
Assalamu'alaikum readers....
Ketemu lagi dengan Mbak Author Idaman hehe, alat elektronik buat ku kerja masih error ya...dia masih heeling ke tempat reparasi hehe...
Oke deh redaers siap membaca-menbaca, koment-koment, eits jangan lupa dukung juga dengan hadiah dan vote yaaa......hehe
Met baca redaers.... muach-muach...
“Pak Darman, tolong nanti bapak yang bayarin ya” Kata Raya seraya menyerahkan gepokan uang ke tangan Darman.
“Banyak amat nona?” Darman kaget memegang uang sebanyak itu.
“Tahu tuh, katanya di sini alat pembayarannya cash” Sahut Raya angkat bahu.
“Baik nona”
Sampai di tempat yang dituju yaitu ‘pasar wisata pasar bawah’
Raya memborong macam-macam camilan untuk bekal di jet nanti, sampai membuat Darman heran. Berapa banyak camilan yang sudah dibeli dan diserahkan pada pengawal untuk dibawa.
__ADS_1
“Nona nggak salah beli camilannya?” Tanya Darman yang mengikuti Raya.
“Nggak pak, bentar lagi kita naik jet lagi, bisa untuk bekal di jet pak. Kita makan sama-sama”
“Jadi bukan untuk Nona Raya?”
“Nggak lah pak, kita kan berbanyak di jet nanti” Darman tersentuh mendengar jawaban Raya, mereka yang termasuk bawahan juga sangat diperhatikan oleh nona mereka.
“Terima kasih nona” Ucapnya tersenyum.
Darman kembali mengawal Raya bersama 4 pengawal yang banyak membawa barang menuju ke gerai t’shirt.
“Saya dibelikan kaos nona?” Tanya Darman heran.
“Iya Pak Darman, bapak ambil 2 warna ya, pilihkan untuk teman-teman juga, cepet pak, masih banyak nih yang mau Raya beli”
“Iya, baik nona” Darman segera mengambil 5 kaos warna hitam dan 5 kaos warna abu-abu, kemudian membayarnya ke kasir. Sementara Raya memilih untuk diberikan pada Asisten Je dan Sammy. Raya juga memilihkan beberapa baju rumahan untuk keluarga Pak Malik, Bu Nanik, Bu Arumi.
Mereka turun ke lantai 3, Raya berkeliling ke gerai sepatu dan tas. Ia membelikan masing-masing 2 untuk Titania dan Hanum, serta 1 boneka bunny bear yang tingginya sama dengan tinggi badannya. Raya terkikik sendiri, tidak sabar dia melihat reaksi Hanum nanti ketika menerima boneka bunny bear itu.
__ADS_1
Setelah 5 jam berpuas hunting di pasar bawah, mereka kembali ke hotel dan ternyata Asisten Je belum selesai dengan pemeriksaan di kantor. Pasti sangat banyak kesalahan dan penyalahgunaan di cabang Balikpapan ini sampai-sampai harus memakan waktu sampai tengah malam tiap hati. Bahkan ini sudah hari keempat. Biasanya mereka hanya memeriksa paling lama 3 hari.
Raya selesai mandi kemudian mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Ia menelepon restoran hotel untuk memesan 2 Nasi Ayam Penyet Sambal Dadakan, hari ini ia kangen dengan masakan ayam penyet. Tak lupa ia juga memesan 1 Texas Platter. Untuk minumnya ia pesan 2 Mango Dunk dan 2 mineral water. Kenapa ia pesan 2? Ya, siapa tahu sebentar lagi Asisten Je Kembali ke hotel merasa lapar jadi bisa langsung menikmati hidangan yang sudah tersaji.
Raya mengirimkan pesan pada suaminya kalau ia sudah berada di dalam hotel. Ia menyiapkan baju santai untuk suaminya kemudian berlalu ke balkon dan duduk santai di terasnya. Ia menselonjorkan kedua kakinya di meja kemudian memejamkan mata, sedianya ia hanya merilekskan tubuhnya karena kelelahan sehabis berjalan mengelilingi pasar bawah, ternyata ia benar-benar tertidur sampai pintu diketuk dari luar ia tetap tidak bergeming.
Sebentar kemudian terdengar kode pintu dan bunyi ‘klik’ pintu terbuka, Asisten Je menyuruh room servis trolley membawa masuk hidangan dan meletakkannya di sebelah sofa. Asisten Je mengibaskan tangannya, matanya mengedarkan pandangan berkeliling mencari keberadaan istrinya. Kamar kosong, kamar mandi kosong, pintu balkon terbuka sedikit. Ia melangkah menuju balkon dan tersenyum mendapati Raya yang tampak tertidur dengan nyenyak.
“Ck, kebiasaan…dasar ceroboh, walau gak ada yang melihat, tapi kan rambutmu terlihat, siapa tahu Sammy masuk ke dalam…” Laki-laki itu berjongkok di sebelah kaki Raya.
“Kenapa kau sangat menutup rapat hatimu sayang? Apa kau punya trauma tertentu pada pernikahan pertamamu?” Lirih laki-laki itu seraya mengelus pipi istrinya pelan. Udara malam semakin dingin, khawatir istrinya sakit, Asisten Je perlahan mengangkat istrinya ke dalam dan membaringkan ke ranjang. Ia bangkit untuk menuju ke kamar mandi tapi tangannya tertahan ketika ada sebuah tangan memeluk lengannya erat bahkan tubuhnya meringkuk seolah ketakutan.
Asisten Je tidak jadi bangun, ia duduk di sebelah Raya dan mengelus kening istrinya dengan jempolnya lembut karena kening istrinya berkerut sangat dalam.
Raya pov
Tak terasa 2 tahun telah berlalu sejak pernikahan mereka, dan telah lahir seorang bayi mungil yang diberi nama Hanum Saputri Rahardja. Widya dan Harun orang tua Raya dan Zidan adik Raya sering mengunjungi Raya di kediaman baru mereka. Setelah menikah dengan CEO atasan tempatnya bekerja sebagai sekretaris, Revian Rahardja, Raya menempati rumah baru yang dibelikan oleh suaminya sebagai hadiah pernikahan mereka.
TBC
__ADS_1