
Raya kembali membuka hp dan mencari laman ig, dan ia membuka storynya, terbelalak kaget, karena ada foto kebersamaan dirinya di The Edge Restaurant beberapa waktu lalu di Padang. Ma syaa allah, pekerjaan siapa ini yang memfoto dan share, perasaan aku tidak pernah ambil foto deh. Apa Asisten Je? Dia tidak pernah pergi dari sisiku. Apa Sammy? Wah anak itu minta di jitak rupanya.
Tok tok tok
Raya membuka pintu dan tampaklah wajah sumringah Sammy di depannya yang langsung membuat aura marahnya keluar.
“Hm, pucuk di cinta ulam pun tiba, sini” Raya menyeret tangan Sammy untuk masuk ke dalam kamar dan diperlihatkannya ig nya. Laki-laki itu hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“Hehe, aku memang yang fotoin, tapi yang share ke ig Tuan Muda lho”
“Gimana caranya? Hp selalu aku bawa”
“Ya kali aja pas kamunya tidur”
“Huh, keterlaluan”
“Ish, sudah itu nanti aja kelarnya, sekarang nih kamu ganti baju trus ikut aku sekarang”
“Kemana emangnya?” Raya mengernyit heran.
“Boss nyuruh jemput kamu” Ucap Sammy singkat.
Mau tak mau Raya menuruti perintah suruhan suaminya itu, kemudian berdandan kembali namun tetap simpel dan natural.
“Emang mau kemana sih Sam?” Tanya Raya penasaran.
“Entahlah, boss cuma nyuruh anter gaun trus kamu juga harus ditutup matanya pake selendang ini”
“What? Apa-apaan?”
“Udahlah, nurut aja ya Ra, cuma bentar kok”
__ADS_1
Raya menuruti kemauan Sammy kemudia ia merasa di tuntun keluar menuju lift karena setelahnya terdengar ‘ting’. Lift naik ke atas dan berhenti entah di lantai berapa. Raya kembali di tuntun menuju area terbuka, tepatnya rooftop hotel. Sammy meninggalkan Raya masih dalam keadaan mata yang ditutup selendang.
“Sammy, ini dimana, kenapa sepi, kamu tidak main-main denganku kan?” Raya merasa sedikit takut, khawatir saja ada yang mau berbuat jahat padanya.
Sepasang tangan memeluk pinggang Raya lembut, Raya merasakan tangan kekar itu dan menyadari siapa pemiliknya.
“Sayang?” Panggilan itu seolah sudah menjadi kebiasaan bagi Raya tanpa ada kecanggungan lagi.
Asisten Je membuka selendang yang menutupi mata istrinya. Raya takjub melihat perubahan pada rooftop hotel, kini rooftop itu penuh dengan bunga mawar dan lampu kerlap-kerlip, sebuah meja yang dipenuhi makanan dan lilin yang terlihat begitu indah.
Air mata Raya menetes haru. Setelah suaminya Revian, baru kali ini ia merasakan dimanjakan lagi oleh seorang pria yang sudah menjadi suami sirinya.
“Kapan kau persiapkan ini sayang. apa waktu kamu ijin keluar sore tadi?” Tanyanya masih tak percaya.
“Hmm, kau senang sweatheart?”
“Tentu saja, wanita mana yang tidak senang disuguhkan hal yang romantis kayak gini” Jawab Raya, ia menitikkan air mata lagi mengingat bagaimana Revian dulu juga sering memberi kejutan dengan romantisme seperti ini.
“Jangan menangis lagi, aku janji akan membuatmu bahagia, I love you sweartheart” Bisiknya di kalimat terakhir membuat Raya memandangi wajah suaminya lama. Mata yang hitam kelas itu terlihat tajam menyorot seakan menembus ke relung jantungnya.
“Maukah kamu menikah denganku secara resmi?” Tanya Asisten Je lagi menangkup wajah istrinya. Raya kembali shock, 2 kali suami sirinya itu menyatakan keinginannya untuk menikahinya secara resmi.
Tidak ada kebohongan di mata kelam itu.
“Raya Septiani Sudjana” Panggil Asisten Je.
“Aku harus bilang apa?” Tanya Raya bingung. Ia masih speechless.
“Just say yess…please…” Bisiknya seraya membawa tangan Raya ke mulutnya dan mencium punggung tangannya lama sambil menatap manik mata Raya penuh cinta.
Dada Raya berdebar kencang, ia tidak tahu perasaannya saat ini senang atau hanya kagum sesaat. Ia menyaksikan semua perlakuan suaminya yang sangat tulus.
__ADS_1
“Apakah aku pantas bersanding…”
“Aku mencintai seorang Raya bukan statusnya bukan latar belakangnya, hanya seorang Raya” potong Asisten Je menatap istrinya lembut.
“Kau tidak akan menyesal?”
“Tidak akan” Raya terdiam mengamati wajah di hadapannya, bibirnya terkulum senyum indah.
“Baiklah…”
“Baiklah?” Asisten Je menaikkan alisnya pura-pura bingung.
“Yes Asisten Je sayangku, I love you” Jawab Raya seraya menunduk malu. Asisten Je tersenyum lebar, di angkatnya dagu istrinya. Matanya berbinar menandakan kebahagiaan yang tiada taranya.
“I love you so much” Senyum lebar semakin menghiasi wajah Asisten Je sementara Raya hanya bisa menggeleng namun tak urung hatinya sangat bahagia saat ini. Ia akan menjalani hubungan pernikahan ini lebih lanjut, ia akan membicarakan pada kedua anaknya kelak saat mereka sudah pulang.
“Raya istriku, aku lelaki yang kaku, aku tidak tahu bagaimana pria romantis, tapi dengan segenap jiwa ragaku aku mengucapkan aku sangat sangat sangat mencintaimu, aku ingin kamu dan anak-anak mau hidup denganku, kita hadapi mereka kita jujur pada mereka dan aku harap kamu mendukung apa yang akan kita lakukan ke depannya”
Raya merasa sangat takjub, karena baru kali ini ia mendengar kalimat suaminya yang amat panjang, ia menangkupkan kedua tangannya ke mulut menahan tawa.
“Kenapa, ada yang aneh?”
“Nggak ada, hanya ini kalimat terpanjang yang aku dengar selama berada di sisimu…” Kata Raya.
Asisten Je cemberut sejenak namun setelah itu ia mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
“Kamu meledekku ya, jangan salahkan aku kalau kamu harus dihukum ya”
Raya melotot tak percaya, ia hendak bangkit dari duduknya tapi Asisten Je sudah dengan cepat meraih tubuhnya.
“Mau kemana sweatheart?” Asisten Je tersenyum menyeringai kemudian mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar. Wanita itu hanya memejamkan mata antara malu dan belum siap apabila laki-laki itu meminta haknya sebagai suami malam ini.
__ADS_1