
Assalamu'alaikum, kembali up nih aku nya...
Mohon maaf ya, up nya lambat-seret lagi...hehe
Met baca ada deh readers, mau ngasih like seneng banget, favorit mangga atuh, hadiah wuh seneng abit, vote yess
“Terima kasih ya bang sudah mau nemenin Tita” Setelah mengantarkan Titania dan Hanum kembali ke rumah, Ervin harus langsung kembali ke Jakarta, mereka berkemas dari hotel menuju bandara.
“Iya, jaga diri baik-baik dan jaga mereka untukku” Raya mengangguk kemudian memeluk sebentar laki-laki yang pernah menjadi suaminya itu.
“Salam untuk Mbak Hanna dan semuanya,maaf belum bisa berkunjung ke sana”
“It’s okelah, ya sudah aku berangkat ya” Ervin melambai meninggalkan Raya untuk menuju pesawat karena panggilan dari pramugari yang mengharuskan penumpang memasuki pesawat.
Keluar dari ruang tunggu Raya dikagetkan kehadiran seseorang dengan aura yang mencekam, wajah yang tidak ramah serta pandangan tajam yang seolah seekor Singa yang siap menerkam mangsanya. Hiii, dia kan emang Singa Galak. Haha..
“Tuan?”
“Sudah puas bermesraannya?” Tatapan tajam menghunus seakan menguliti tubuh wanita itu.
“Apa sih?” Raya melenggang melewati Asisten Je namun langkahnya langsung terhenti karena cekalan kuat di lengannya sampai badannya terseret ke belakang dan menubruk dada bidang itu. Reflek ia memeluk pinggang Asisten Je karena khawatir jatuh, namun segera dilepaskan dengan cepat.
__ADS_1
“Pulang bersamaku!” Perintahnya tegas seraya menyeret tangan Raya.
“Eh..eh, saya bawa mobil sendiri Tuan”
“Nanti biar di urus bawahanku” Kata Asisten Je datar.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan bandara, sementara suasana dalam mobil menjadi hening. Raya berkali-kali menghela nafas untuk menetralkan jantungnya yang berdetak tak karuan. Pasalnya adegan pelukan tak sengaja tadi membuat jantungnya tidak sehat. Ia sendiri heran, sekian tahun ia lewati dengan hati yang hampa, ia menikmati kesendirian itu, karena ia masih dengan setia menyimpan rapat-rapat rasa cinta dan sayangnya untuk suaminya Revian.
“Loh…Tuan, bukannya kita harus kembali ke kantor ya” Protes Raya melihat mobil terus melaju. Asisten Je tetap bergeming melajukan mobilnya menuju perumahan elit tengah kota ‘de rumah’ yang ternyata mobil mengarah ke rumah Asisten Je.
“Tuan…” Perasaan Raya tidak enak.
“Turun” Asisten Je membuka pintu sebelah Raya, mau tidak mau wanita itu turun kemudian mengikuti langkah laki- laki tersebut memasuki rumah yang baru pertama kali ia singgahi.
Langkah kaki Asisten Je dengan tegas menuju ke sebuah ruangan yang sepertinya digunakan sebagai ruang kerja oleh Asisten Je. Di dalamnya hanya terdiri meja kerja dan sofa yang terletak berseberangan dengan meja kerja. Laki-laki itu melangkah ke arah meja dan duduk di kursi kerjanya, kemudian membuka laci meja.
Asisten Je menaruh sebuah buku tabungan lengkap dengan ATM di meja kerjanya.
“Ini gajimu sebagai sekretaris merangkap asistenku selama 2 bulan ke depan, sudah ku transfer ke rekening ini” Ucap Asisten Je. Raya membaca jumlah saldo yang tertera di buku tabungan, matanya membeliak lebar tak percaya. Gajinya selama 2 bulan menjadi sekretaris merangkap asisten sebesar 200 juta. Wow…besar sekali.
Alamak, walaupun asisten ternyata dia sekaya ini? Apa dia memiliki asset lain atau perusahaan lain yang ia dirikan sendiri? Tidak mungkin kan perusahaan aka mengeluarkan bugget hanya untuk gaji sekretaris sedemikian besar kalau tidak dari kantongnya Asisten Je sendiri. Kalau benar… wah…
__ADS_1
Raya menggeleng tak percaya, ia yang telah memiliki tabungan yang unlimited sampai anak-anaknya besar nanti saja masih tak percaya dengan keberadaan buku tabungan tersebut.
“Tidak salah gaji saya segini, Tuan?” Tanya Raya menaikkan alisnya.
“Tidak…, itu gajimu karena jobmu dobel selain sebagai sekretaris kamu juga asistenku yang harus menyiapkan segala keperluanku mulai pagi sampai menjelang tidur…” Jawab Asisten Je seraya tersenyum smirk.
“Tidak usah membantah, lakukan saja tugasmu! Dan ini gajimu sebagai istri siriku” Sambung Asisten Je sebelum Raya menyela perintahnya lalu menyerahkan sebuah black card pada Raya yang diterima wanita itu dengan ragu- ragu.
“Kau bebas menggunakannya selama 2 bulan ke depan, kartu itu tanpa limit, jadi aku sarankan belilah keperluanmu yang sekiranya penting, satu lagi jangan berpenampilan memalukan di depan orang banyak” Titahnya.
“Penampilan yang bagaimana yang memalukan, orang saya pakai hijab…aneh” Lirihnya seraya menatap ke bawah,
tepatnya ke cara dia berpakaian, sudah sangat tertutup bahkan tidak transparan sama sekali.
“Kemarikan dompet dan hp mu” Titah Asisten Je lagi.
“Untuk apa Tuan?” Tanya Raya bingung.
“Sudah berikan saja, jangan banyak tanya” Raya pun dengan terpaksa mengambil benda yang diminta di dalam tasnya pada atasannya yang arogan tersebut.
Asisten Je membuka hp Raya dan mengernyit tak suka.
__ADS_1
“Apa kata sandinya?” Tanyanya malas.
“Lovely Husband” Jawab Raya, dan Asisten Je mengetik sandi kemudian muncul layar menampilkan foto kebersamaan keluarga kecil Raya, ada laki-laki yang menggendong bayi usia satu tahun, itu pasti Hanum, dan Raya serta Titania yang berdiri di sebelahnya. Terdengar dengusan pelan dari mulutnya. Sejenak ia mengetikkan sesuatu di hp Raya lalu mengembalikannya, setelah itu ia mengambil dompet Raya. Asisten Je mengambil semua ATM Raya dan menyimpannya di dalam laci meja kerjanya.