Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 110 Om Je orang baik


__ADS_3

Tok… Tok


Raya mengetuk pintu kamar Titania untuk meminta ijin masuk. Setelah makan malam gadis itu tidak keluar  lagi untuk berkumpul dengan keluarganya di ruang tengah. Hanum juga sudah tidur karena kelelahan kegiatan di pagi dan siang hari tadi. Bu Arumi sudah meminta ijin untuk kembali ke rumah Bu Nanik.


“Masuk ma” Titania membuka lebar pintu dan tersenyum, Raya masuk dan memperhatikan sekitar kamar Titania. Tidak ada barang berserakan, semuanya terlihat rapi, hanya di atas meja belajar saja yang masih berserakan buku-buku pelajaran dan tulis.


“Masih mengerjakan tugas ya? Apa mama mengganggu?”


“Nggak kok ma, tugasnya tinggal dikit lagi, ada yang mau dibicarain ya ma” Titania bahkan sudah paham sekali jika Raya sudah datang malam-malam ke kamarnya pasti ada sesuatu yang ingin di bahas mamanya. Apa tentang kejadian siang tadi?


“Maaf siang tadi mama nggak baca wa dari grup wali siswa, jadi nggak tahu kalau ada info siswa dipulangkan, wa kakak juga nggak terbaca” Raya duduk menghadap putrinya yang juga duduk bersila di atas ranjang.


Titania tersenyum mengambil tangan mamanya. Ia merasa senang, mamanya akhirnya mengetahui bahwa Titania sudah meminta ijin melalui wa, walaupun tidak terbaca oleh mamanya. Ia menyadari fokus mamanya ketika berada di kantor, hp harus silent.


“Iya ma, tadi juga kakak sudah wa Kek Malik untuk jemput, tapi nggak jadi karena kakak bareng mama”


“Mama tadi pulang awal juga sih, terus healing bentar sama teman-teman kantor sampai ketemu sama kakak tadi”


“Berarti berangkat pulang sama dia?” Alis Titania terangkat satu, Raya tersenyum menggeleng.


Kali ini ia akan berbicara dari hati ke hati dengan gadis yang sudah menginjak remaja ini. Titania perlu tahu bagaimana hubungannya dengan Asisten Je. Ia tidak ingin Titania tahu hubungannya dari orang lain.


“Mama tadi di jemput” Raya diam untuk melihat reaksi Titania. Benar saja, gadis itu langsung menegakkan tubuhnya. Pandangannya sudah memicing meminta penjelasan lebih.


Raya menghela nafas.

__ADS_1


“Mama sudah menikah dengan Asisten Je atasan mama” Kata Raya menatap lekat manik mata Titania.


Gadis itu seolah tersihir dengan kalimat mamanya, dia hanya diam mematung berusaha mencerna kalimat mamanya.


“Nak?” Sentuh Raya pada lengan gadis itu.


“Mama tidak memberitahu kami?” Tuntut Raya, “mama tidak meminta persetujuan kami dulu, mama tidak percaya sama kakak, apa kakak dan adek sudah tidak penting bagi mama?” Titania sudah memerah matanya. Raya menggeleng panik. Ia tidak menyangka respon Titania akan seperti ini.


“Kak…”


“Kakak sudah besar ma, kakak udah cukup ngerti masalah orang dewasa, kakak juga bisa dipercaya untuk dimintai pendapat” Protes Titania merasa kecewa sembari mengusap air mata yang jatuh ke pipinya dengan kasar.


“Maafkan mama, keadaan mama waktu itu terdesak…”


“Dia memaksa mama berbuat….” Titania mendelik tak percaya, Raya langsung menggeleng keras.


“Kakak masih ingat kan waktu mama dapat tugas perjalanan dinas ke beberapa wilayah di Indonesia?” Raya menatap Titania, gadis itu menganggukkan kepala tanpa menjawab. “Untuk tugas itu dilaksanakan berdua dengan Asisten Je, dan mama harus bersedia tinggal sekamar dengan dia, mama menolak dengan keras dan mama meminta tugas di gantikan oleh Pak Anthoni saja. Tapi Tuan Alvero CEO Diamond Jewerly menginginkan mama yang jadi asisten selama perjalanan itu” Raya diam untuk mengambil nafas. Sempat ia lihat raut terkejut dari wajah Titania namun gadis itu masih tetap diam.


“Tidak tahu bagaimana ceritanya mama meminta syarat untuk nikah siri, kalau Asisten Je bersedia maka mama akan bersedia juga menjadi asistennya, waktunya sangat mendesak, jadi dua hari sebelum berangkat mama sudah melaksanakan nikah siri dengan Asisten Je” Raya menghela nafas panjang.


“Batas waktu nikah siri itu hanya selama dua bulan saat jadin itu saja, waktu adek sakit dan mama harus pulang di tambah beberapa hari di Malang, menandakan perjanjian nikah siri itu berakhir” Raya menunduk memilin kedua tangannya.


“Mama bingung harus bagaimana menyikapi hal tersebut, ternyata di luar dugaan, Asisten Je menyatakan perasaannya sama mama, dia tidak ingin berpisah dan ingin meresmikan pernikahan kami saja namun mama menundanya terus untuk meminta restu dari kalian. Asisten Je juga meminta kita tinggal bersamanya sebagai keluarga besarnya” Raya mengakhiri penjelasannya dengan menatap putrinya. Ia menyerahkan semua keputusan kepada putrinya, ia tidak ingin egois hanya karena ia mulai menyimpan rasa pada Asisten Je, perasaan kedua putrinya harus dikorbankan.


“Sekarang, mama serahkan sama kakak, kakak boleh berpendapat apapun, kalian adalah kebahagiaan mama, kalian sangat penting bagi mama, kalian hidup mama jadi jangan katakan lagi kalua kalian tidak penting di hati mama. Sekarang mama serahkan keputusan sama kakak” Raya mengakhiri penjelasannya dan membiarkan Titania merenungkan semua yang ia dengar. Keputusan apapun akan ia terima dengan lapang dada.

__ADS_1


Terburuk sekalipun.


Titania menundukkan kepalanya, tampak ia menghela nafas panjang.


“Hanum kelihatannya sangat menyukai Om Je” Titania memulai komentarnya, ia sudah mengubah panggilan yang semula laki-laki itu atau dia atau orang itu menjadi Om Je. “Dia juga menginginkan seorang ayah” Lanjut Titania membuat dahi Raya berkerut.


Titania mengangguk, “Adek pernah bilang ke kakak kalau ia kangen Papa Revian walaupun ia tidak mempunyai kenangan yang bisa diingat, adek pingin punya ayah kayak temen-temennya di sekolah”


Raya menitikkan air mata mendengar penjelasan Titania, gadis kecil itu ternyata menyimpan kerinduan yang dalam pada sosok ayah, karena tidak ingin membuat Raya bersedih ia curhat pada kakaknya.


Raya memejamkan matanya dan memeluk Titania dengan hangat, awalnya dia tidak siap membuka hati untuk siapa pun. Di dalam hidupnya, hanya ada satu pria yang sangat dia cintai, Revian suaminya yang rela mengorbankan apapun untuk Raya.


Setelah suaminya meninggal Raya hanya ingin memiliki dan menjaga dua putrinya dan hidup tenang. Namun Asisten Je tiba-tiba hadir dan memaksanya membuat keputusan untuk menikah siri. Sekarang Asisten Je malah ingin mengikrarkan pernikahan resmi mereka secara hukum negara bahkan laki-laki itu sudah menganggap kedua putrinya sebagai putri kandungnya.


Titania membalas memeluk Raya dengan erat. “Mama harus bahagia, kakak tidak ingin melihat mama bersedih, Papa Revian akan selalu berada di hati kita semua, tapi mama juga berhak bahagia, kakak akan mendukung apapun keputusan mama”


Raya melepas pelukannya kemudian menggeleng, “bukan kakak yang mendukung keputusan mama tapi mama yang minta restu kakak, apapun keputusan kakak, mama akan ikuti”


Titania menatap mamanya tak percaya, ia tidak yakin keputusannya benar atau salah, akhir-akhir ini ia melihat perubahan sikap mamanya yang mulai ceria dan lebih terbuka. Mamanya juga sudah tidak canggung dan menolak kehadiran Asisten Je.


Titania mengangguk, “Kakak setuju kok, Om Je orang baik, pasti dia akan sayang sama adek”


“Sama kakak juga” Ralat Raya. Gadis itu mengangguk tersenyum.


“Ya sudah, selesaikan tugasnya kemudian cepat tidur, jangan begadang, jaga kesehatan” Pesan Raya mengelus kepala putrinya, Titania mengangguk cepat.

__ADS_1


“Siap ma” Raya tersenyum kemudian keluar dari kamar Titania menuju ke kamarnya.


Baru akan berbaring tidur, terdengar nada dering hp di atas nakas. Tanpa melihatpun Raya sudah tahu siapa yang menelpon malam-malam begini.


__ADS_2