
Assalamu'alaikum readers, mohon maaf terlambat up ya, soalnya laptop yang dipake kerja nggak mau kompromi...hehe...
Insya allah sudah bisa lagi dan aman....
Raya mengeratkan pelukan pada gulingnya.
“Hmmm ac nya dingin sekali… untung gulingku hangat jadi tubuhku tidak kedinginan” Gumamnya sambil menciumi guling hangatnya.
“Eh, tapi kok wangi? Keras dan…” Raya menekan-nekan benda kenyal di depannya, “jangan katakan…” Raya membuka matanya perlahan dengan telapak tangan masih menempel pada bidang datar itu. Dalam hati ia berdoa jangan sampai apa yang dipikirkan benar adanya.
Matanya langsung membulat melihat apa yang sedari tadi dipeluknya, Raya langsung duduk dan melepas pelukannya. Reflek kedua tangannya menangkup mulutnya takut menjerit dan membangunkan suaminya yang tampak terlelap itu.
“Ma syaa allah…apa yang kulakukan, jadi semalaman aku memeluk dada telanjang Tuan Je? Huh, mengapa aku jadi mesum begini…jangan sampai dia terbangun, apa jadinya nanti kalau tahu apa yang kulakukan…, mau taruh di mana mukaku, hih…malunya” Raya perlahan berusaha bangkit, namun belum sampai menjauh sebuah tangan menarik tubuhnya dan terjatuh di dada bidang itu kembali. Mata itu terbuka lebar dengan sorot menggoda. Malah kini posisi Raya berada di atas tubuh suaminya dengan kedua tangan Asisten Je melingkar sempurna di pinggangnya.
“Mengapa harus malu honey…mesumlah sepuasmu pada tubuhku, aku tidak akan marah” Kerlingnya menggoda.
“Cih, itu kan maumu, lepas, aku mau ke kamar mandi” Bantahnya dengan mengerucutkan bibirnya, antara kesal dan malu.
Cup.
“Morning kiss” Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir mengerucut Raya membuat wanita itu mendelik lebih lebar.
“Ayolah sayang, lepaskan aku…” Rayunya dengan menggoyangkan lengannya.
“Hahaha, berusahalah” Asisten Je sangat menikmati pagi indahnya, jika bisa ingin setiap paginya seperti ini saja.
“Sudah ada jawaban?” Tegas Asisten Je seraya mengelus wajah istrinya lembut, di selipkannya rambut bergelombang istrinya ke belakang telinganya. Ya, Raya sudah mulai membuka jilbabnya mulai tadi malam.
Sesaat Raya masih terdiam, ia masih belum bisa memutuskan apa yang diutarakan suaminya tadi malam. Ada kedua anaknya yang harus dijaga perasaannya dan tentu saja ijin dari sang kakak, Titania. Karena gadis remaja itu akan menjadi prajurit ketus bagi siapapun pria yang mencoba mendekati mamanya.
__ADS_1
“Aku janda dengan 2 orang anak” Jawab Raya lirih.
“Aku tak keberatan dengan itu semua, bahkan kau tahu sendiri, aku merasa nyaman dengan sentuhan mereka”
“Tapi…aku belum memiliki perasaan yang kuat terhadapmu” Ia tidak ingin egois menahan hati Asisten Je untuknya, apalagi harus menunggu sampai benih cinta itu muncul, sampai kapan?
“Aku akan tetap menunggumu, biarlah aku saja yang mencintaimu sebanyak aku mampu, tapi ingat, aku tak akan pernah melepaskanmu” Pengakuan Asisten Je membuat bibirnya tertutup rapat, tidak ada alasan lagi baginya untuk menghindar.
“Aku akan menjawab setelah pulang ke Malang” Jawab Raya akhirnya. Laki-laki itu mengangguk tersenyum. Tak masalah baginya selama apapun ia menunggu, asalkan Raya akan tetap di sisinya.
“Bersiaplah, kita akan berangkat ke Pekanbaru” Asisten Je melonggarkan pelukannya setelah sebelumnya mencium kening Raya lama.
.
Iring-iringan mobil melaju menuju hotel mewah di Kota Pekanbaru meninggalkan BANDARA INTERNASIONAL SULTAN SYARIF KASIM II jarak yang lebih dekat dengan bandara, hanya 5 menit perjalanan akan memudahkan mereka untuk segera melakukan perjalanan berikutnya nanti.
Di depan sendiri terdapat mobil 4 pengawal Asisten Je, di ikuti oleh mobil Asisten Je yang dikemudikan oleh Darman dan Sammy di sampingnya. Jangan tanyakan keberadaan atasan mereka, Darman dan Sammy sampai menutup telinga mereka mendengar kemanjaan dan kebucinan seorang Asisten Je. Sedangkan Aditya dan Darren berada di mobil berbeda di belakang mereka.
“Senang bisa melihatmu seperti ini Tuan Muda, semoga kau akan bahagia selalu… aku berjanji akan menjaga Nona Raya dengan segenap jiwaku” Suara hati Darman tulus.
4 mobil mewah itu memasuki area hotel dan berhenti di front door, Darman membukakan pintu Asisten Je, laki-laki itu keluar dengan mengulurkan tangannya membantu Raya keluar dari mobil. Manis sekali.
Asisten Je membawa istrinya menuju lift khusus yang menghubungkan kamar vvip mereka, kamar premium suite dengan pemandangan lagi-lagi kolam renang dan keluasan area kamar yang mewah. Apapun beres kalau berhubungan dengan nama Asisten Je, termasuk untuk booking kamar.
“Apa saja kegiatan kita hari ini?” Tanya Asisten Je setelah memasuki kamar. Raya membuka tabnya dan membacakan semua agenda yang akan dilakukan mereka dan tim sampai pukul 10 malam nanti.
“Sammy menelpon dia menyiapkan makan di resto 5 menit lagi” Ingat Raya.
“Tidak usah, katakan pada Sammy kita sarapan di kamar saja, berdua.” Titahnya tegas kemudian berlalu menuju kamar mandi. Malas sekali kalau harus berhadapan dengan orang-orang yang berusaha mencari perhatian pada istrinya.
__ADS_1
Raya mengetik pesan kepada Sammy tentang perintah suaminya, kemudian ia memesan makanan lewat telpon kamar. Sambil menunggu pesanan tiba, ia menyiapkan pakaian lengkap suaminya.
Ting
Tong
Raya membuka pintu kamar dan mempersilahkan room servis trolley membawa masuk dan meletakkan di ujung sofa. Raya memberikan tips lumayan pada room servis sebelum dia pergi meninggalkan kamar hotel.
“Apakah sarapan sudah siap sayang, aku lapar sekali” Asisten Je mendekati Raya yang menata makanan di meja. Ia sudah berpakaian sangat rapi dan sangat tampan.
“Iya, walaupun terlambat it’s oke, ayolah aku juga lapar” Ajak Raya. Suaminya mendekati sofa kemudian mulai menerima piring yang lengkap dengan isiannya.
“Kamu bisa masak?” Tanya Asisten Je seraya memandang Raya.
“Kedua anakku maniak makanan rumah, jadi aku harus pintar-pintar membuat makanan agar mereka tidak jajan di luar”
“Berarti kau harus memasakkan untukku juga”
“Hmm, akan aku bawakan bekal dari rumah”
“No, kamu masak di rumahku”
“Hei, mana boleh begitu...?”
“Aku ingin setelah pulang dari lawatan ini, kita jujur sama anak-anak, dan kalian akan tinggal di rumahku”
“Tuan…” Wajah Raya langsung datar dan panggilannya kembali pada keformalan atasan dan bawahan.
“Aku ingin menjaga dan mempertahankan apa yang menjadi milikku, aku juga akan jujur pada Tuan Muda Alvero serta Nona Meili, aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku, tapi ijinkan aku untuk tetap berada di sekitar kalian” Kata laki-laki itu seraya menggenggam kedua tangan Raya. Wanita itu menghela nafas panjang.
__ADS_1
Pasrah.
TBC