebenciannya juga muncul pada seorang wanita yang telah melahirkannya itu.


“Sayang, hei...yang, ada apa?” Raya menggoyang lengan suaminya yang hanya terdiam saja dari tadi.


“Ah, ehh, iya?” Asisten Je tergagap memandang Raya.


“Kamu melamun? Ada masalah?”


“Tidak ada, aku pamit dulu ya” Asisten Je berdiri menghampiri Hanum yang sedang bermain dengan Teddy.Ia tidak akan sanggup menghadapi kenyataan kalau wanita yang diceritakan Raya benar-benar Arumi wanita yang meninggalkannya di panti asuhan. Kebencian yang terpendam lama itu sekarang semakin mencuat dan menyesakkan dadanya.


“Sayang, om pulang dulu ya”


“Iya om ganteng, terima kasih yah” Asisten Je mengangguk kemudian mengelus kepala gadis kecil itu lembut. Raya mengekor di belakang Asisten Je sampai ke mobil. Tampak Leon membukakan pintu untuk tuannya di belakang. Lani mengangguk sopan pada Raya.


Asisten Je membuka jendela mobil kemudian menjentikkan jarinya meminta supaya Raya mendekat ke arahnya. Wanita itu hanya menurut tanpa berpikiran macam-macam.


“Aku tunggu nanti malam di rumah, cup” Tanpa menunggu jawaban dari istrinya Asisten Je langsung menutup jendela dan mobilpun meluncur meninggalkan Raya yang masih berdiri mematung.

__ADS_1


“Nak Raya kenapa malam-malam di luar?” Tegur suara seorang wanita di sebelahnya.


“Dasar mesum” Seru Raya dengan suara tertahan.


“Hah?”


Seketika Raya sadar dari tertegunnya dan melihat Bu Arumi berdiri di sebelahnya dengan tatapan bingung.


“Ah…bu, hehe Raya hanya bercanda tadi” Raya menggosok-gosok kedua telapak tangannya menahan malu kemudian segera berbalik masuk ke rumah.


“Sayang, mainnya besok lagi ya, sekarang tidur dulu ya” Kata Raya mengelus kepala putri kecilnya.


“Teddy boleh tidur sama aku kan ma” Rayu Hanum sambil memeluk boneka besar yang melebihi tinggi tubuhnya itu.


“Tentu saja, sini mama bawakan” Hanum mengangguk dan berdiri menuju ke kamarnya diikuti oleh Raya dengan Teddy di gendongannya. Sementara Bu Arumi bergerak untuk menutupi semua pintu dan gorden dan melangkah menuju kamarnya.


Terdengar bunyi notifikasi dari hpnya. Raya meraihnya di atas nakas dan tertera chat dari suaminya yang sudah ia ganti namanya menjadi ‘Singa Galak Ku’


Singa Galak Ku:


Kenapa lama sekali?


Me:


Aku kan harus menemani Hanum tidur.


Singa Galak Ku:

__ADS_1


Hmm, Lani sudah meluncur ke sana, cepatlah, tidak ada penolakan, Nyonya.


Me:


Iya-iya…


Perlahan Raya bangkit dari ranjang Hanum, kemudian menyelimuti gadis kecil itu, setelah itu ia bergegas pergi keluar. Di dapatinya ruangan sudah dalam keadaan gelap gulita membuat Raya harus ekstra meraba dinding agar tidak tersandung atau terjatuh.


Wanita itu menepuk dahinya sendiri dengan merasa bodoh.


“Bodoh kau Raya, kan ada senter hp…huh, otak mu sudah mulai error rupanya ya” Geram Raya sendiri dengan mengotak atik hp untuk mencari senter. Seketika ruangan langsung menyala cukup terang dengan bantuan senter. Wanita itu berjalan perlahan menuju kamar mengambil cardigan untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin.


Benar saja, ketika ia sudah keluar dari rumah, tampak sebuah mobil sudah siap di halaman. Lani turun tergesa dan membukakan pintu penumpang untuk Raya. Tapi Raya malah melenggang melewati Lani dan membuka pintu depan kemudian langsung masuk tanpa basa-basi. Lani hanya bisa menggaruk belakang lehernya canggung.


“Nyo…eh Raya, sebaiknya duduk di belakang saja”


“Kamu tidak suka aku di sini ya?” Picing Raya. Lani menggeleng panik.


“Tidak Ra, tapi…”


“Sudahlah, ayo cepat, tuan mu sudah marah-marah tadi, kamu mau kena semprot hah”


“Baik Raya…” Lani bergegas menuju pintu driver dan mengemudi dengan kecepatan sedang. Padahal kalau jalan kaki tidak memakan waktu sampai 10 menit. Terlalu berlebihan saja menurut Raya.


Hanya sekejap saja mereka sudah tiba di kediaman Asisten Je, Raya langsung masuk setelah menyuruh Lani kembali ke rumahnya untuk istirahat.


TBC

__ADS_1


__ADS_2