Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 48 Punya Banyak Di Rumah


__ADS_3

“Kita sudah sampai Ra” Leon membuyarkan lamunan Raya, membuat wanita itu terkejut karena Leon sudah berada di sebelah pintu mobil dengan memegang daun pintunya, mempersilahkan Raya turun. Lani berdiri tegak di samping Leon. Raya bergegas melangkah memasuki rumah untuk segera menemui putri kecilnya yang sangat menggemaskan. Ia nggak bisa membayangkan bagaimana rasanya nanti jika berjauhan dengan kedua putrinya.  Selama ini ia tidak pernah berjauhan dengan mereka, bagaimana dengan Hanum nantinya? Apa ia tidak akan rewel? Dulu saja di Jakarta, ketika ia harus keluar kota untuk urusan pekerjaan dan meninggalkan Hanum pada baby sitter, gadis kecil itu langsung demam semalaman.


Raya membuka pintu yang langsung di sambut oleh teriakan cempreng putri bungsunya.


“Mama…mama” Gadis kecil itu berlari dengan merentangkan kedua tangannya yang masih memegang pensil warna. Ia masuk dalam dekapan lembut mamanya.


“Mama gak kerja? Kok sudah pulang?” Tanya gadis kecil itu bangun dari pelukan Raya. Wajahnya terlihat berbinar  lihat mamanya siang-siang sudah di rumah. Ketika berbicara kuncir rambutnya tampak bergoyang-goyang lucu.


“Iya, mama dapat bonus pulang siang nih, anak mama habis ngapain nih?” Hanum langsung menarik tangan Raya untuk mengikutinya ke arah ruang tengah yang berkarpet. Tampak kertas gambar berserakan di karpet dan Bu Arumi duduk santai di sana.


“Ini mama, Hanum gambar bunga matahari, tapi gagal terus, tapi yang ini, …. lihat bagus tidak?” Cerita gadis kecil itu ceria seraya menunjukkan beberapa kertas yang sudah tercoret moret gambar bunga yang belum berbentuk dan ada satu kertas yang sudah hampir sempurna dengan gambar bunga dan warna yang merata sempurna.


“Wahhh, Hanum semakin pintar menggambar dan memilih warnanya juga sudah bagus…” Puji Raya seraya mengecup pipi gembulnya dengan gemas.


“Iya, kata Bu Anisa ini harus di pajang di madding sekolah untuk lomba” Jelasnya seraya tak sengaja matanya melirik ke arah belakang mamanya kemudian langsung menoleh dan mengernyit heran.


“Lhoh…itu siapa mama?” Raya menoleh seraya melambai kepada dua kembar itu. Mereka menghampiri dan berdiri dengan membungkuk hormat.

__ADS_1


“O iya Hanum, ini ada Tante Lani dan Om Leon, mereka akan tinggal di sini untuk menjaga Hanum dan Kak Tita” Jelas Raya pelan-pelan membuat mata Hanum langsung menatap tak mengerti kepada Raya. Lani dan Leon yang mendengar sebutan tante dan om merasa tidak percaya mereka diperkenalkan bukan sebagai penjaga.


“Mama mau pergi?” Tanyanya pelan terkesan sedih. Wajahnya langsung sendu dengan kedua mata yang sudah  berkaca-kaca. Raya meraih Hanum ke pangkuannya dan memeluknya lembut.


“Sayang…dengar mama, mama ada tugas dari kantor, harus nginap…”


“Lama?” Potong Hanum, Raya terdiam sejenak kemudian mengangguk. Gadis kecil itu langsung menunduk sendu. Wanita itu sudah merasakan gejala yang tidak enak pada diri Hanum, ia khawatir selama pergi nanti tubuhnya demam karena efek berjauhan dengan dirinya. Raya memandang Bu Rumi berusaha untuk meminta wanita baya itu ikut membujuk Hanum.


“Hanum sayang, kan ada Nenek Rumi sama Eyang Nanik yang akan menemani, mama nggak lama kok, ada Kak Tita juga”


“Tapi Hanum akan kangen sama mama” Tangis gadis kecil itu lirih, suaranya sudah sendu dengan iringan isakan kecil. Raya kembali merengkuh anak gadisnya itu dengan erat.


“Mama janji?” Gadis kecil itu menunjukkan jari kelingkingnya di depan Raya yang langsung disambut oleh Raya  dengan ikatan jari kelingking juga.


“Janji”


“Nanti siapa yang membacakan cerita sama Hanum kalau mau tidur?” Rengeknya masih belum terima. Raya terdiam.

__ADS_1


“Saya akan membacakan cerita bergambar untuk princess” Sela Lani di belakang Raya.


“Siapa princess?” Tanya Hanum polos, Raya tersenyum gemas segera mencium pipi gadis kecilnya.


“Putri mama dong”


“Aku Namanya Hanum tante bukan princess” Protes Hanum di sela rajukannya. Lani meringis merasa bersalah.


“Iya benar, tante akan membacakan cerita bergambar untuk Hanum, tante punya banyak di rumah…” Lani membuat negosiasi pada gadis kecil itu, ia akan membeli semua cerita bergambar di toko buku nanti untuk menghibur gadis kecil itu.


“Benar?” Mata Hanum berbinar cerah, ia sangat suka dengan cerita atau dongeng yang menampilkan gambar- gambar lucu.


“Benar sekali, besok tante bawakan semua” Janji Lani mengangguk mantab membuat Hanum pun mengangguk semangat.


“Jadi, mama bisa pergi kerja cukup lama?” Tanya Raya kembali.


“Emn” Gadis kecil itu mengangguk walaupun masih belum ikhlas.

__ADS_1


Sementara Leon merasa heran kenapa atasannya tidak ikut ke rumah kalau memang wanita itu adalah istrinya, bukankah berarti mereka keluarganya? Pun tidak ada pertanyaan yang menanyakan keberadaan atasannya dari gadis kecil itu. Lani dan Leon menatap kedua manusia beda usia itu dengan trenyuh, mereka berjanji semaksimal mungkin mereka akan menjaga keluarga kecil Tuan Muda Je dengan segenap jiwa raganya.


__ADS_2